Mad Badal Lengkap

Mad Badal Lengkap -

Salah satu hukum bacaan Mad yang cukup sederhana namun dibaliknya terdapat kesulitan yakni Mad Badal. Disebut mudah karena cara menemukannya tidak sulit. Disebut sulit karena proses perubahan menjadi badal nya yang tidak mudah.

Selain itu, terkadang masyarakat yang terbiasa membaca mushaf Standar Indonesia dapat kesulitan mencari Mad Badal di Mushaf Standar Madinah. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai pengertian, cara membaca, sebab, proses, contoh hingga perbedaan dalam Mad Badal.

Pengertian dan Cara Membaca

Mad Badal secara bahasa terdiri dari dua kata yakni Mad dan Badal. Mad artinya panjang, sedangkan Badal artinya ganti. Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Badal adalah hamzah bertemu huruf mad (panjang) dan setelahnya tidak ada hamzah lagi atau sukun.


Dengan kata lain, pengertian Mad Badal bisa dipahami sebagai "hamzah yang dibaca panjang dan setelahnya tidak ada hamzah atau sukun". Secara ringkas, setiap ada hamzah panjang (bukan layar) maka hukum bacaannya adalah Mad Badal.

1. Ada hamzah yang dibaca panjang. Maka selainnya, misal setiap hamzah pendek, bukan bagian dari Mad Badal. Contoh hamzah pendek (bukan Mad Badal) :
وَإِذْ أَخَذْنَا

2. Poin kedua adalah setelah hamzah panjang, tidak ada hamzah lagi atau sukun. Apabila setelah hamzah panjang ada hamzah lagi atau sukun, maka itu bukan hukum bacaan Mad Badal. Contoh hamzah panjang setelahnya ada hamzah lagi :
بُرَآءُ مِنكُمْ

Contoh hamzah panjang setelahnya ada sukun (termasuk sukun waqaf dan tasydid) :
وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ

Contoh-contoh

Terdapat banyak contoh-contoh dari hukum bacaan Mad Badal. Untuk mencari hukum bacaan Mad Badal, yang perlu diperhatikan adalah hamzah panjang. Berikut contoh-contoh Mad Badal dalam al-Quran :

Mad Badal (fathah) dalam QS Al-Baqarah ayat 13
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا

Mad Badal (dhammah) dalam QS Al-Baqarah ayat 136
وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ

Mad Badal (kasrah) dalam QS Al-Baqarah ayat 93
قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُم بِهِ إِيمَانُكُمْ

Mad Badal dalam Mushaf Indonesia dan Madinah

Contoh-contoh di atas adalah Mad Badal yang terdapat dalam Mushaf Standar Indonesia. Apakah terdapat perbedaan dalam Mad Badal antara Mushaf Indonesia dan Madinah? Cara membaca dan hukumnya semuanya sama.

Yang berbeda adalah dhabt (tanda baca) nya. Dalam mushaf Indonesia, penulisan Mad Badal cukup ditulis alif memanjang, sedangkan Mushaf Madinah menggunakan hamzah ditambah mad dalam penulisan Mad Badal. Perhatikan contoh-contoh perbedaan berikut ini :

Mad Badal dalam QS Al-Baqarah ayat 8 Mushaf Standar Indonesia
Mad Badal dalam QS Al-Baqarah ayat 8 Mushaf Standar Madinah

Perhatikan contoh di atas pada kata "aamanna" baik dalam mushaf standar Indonesia maupun standar Madinah. Terlihat jelas bahwa mushaf Madinah menggunakan tanda baca hamzah diikuti dengan huruf mad.

Sedangkan mushaf Indonesia menggunakan alif (hamzah berbentuk alif) diberi tanda panjang. Contoh di atas adalah Mad Badal yang model fathah. Dan juga berlaku Mad Badal mode dhammah maupun kasrah.

Sebab-Sebab dan Pertanyaan

Q : Mengapa dinamakan Mad Badal? 
A : Badal artinya pengganti. Dinamakan demikian karena mad nya merupakan ganti (badal) dari hamzah. Ketika ada hamzah bertemu huruf Mad, maka huruf madnya biasanya merupakan ganti dari hamzah. Misalnya kata
ءَامَنَّا
asalnya adalah
ءَأْمَنَّا

Q : Apakah ada Mad Badal yang madnya bukan ganti dari hamzah? 
A : Jawabannya ada. Mad jenis ini disebut dengan Mad Syabih Badal atau Mad Serupa Badal. Dalam beberapa buku tajwid, Mad Syabih Badal biasanya tidak disebutkan dan cukup digabung dengan Mad Badal.

Contoh Mad Syabih Badal dalam QS Al-Baqarah ayat 40
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

Dan dalam prakteknya memang sama, sehingga Mad Syabih Badal cukup dan boleh disebut Mad Badal saja supaya tidak membingungkan atau mempersulit. Dengan syarat, pengertian Mad Badal adalah hamzah dibaca panjang. Namun jika pengertiannya adalah mad sebagai ganti hamzah, maka kurang tepat karena tidak sesuai dengan definisi.

Q : Mengapa terjadi perubahan hamzah diganti huruf Mad? 
A: Hal ini berhubungan dengan kaidah Ilmu Sharaf (ilmu perubahan kata dalam bahasa Arab). Dalam salah satu kaidah I'lal disebutkan sebagai berikut :

"Apabila terdapat dua huruf Hamzah berkumpul sejajar dalam satu kata, dimana hamzah keduanya sukun, maka huruf hamzah kedua ini harus diganti dengan huruf yang sesuai dengan harakah Hamzah yang pertama"

Dari kaidah I'lal di atas, maka terjadilah perubahan di setiap kata yang terdapat 2 hamzah (hamzah kedua sukun) yang menyebabkan hamzah pertama dibaca panjang. Dan lalu itu disebut dengan hukum bacaan Mad Badal. Perhatikan contoh berikut :

Macam-macam Mad Badal

Sebelum membaca mengenai macam-macam Mad Badal, perlu diingatkan bahwa ini adalah sebagai tambahan materi atau wawasan. Apabila sudah memahami sub pembahasan sebelumnya maka itu sudah cukup. Namun jika ingin lebih, bisa dibaca macam-macam Mad Badal berikut ini :

Dalam kitab "Hidayat al-Qari" disebutkan bahwa Mad Badal dari letak atau kondisinya bisa terdapat dalam 4 macam. Pembagian ini disebabkan posisi atau tergantung pada cara membaca misa ketika dibaca washal, waqaf, atau ibtida.

Pertama, Mad Badal yang ada baik saat dibaca washal maupun waqaf. Misalnya Mad Badal dalam QS Al-Baqarah ayat 93 ini tetap ada baik ketika dibaca washal maupun waqaf :
قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُم بِهِ إِيمَانُكُمْ

Kedua, Mad Badal yang ada hanya  ketika dibaca washal. Jika kata tersebut dibaca waqaf, maka bukan hukum bacaan Mad Badal. Misalnya dalam QS Ali Imran ayat 14 :
وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Ketiga, Mad Badal yang ada hanya ketika dibaca waqaf. Jika kata tersebut dibaca washal, maka sudah tidak menjadi hukum bacaan Mad Badal lagi. misalnya dalam QS Yusuf ayat 16 :
وَجَاءُوا أَبَاهُمْ

Keempat, Mad Badal yang ada hanya ketika ibtida (memulai membaca dari kata itu). Jika tidak ibtida, maka tidak terjadi perubahan dan hukum bacaan Mad Badal. Misalnya dalam QS al-Ahqaf ayat 4
ائْتُونِي بِكِتَابٍ

Demikian artikel singkat mengenai penjelasan Mad Badal secara lengkap. Semoga bermanfaat dan silahkan berkomentar baik berupa saran, komentar, maupun tanggapan.

Membaca untuk menambah ilmu dan menulis untuk menabung ilmu | Penulis di beberapa blog pribadi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon