3 Alasan Surat at Taubah Tidak Diawali Basmalah

3 Alasan Surat at Taubah Tidak Diawali Basmalah -

Dalam setiap membaca awal surat-surat al-Quran, biasanya diawali dengan membaca basmalah. Namun ada satu surat yang tidak diawali dengan basmalah. Surat itu adalah surat at Taubah. Surat yang dalam urutan penulisannya di mushaf, terletak antara surat al-Anfal dan Yunus.

Surat at Taubah juga populer memiliki nama lain yaitu Bara'ah. Hikmah mengapa disebut surat at Taubah karena dalam surat ini ditemukan banyak pengulangan tentang perintah bertaubat. Sedangkan hikmah mengapa disebut surat Bara'ah karena surat ini diawali dengan pembebasan (bara'ah) atau pemutusan hubungan dengan pihak musyrikin.

Selain kedua nama itu, surat at Taubah juga banyak memiliki nama-nama lainnya seperti surat al-Fadhihah, surat al-'Adzab, surat al-Bahuts, surat al-Hafirah, surat al-Mutsirah, dan lain sebagainya sebagaimana dikutip dari kitab Mahasin at-Ta'wil.

Lalu mengapa surat At Taubah atau Bara'aj ini tidak diawali dengan Basmalah? Artikel ini akan memaparkan tiga alasan mengapa surat Baraah atau at Taubah ini tidak diawali dengan Basmalah. Alasan-alasan tersebut dikutip dari kitab tafsir Mahasin at-Ta'wil karya al-Qasimi.



Alasan Pertama : Basmalah itu Rahmat

Al-Hakim meriwayatkan dalam kitab al-Mustadrak nya, dari Ibn Abbas berkata: Aku bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, "Mengapa tidak ditulis Basmalah di surat Baraah?". Ali bin Abi Thalib menjawab, "Karena ia (basmalah) merupakan kedamaian. Sedangkan Bara'ah diturunkan berhubungan dengan pedang atau peperangan."

Dari pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa tidak dapat berkumpul antara damai dan perang. Keduanya saling bertolak belakang. Basmalah yang diucapkan bertujuan untuk mendoakan dan memberi keamanan, kedamaian, dan rahmat. Sedangkan Bara'ah berkaitan dengan peperangan dan pemutusan hubungan.

Alasan Kedua : Pendapat Utsman

Alasan kedua merupakan pendapat Utsman perihal tidak ditulisnya basmalah di awal surat Bara'ah. Pendapat Utsman dicatat oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya. Berikut makna dari potongan hadis yang dikutip dari Musnad Ahmad.

Ibnu Abbas bertanya kepada Utsman Bin Affan; "Apa yang menyebabkan kalian sengaja meletakkan surat Al Anfal padahal dia termasuk dari al Matsani (surat yang ayatnya kurang dari seratus) dan surat Bara'ah (At Taubah) padahal dia termasuk dari mi`in (surat yang ayatnya sampai seratus) kemudian kalian gabungkan antara keduanya dan tidak kalian tulis (Basmalah)?"  

Utsman berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ketika suatu masa datang kepada beliau dan turunlah kepadanya surat surat yang mempunyai jumlah ayat banyak, dan apabila diturunkan kepadanya wahyu beliau memanggil beberapa orang yang menuliskan di sisinya, kemudian beliau berkata: "Letakkan oleh kalian ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini, " dan ketika turun beberapa ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini dan ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini, " dan ketika turun suatu ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini."

Surat Al Anfal adalah termasuk surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Bara'ah (At Taubah) adalah termasuk surat yang terakhir diturunkan di Madinah, dan kandungannya adalah mirip dengan kandungan yang ada dalam surat Al Anfal.

Kemudian Rasulullah  wafat, sementara beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (Bara'ah) termasuk surat dari surat Al Anfal, maka aku menganggapnya termasuk darinya sehingga aku menggabungkan antara keduanya dan tidak menulis pembatas antara keduanya dengan basmalah." 

Alasan Ketiga : Antara bergabung atau tidak dengan Al-Anfal

Alasan ketiga tidak berbeda jauh dengan alasan kedua. Di alasan kedua, dapat dipahami bahwa Ustman tidak mencantumkan basmalah karena isi dari surat Bara'ah dan al-Anfal mirip. Selain itu, Rasulullah belum menjelaskan.



Alasan ketiga, dikutip dari Abu Rawq mengatakan bahwa surat Bara'ah dan al-Anfal merupakan satu surat. Hal yang sama dinukil dari Mujahid. Sementara itu, Abu as-Su'ud berpendapat bahwa surat Baraah merupakan surat sendiri atau terpisah dari Al-Anfal.

Demikianlah tiga alasan mengapa surat Bara'ah tidak diawali dan ditulis dengan basmalah. Sementara itu, Al-Qasim menutup dengan perkataan bahwa para ulama telah menyepakati untuk tidak membaca basmalah di awal surat Bara'ah atau at Taubah, dengan argumentasi untuk ittiba' dengan mushaf imam atau utsmani yang juga tidak ditulis basmalah di awal surat at Taubah.

Soal Pilihan Ganda Tajwid Bab Sifat

Apakah Anda membutuhkan soal-soal mengenai bab Makhraj untuk sebagai bahan ajar atau latihan. Berikut ini penulis buat 25 soal berisi pilihan ganda mengenai bab Sifat huruf hijaiah. Silahkan berkomentar jika ada pertanyaan yang kurang tepat atau membingungkan.

1. Ada berapa jumlah huruf yang memiliki sifat Jahr?
a. 19
b. 20
c. 21
d. 10

2. Ada berapa jumlah huruf yang memiliki sifat Tawassuth?
a. 4
b. 5
c. 10
d. 7

3. Ada berapa jumlah huruf yang memiliki sifat Tafasysyi?
a. 1
b. 4
c. 5
d. 7



4. Ada berapa jumlah huruf yang memiliki sifat Qalqalah?
a. 1
b. 4
c. 5
d. 7

5. Ada berapa jumlah huruf yang memiliki sifat Shafir?
a. 1
b. 4
c. 5
d. 3

6. Sifat apa yang berlawanan dari sifat Hams?
a. Syiddah
b. Tawassuth
c. Isti’la
d. Jahr

7. Sifat apa yang berlawanan dari sifat Ishmat?
a. Infitah
b. Idzlaq
c. Isti’la
d. Tawassuth

8. Sifat apa yang berlawanan dari sifat Isti’la?
a. Infitah
b. Istifal
c. Lin
d. Shafir

9. Sifat apa yang berlawanan dari sifat Shafir?
a. Lin
b. Qalqalah
c. Hams
d. Tidak ada



10. Sifat apa yang berlawanan dari sifat Infitah?
a. Ithbaq
b. Idzlaq
c. Jahr
d. Hams

11. Berikut ini adalah sifat-sifat yang dimiliki huruf ba (ب) kecuali...
a. Qalqalah
b. Jahr
c. Syiddah
d. Isti’la


12. Berikut ini adalah sifat sifat yang dimiliki huruf ro (ر) kecuali...
a. Jahr
b. Syiddah
c. Takrir
d. Infitah

13. Berikut ini adalah sifat sifat yang dimiliki huruf syin (ش) kecuali...
a. Hams
b. Rakhawah
c. Qalqalah
d. Tafasysyi

14. Berikut ini adalah sifat sifat yang dimiliki huruf ta (ت) kecuali...
a. Hams
b. Syiddah
c. Istifal
d. Ithbaq

15. Berikut ini adalah sifat sifat yang dimiliki huruf kho (خ) kecuali... 
a. Hams
b. Rakhawah
c. Idzlaq
d. Isti’la

16. Manakah huruf berikut yang memiliki sifat Syiddah?
a. Syin
b. Qaf
c. Nun
d. Lam

17. Manakah huruf berikut yang memiliki sifat Lin?
a. Syin
b. Qaf
c. Nun
d. Lam

18. Manakah huruf berikut yang memiliki sifat Istithalah?
a. Ro
b. Dhad
c. Mim
d. Ain

19. Manakah huruf berikut yang memiliki sifat Ghunnah?
a. Ro
b. Dhad
c. Mim
d. Ain

20. Manakah huruf berikut yang memiliki sifat Idzlaq?
a. Ro
b. Dhad
c. Mim
d. Ain

21. Pilih pernyataan benar berikut ini!
a. Jahr adalah tertahannya aliran nafas ketika mengucapkan huruf
b. Syiddah adalah  mengalirnya suara ketika mengucapkan huruf 
c. Isti’la adalah turunnya pangkal lidah ketika mengucapkan huruf
d. Tawassuth adalah tertahannya suara ketika mengucapkan huruf



22. Huruf ro dan lam memiliki sifat yang hampir sama, namun ada satu sifat yang membedakan keduanya. Sifat itu adalah sifat....
a. Istithalah
b. Tafasysyi
c. Takrir
d. Lin

23. Pilih pernyataan benar berikut ini!
a. Tawassuth merupakan sifat pertengahan antara Isti’la dan Istifal
b. Sifat Qalqalah merupakan sifat yang tidak memiliki lawan
c. Ada 10 huruf yang memiliki sifat Isti’la
d. Jumlah sifat yang dimiliki huruf hamzah adalah 9 sifat.



24. Sifat Inhiraf hanya dimiliki oleh dua huruf, yaitu
a. Lam dan Ro
b. Nun dan Mim
c. Hamzah dan Alif
d. Sin dan Shad

25. Pilih pernyataan benar berikut ini!
a. Sifat Takrir adalah bergetarnya bibir ketika mengucapkan huruf
b. Sifat Ishmat adalah cepatnya suara ketika mengucapkan huruf
c. Sifat Tafasysyi adalah lawan kata dari sifat Inhiraf
d. Sifat Lin adalah mengucapkan huruf dengan lentur


Demikian soal-soal pilihan ganda tentang bab Sifat Huruf. Silahkan berkomentar jika ada saran dan masukan. Anda juga bisa meminta jawaban salah satu nomor yang tertera pada soal di atas, dengan cara hubungi via Facebook Messenger yang ada di pojok kanan bawah.

Namun, jika Anda ingin meminta versi full PDF beserta kunci jawaban nya secara lengkap, maka kami mohon untuk menyukai atau Like Halaman Facebook Kami bernama "KhudzilKitab Grup". Setelah itu, hubungi penulis via Facebook Messenger yang ada di pojok kanan bawah.

Contoh Qalqalah Kubra Juz 30 Lengkap

Contoh Qalqalah Kubra Juz 30 Lengkap -

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Qalqalah Kubra. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Qalqalah Kubra kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Qalqalah Kubra yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.


Hukum bacaan Qalqalah Kubra adalah apabila ada huruf qalqalah sukun di akhir bacaan (waqaf). Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf qalqalah yang sukun. Dan dengan memperhatikan huruf yang tebal dan tipisnya.

Baca Juga : CONTOH QALQALAH SUGHRA JUZ 30 LENGKAP BAGIAN 2

Contoh hukum bacaan Qalqalah Kubra cukup mudah ditemukan dalam al-Quran. Begitu pula contoh hukum bacaan Qalqalah Kubra yang ada di Juz 30. Qalqalah Kubra dapat terletak di akhir ayat atau tengah ayat tergantung cara waqafnya. Oleh karena itu, penulis sengaja memilih Qalqalah Kubra yang terletak di akhir ayat.



Berikut contoh hukum bacaan Qalqalah Kubra dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Qalqalah Kubra. Sedangkan yang di dalam kurung adalah huruf qalqalah nya. Perhatikan contoh-contoh ini :

1. QS Al-Insyiqaq ayat 16 (huruf qaf sukun karena waqaf)

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ

2. QS Al-Insyiqaq ayat 17 (huruf qaf sukun karena waqaf)

وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَ

3. QS Al-Insyiqaq ayat 18 (huruf qaf sukun karena waqaf)

وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ

4. QS Al-Insyiqaq ayat 19 (huruf qaf sukun karena waqaf)

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ

5. QS Al-Buruj ayat 1 (huruf jim sukun karena waqaf)

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ

6. QS Al-Buruj ayat 2 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ

7. QS Al-Buruj ayat 3 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

8. QS Al-Buruj ayat 4 (huruf dal sukun karena waqaf)

قُتِلَ أَصْحَٰبُ ٱلْأُخْدُودِ

9. QS Al-Buruj ayat 5 (huruf dal sukun karena waqaf)

ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلْوَقُودِ

10. QS Al-Buruj ayat 6 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ

11. QS Al-Buruj ayat 7 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ

12. QS Al-Buruj ayat 8 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

13. QS Al-Buruj ayat 9 (huruf dal sukun karena waqaf)

ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

14. QS Al-Buruj ayat 10 (huruf qaf sukun karena waqaf)

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ

15. QS Al-Buruj ayat 12 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ

16. QS Al-Buruj ayat 13 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِنَّهُۥ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ

17. QS Al-Buruj ayat 14 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ

18. QS Al-Buruj ayat 15 (huruf dal sukun karena waqaf)

ذُو ٱلْعَرْشِ ٱلْمَجِيدُ

19. QS Al-Buruj ayat 16 (huruf dal sukun karena waqaf)

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

20. QS Al-Buruj ayat 17 (huruf dal sukun karena waqaf)

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْجُنُودِ

21. QS Al-Buruj ayat 18 (huruf dal sukun karena waqaf)

فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ

22. QS Al-Buruj ayat 19 (huruf ba sukun karena waqaf)

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍ

23. QS Al-Buruj ayat 20 (huruf tha sukun karena waqaf)

وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطٌۢ

24. QS Al-Buruj ayat 21 (huruf dal sukun karena waqaf)

بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيدٌ

25. QS At-Thariq ayat 1 (huruf qaf sukun karena waqaf)

وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ

26. QS At-Thariq ayat 2 (huruf qaf sukun karena waqaf)

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ

27. QS At-Thariq ayat 3 (huruf ba sukun karena waqaf)

ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ

28. QS At-Thariq ayat 5 (huruf qaf sukun karena waqaf)

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ

29. QS At-Thariq ayat 6 (huruf qaf sukun karena waqaf)

خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ

30. QS At-Thariq ayat 7 (huruf ba sukun karena waqaf)

يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ ٱلصُّلْبِ وَٱلتَّرَآئِبِ

31. QS Al-Fajr ayat 6 (huruf dal sukun karena waqaf)

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

32. QS Al-Fajr ayat 7 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِرَمَ ذَاتِ ٱلْعِمَادِ

33. QS Al-Fajr ayat 8 (huruf dal sukun karena waqaf)

ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى ٱلْبِلَٰدِ

34. QS Al-Fajr ayat 9 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَثَمُودَ ٱلَّذِينَ جَابُوا۟ ٱلصَّخْرَ بِٱلْوَادِ

Baca Juga : CONTOH QALQALAH SUGHRA JUZ 30 LENGKAP BAGIAN 1

35. QS Al-Fajr ayat 10 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَفِرْعَوْنَ ذِى ٱلْأَوْتَادِ

36. QS Al-Fajr ayat 11 (huruf dal sukun karena waqaf)

ٱلَّذِينَ طَغَوْا۟ فِى ٱلْبِلَٰدِ

37. QS Al-Fajr ayat 12 (huruf dal sukun karena waqaf)

فَأَكْثَرُوا۟ فِيهَا ٱلْفَسَادَ

38. QS Al-Fajr ayat 13 (huruf ba sukun karena waqaf)

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

39. QS Al-Fajr ayat 14 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ

40. QS Al-Fajr ayat 25 (huruf dal sukun karena waqaf)

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٌ

41. QS Al-Fajr ayat 26 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٌ

42. QS Al-Balad ayat 1 (huruf dal sukun karena waqaf)

لَآ أُقْسِمُ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ

43. QS Al-Balad ayat 2 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَأَنتَ حِلٌّۢ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ

44. QS Al-Balad ayat 3 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

45. QS Al-Balad ayat 4 (huruf dal sukun karena waqaf)

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِى كَبَدٍ

46. QS Al-Balad ayat 5 (huruf dal sukun karena waqaf)

أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

47. QS Al-Balad ayat 7 (huruf dal sukun karena waqaf)

أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ

48. QS Al-Insyirah ayat 7 (huruf ba sukun karena waqaf)

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ

49. QS Al-Insyirah ayat 8 (huruf ba sukun karena waqaf)

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

50. QS Al-Alaq ayat 1 (huruf qaf sukun karena waqaf)

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

51. QS Al-Alaq ayat 2 (huruf qaf sukun karena waqaf)

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

52. QS Al-Alaq ayat 19 (huruf ba sukun karena waqaf)

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب

53. QS Al-Adiyat ayat 6 (huruf dal sukun karena waqaf)

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌ

54. QS Al-Adiyat ayat 7 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ

55. QS Al-Adiyat ayat 8 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

56. QS Al-Kafirun ayat 3 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

57. QS Al-Kafirun ayat 5 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

58. QS Al-Lahab ayat 1 (huruf ba sukun karena waqaf)

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

59. QS Al-Lahab ayat 2 (huruf ba sukun karena waqaf)

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ


60. QS Al-Lahab ayat 3 (huruf ba sukun karena waqaf)

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

61. QS Al-Lahab ayat 4 (huruf ba sukun karena waqaf)

وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ

62. QS Al-Lahab ayat 5 (huruf dal sukun karena waqaf)

فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ

63. QS Al-Ikhlas ayat 1 (huruf dal sukun karena waqaf)

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

64. QS Al-Ikhlas ayat 2 (huruf dal sukun karena waqaf)

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

65. QS Al-Ikhlas ayat 3 (huruf dal sukun karena waqaf)

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

66. QS Al-Ikhlas ayat 4 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

67. QS Al-Falaq ayat 1 (huruf qaf sukun karena waqaf)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ

68. QS Al-Falaq ayat 2 (huruf qaf sukun karena waqaf)

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

69. QS Al-Falaq ayat 3 (huruf ba sukun karena waqaf)

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

70. QS Al-Falaq ayat 4 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ

71. QS Al-Falaq ayat 5 (huruf dal sukun karena waqaf)

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Demikian artikel berjudul "Contoh Qalqalah Kubra Juz 30 Lengkap". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar.

Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah

Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah -

Setelah membahas tentang Ha Dhamir dalam Mad Shilah, berikutnya merupakan pembagian Mad Shilah menjadi dua yaitu Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah. Apa pengertian Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? Bagaimana cara membaca Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? Apa contoh-contoh Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? 


Pengertian dan Cara Membaca

Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian dan pembahasan terkait hukum bacaan Mad Shilah yaitu artikel berjudul "Mengenal Ha Dhamir dalam Mad Shilah". Mad Shilah ini terbagi menjadi dua yaitu Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah.

Secara bahasa, Mad Shilah Qashirah terdiri dari tiga kata yaitu Mad, Shilah, dan Qashirah. Mad artinya panjang, Shilah berarti sambung, dan  Qashirah bermakna pendek. Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Shilah Qashirah adalah memanjang ha' dhamir yang tidak bertemu dengan hamzah.

Cara membaca hukum bacaan Mad Shilah Qashirah adalah dengan memanjangkan sekitar 1 alif atau 2 harakat. Panjangnya sama dengan Mad Thabi'i sehingga kadang hukum ini dijadikan satu dengan Mad Thabi'i. Mad Shilah Qashirah juga biasa disebut dengan Mad Shilah Shughra. 

Secara bahasa, Mad Shilah Thawilah terdiri dari 3 kata juga yaitu Mad, Shilah, dan Thawilah. Mad artinya panjang, Shilah artinya sambung, dan Thawilah artinya panjang. Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Shilah Thawilah adalah memanjangkan ha' dhamir yang bertemu dengan hamzah.



Cara membaca hukum bacaan Mad Shilah Thawilah adalah dengan memanjangkan sekitar 4 atau 5 harakat (2 atau 2,5 alif). Panjangnya sama dengan Mad Jaiz Munfashil sehingga kadang hukum ini dijadikan satu dengan Mad Jaiz Munfashil. Mad Shilah Qashirah juga biasa disebut dengan Mad Shilah Kubra.

Baca Juga : MAD BADAL

Contoh-Contoh

Contoh-contoh hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah dapat ditemukan di banyak tempat dalam al-Quran. Kunci utama untuk menemukan hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah adalah Ha Dhamir yang dibaca panjang.

Jika Ha Dhamir nya dibaca panjang biasa (2 harakat) maka terdapat hukum bacaan Mad Shilah Qashirah. Sedangkan jika Ha Dhamir nya dibaca panjang dan bertemu hamzah, serta biasanya terdapat tanda (dhabth) garis melengkung madd, maka terdapat hukum bacaan Mad Shilah Thawilah.

Beberapa contoh hukum bacaan Mad Shilah Qashirah:

1. QS Al-Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

2. QS Al-Adiyat ayat 4 

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

Beberapa contoh hukum bacaan Mad Shilah Thawilah:

1. QS Al-Humazah ayat 3

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

2. QS Al-Muthaffifin ayat 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah, yang mungkin juga merupakan pertanyaan para pembaca. Para pembaca atau pengunjung dapat mengajukan pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar.

Baca Juga : IDGHAM MUTAMATSILAIN

Q : Kenapa dinamakan Shilah dalam hukum bacaan Mad Shilah?

A : Dinamakan Shilah dalam hukum bacaan Mad Shilah adalah karena membaca panjang pada Ha Dhamir nya. Apabila dibaca pendek Ha Dhamir nya maka disebut Qashr. Shilah bermakna sambung, disebut demikian karena Ha Dhamir disambungkan dengan wawu atau ya mad secara lafadz.



Q : Kenapa dinamakan Qashirah dan Thawilah dalam hukum bacaan Mad Shilah?

A : Dinamakan Qashirah dan Thawilah dalam hukum bacaan Mad Shilah karena berbeda panjangnya. Meskipun Qashirah bermakna pendek, namun yang dimaksud adalah panjang biasa (2 harakat). Sedangkan Thawilah yang berarti panjang, namun yang dimaksud adalah panjang lebih dari panjang biasa (lebih dari 2 harakat).

Q : Panjang hukum bacaan Mad Shilah Thawilah adalah 4 atau 5 harakat (2 atau 2,5 alif). Mana yang lebih diutamakan?

A : Dalam kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid disebutkan bahwa panjang hukum bacaan Mad Shilah Thawilah sama dengan Mad Jaiz Munfashil. Begitu juga dengan pilihan panjang yang utama. Diutamakan menggunakan bacaan panjang 4 harakat (2 alif).

Macam-macam Makhraj

Macam-Macam Makhraj -

Makhraj atau biasa disebut Makharijul Huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf hijaiah. Berbicara tentang macam-macam Makhraj Huruf Hijaiah, terdapat beberapa macam atau jenisnya dan itu tergantung ditinjau dari segi mana ia dilihat.

Setidaknya ada dua segi pembagian makhraj, yang masing-masing terbagi menjadi dua sehingga total ada empat macam-macam makhraj. Keempat macam-macam makhraj tersebut adalah makhraj muhaqqaq, muqaddar, ammah, dan khashshah. 

Makhraj Muhaqqaq dan Muqaddar

Dalam kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid, ketika menerangkan pengertian dari makharijul huruf dijelaskan bahwa huruf-huruf hijaiah itu keluar dari dua makhraj (tempat keluar) yaitu Makhraj Muhaqqaq dan Makhjra Muqaddar. Kedua makhraj ini ditinjau atau dilihat dari segi tampak tidaknya makhraj atau dari segi jelas tidaknya makhraj tersebut.

Makhraj Muhaqqaq adalah tempat keluarnya huruf yang bersandar pada bagian tubuh tertentu seperti al-Halq (tenggorokan), al-Lisan (lidah), al-Khaisyum (hidung), dan as-Syafah (bibir). Muhaqqaq yang seakar kata dengan tahqiq memiliki makna "nyata" sehingga makhraj yang ditunjuk jelas letak dan posisinya.

Sedangkan Makhraj Muqaddar adalah tempat keluarnya huruf yang tidak bersandar pada bagian tubuh tertentu. Dengan kata lain, makhraj hurufnya tidak nampak jelas letak dan posisinya. Muqaddar bermakna "dikira-kirakan". Contoh makhraj muqaddar adalah al-Jauf (rongga dari mulut ke tenggorokan).

Makhraj Ammah dan Khashshah

Masih dalam kitab yang sama, penulis kitab membagi macam-macam makhraj menjadi dua macam yang akan dibahas yakni Makhraj Ammah dan Khashshah. Berbeda dengan pembagian sebelumnya, penulis kitab hanya memaparkannya dalam pengertian makhraj. Sedangkan yang ini ditulis dalam sub bab pembagian makhraj.

Sesuai namanya, pembagian makhraj-makhraj ini ditinjau atau dilihat dari segi umum dan khususnya. Ammah artinya umum, sedangkan Khashshah artinya khusus. Makhraj Ammah (Amm) juga biasa disebut Makhraj Raisiyyah, sedangkan Makhraj Khashshah kadang disebut Makhraj Far'iyyah.

Makhraj Khashshah merupakan bagian dari Makhraj Ammah. Makhraj Khashshah adalah tempat keluar yang ditempati oleh satu huruf (minimal) atau lebih. Salah satu contoh Makhraj Khashshah adalah pangkal lidah bagian dalam merupakan tempat keluarnya huruf Qaf.

Sedangkan Makhraj Ammah adalah tempat keluar yang terdiri dari (minimal) satu Makhraj Khashshah atau lebih. Hemat penulis, Makhraj Ammah adalah anggota-anggota tubuh semisal lidah, tenggorokan, dan lain-lain. Contohnya, Makhraj Ammah tenggorokan terdiri dari 3 Makhraj Khashshah.

Kitab : al-Mufid fi Ilm at-Tajwid

Mad Aridh Lissukun

Mad Aridh Lissukun -

Salah satu dari hukum bacaan Mad Far'i yang berkaitan dengan bacaan waqaf adalah Mad Aridh Lissukun (Mad Aridh Lis-Sukun atau Mad Aridh Li as-Sukun). Apa pengertian dari hukum bacaan Mad Aridh Lissukun? Apa saja contoh-contoh hukum bacaan Mad Aridh Lissukun? Dan apa pertanyaan-pertanyaan seputar Mad Aridh Lissukun? Berikut ulasannya.

Pengertian Mad Aridh Lissukun

Secara bahasa, Mad Aridh Lissukun (مَدُّ عَارِضٍ لِلسًّكُوْنِ) terdiri dari 3 kata yaitu Mad, Aridh, dan Lissukun. Mad artinya panjang atau memanjangkan. Aridh bermakna tiba-tiba atau baru muncul. Sedangkan Lissukun yang merupakan gabungan dari Li dan as-Sukun, artinya sebab sukun.

Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Aridh Lissukun adalah memanjangkan bunyi huruf mad yang bertemu dengan huruf sukun karena waqaf. Cara membaca hukum bacaan Mad Aridh Lissukun dengan dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat.

Contoh Mad Aridh Lissukun

Contoh-contoh hukum bacaan Mad Aridh Lissukun dapat dengan mudah ditemukan di al-Quran. Biasanya hukum bacaan Mad Aridh Lissukun terletak di akhir ayat. Kadang ditemui juga di tengah-tengah ayat asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. 


Perhatikan contoh-contoh di bawah ini! Kata yang berwarna merah mengandung hukum bacaan Mad Aridh Lissukun. Masing-masing kata harus dibaca waqaf agar memenuhi syarat Mad Aridh Lissukun. Berikut contoh-contohnya:

1. QS An-Naba ayat 2
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

2. QS At-Takatsur ayat 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

3. QS Al-Buruj ayat 2
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Aridh Lissukun, yang mungkin juga merupakan pertanyaan para pembaca. Para pembaca atau pengunjung dapat mengajukan pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar.

Q : Berapa panjang hukum bacaan Mad Aridh Lissukun?
A : Panjang hukum bacaan Mad Aridh Lissukun adalah 2, 4, atau 6 harakat. Boleh memilih salah satu dari ketiga ukuran panjang. Dan harus konsisten ketika telah memilih salah satu dari ketiga ukuran panjang tersebut.

Q : Kenapa dinamakan Aridh Lissukun dalam hukum bacaan Mad Aridh Lissukun?
A : Aridh berarti tiba-tiba atau baru muncul. Dinamakan demikian karena hukum bacaan ini baru muncul atau terjadi jika memenuhi syaratnya. Dinamakan Lissukun karena syaratnya adalah sukun karena waqaf.

Makhraj Khaisyum Lengkap

Makhraj Khaisyum Lengkap -

Salah satu anggota tubuh yang juga merupakan tempat keluarnya huruf hijaiah adalah rongga hidung atau sering disebut sebagai khaisyum. Khaisyum juga seringkali menjadi makhraj yang kadangkala disalahpahami dimana ada yang menggunakan rongga hidung padahal tidak membaca huruf khaisyum.

Berapa banyak huruf yang tempat keluar (makhraj) nya melalui rongga hidung? Ada dua huruf yang tempat keluarnya berada di khaisyum yaitu huruf nun dan mim. Namun mungkin lebih tepat bila menyebut makhraj khaisyum merupakan tempat keluarnya dengung atau Ghunnah.

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya makhraj huruf nun dan mim sudah terdapat di tempat lain. Makhraj (tempat keluar) huruf nun berada di bagian lidah (lisan) tepatnya di ujung tepi lidah. Sedangkan makhraj huruf mim berada di bagian bibir tepatnya di syafatayn atau dua bibir bersamaan.

Berkenaan makhraj khaisyum, kedua huruf ini yakni nun dan mim juga masih memiliki sifat dengung entah itu sedikit atau banyak. Dan oleh karenanya, makhraj nun dan mim ini lebih dominan dimiliki oleh huruf nun dan mim bertasydid karena keduanya merupakan ghunnah tertinggi. Untuk lebih jelasnya, baca sifat Ghunnah atau klik di sini



Perhatikan syair Ibn Jazari berikut ini

وَغُـنَّــةٌ مَخْـرَجُـهَـا  الخَـيْـشُـومُ

dan Ghunnah, tempat keluarnya adalah khaisyum

Dari syair tersebut, nampak jelas bahwa makhraj Khaisyum dimiliki oleh huruf Ghunnah. Untuk membuktikan bahwa ghunnah itu ada, silahkan baca nun atau mim bertasydid dengan menutup hidung, maka niscaya pengucapan ghunnah nya tidak akan bisa karena makhraj nya tertutup. Wallahu a'lam..

Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2)

Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) -

Salah satu kitab Tajwid ringkas yang dapat dengan mudah dipelajari adalah kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini memiliki 88 halaman dan merupakan salah satu karya dari Dr. Muhammad Salim Muhaysin.

Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran di publish pada tahun 2002 M atau 1423 H oleh Dar Muhaysin li at-Thaba'ah wa an-Nashr wa at-Tawzigh di Kairo, Mesir. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini cukup mudah dibaca dan ringan dipelajari.


Dalam kitab nya, penulis tidak menemukan daftar isi Kitab yang terkadang diletakkan di bagian depan atau belakang Kitab. Berikut daftar Isi kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran yang penulis kumpulkan sesuai urutan dalam isi nya :

  1. Muqaddimah Ilmu Tajwid
  2. Isti'adzah
  3. Basmalah
  4. Nun sukun dan Tanwin
  5. Hukum Nun dan Mim bertasydid
  6. Hukum-hukum Mim sukun
  7. Hukum Lam AL
  8. Hukum Lam Fi'il
  9. Hukum Lam Hal dan Bal
  10. Mad dan Qashr
  11. Mad Lazim
  12. Mad Aridh Lissukun
  13. Bab Waqaf dan Ibtida
  14. Makharijul Huruf
  15. Laqab-laqab Huruf
  16. Sifat Huruf
  17. Pembagian Sifat Huruf
  18. Tafkhim dan Tarqiq
  19. Maqthu dan Mawshul
  20. Ha Ta'nis yang ditulis Ta
  21. Hamzah Washal
  22. Hadzf dan Itsbat

Dari 22 judul pembahasan di atas, penulis akan menampilkan uraian-uraian tertentu dan akan dibagi dalam 2 bagian atau artikel. Di ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) ini akan memaparkan sebagian dari daftar isi yang ada.

Para pembaca juga dapat melihat ringkasan kitab-kitab tajwid lainnya atau dapat juga melihat daftar kitab-kitab tajwid yang juga menjadi bahan bacaan penulis, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

8. Maqthu dan Mawshul

Yang dimaksud dengan Maqthu adalah kata yang terpisah dari kata selanjutnya dalam segi rasm ustmani. Para ulama telah membahas masalah ini dan menjelaskan kata-kata yang termasuk maqhtu dan mawshul. 

Faedah mengetahui hal ini adalah agar pembaca mengetahui cara waqaf. Pembaca bisa waqaf pada kata maqthu jika perlukan, sedangkan di kata mawshul tidak diperbolehkan waqaf. Misalnya kata mawshul berupa alla yang merupakan gabungan dari an dan la. Total ada 10 alla mawshul

9. Ha Ta'nis yang ditulis ta

Ketahuilah bahwa ha ta'nis apabila berada pada fi'il atau kata kerja, maka ditulis dengan ta maftuhah atau terbuka. Sedangkan jika ia berada pada isim atau kata benda, maka ditulis dengan ta' marbuthah dan jika waqaf maka terbaca ha sukun. Oleh karena itu ia disebut ha ta'nis.

Namun diantara sekian banyak ha ta'nis yang berada pada isim atau kata benda, terdapat pengecualian pada 16 kata. Pada 16 kata yang dimaksud, penulisan ha ta'nis tidak lagi berupa ta' marbuthah melainkan ditulis ta maftuhah sehingga ketika waqaf pun terbaca ta sukun.


10. Hamzah Washal

Ketahuilah bahwasanya tidak mungkin membaca pada kata yang diawali sukun, sebagaimana tidak mungkin membaca waqaf sukun dengan harakat sempurna. Oleh karena itu, sebuah kata perlu diawali dengan harakat. Seandainya ada kata yang diawali sukun maka perlu dihadirkan alif yang kemudian disebut hamzah washal.

Hamzah washal adalah hamzah yang terbaca saat di awal namun tidak terbaca saat berada di tengah-tengah. Hamzah washal bisa berada di kata isim, fi'il, maupun huruf. Berikut cara membaca hamzah washal dalam kitab ini

  1. Jika hamzah washal berada pada isim ma'ruf berupa al maka hamzah washal dibaca fathah
  2. Jika hamzah washal berada pada isin nakirah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Dan ini hanya terdapat pada 7 kata dalam al-Quran
  3. Jika hamzah washal berada pada fi'il amr atau kata kerja perintah, maka perlu diperhatikan huruf ketiganya. Jika huruf ketiga berharakat fathah atau kasrah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah, maka hamzah washal dibaca dhammah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah aridhah, maka hamzah washal dibaca kasrah.
  4. Jika hamzah washal berada pada fiil madhi atau kata kerja lampau maka hamzah washal berharakat kasrah.

Perhatian! Jika hamzah washal berada di antara hamzah istifham dan lam ta'rif maka hamzah washal diganti dengan alif dan dibaca panjang 6 harakat karena bertemunya dua sukun. Atau bisa juga dibaca tashil antara alif dan hamzah.

Demikian artikel berjudul Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2). Ringkasan-ringkasan berikutnya akan dipaparkan di artikel Bagian kedua. Anda juga dapat membaca ringkasan kitab-kitab lainnya, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2)

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2) -

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.

Hukum bacaan Qalqalah Sughra adalah apabila ada huruf qalqalah sukun di tengah kata. Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf qalqalah yang sukun. Dan dengan memperhatikan huruf yang tebal dan tipisnya.

Contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra cukup mudah ditemukan dalam al-Quran. Begitu pula contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di Juz 30. Oleh karena itu, penulis sengaja membagi contoh-contohnya ke dalam beberapa bagian. Bagian 2 ini dari surat Al-Ghasyiyah hingga An-Naba.

Berikut contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Qalqalah Sughra. Sedangkan yang di dalam kurung adalah huruf qalqalah nya. Perhatikan contoh-contoh ini :

1. QS Al-Ghasyiyah ayat 16 (huruf ba sukun)

وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ 

2. QS Al-Ala ayat 6 (huruf qaf sukun)

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ 

3. QS Al-A'la ayat 14 (huruf dal sukun)

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى

4. QS Al-A'la ayat 17 (huruf ba sukun)  

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

5. QS Al-A'la ayat 19 (huruf ba sukun)

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى


6. QS At-Thariq ayat 2 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُ

7. QS At-Thariq ayat 3 (huruf jim sukun)

النَّجْمُ الثَّاقِبُ

8. QS At-Thariq ayat 8 (huruf jim sukun)

اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌ

9. QS At-Thariq ayat 9 (huruf ba sukun)

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُ

10. QS At-Thariq ayat 11 (huruf jim sukun)

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

11. QS At-Thariq ayat 12 (huruf dal sukun)

وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ

12. QS Al-Buruj ayat 11 (huruf jim sukun)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ

13. QS Al-Buruj ayat 12 (huruf tha sukun)

اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ 

14. QS Al-Buruj ayat 13 (huruf ba sukun)

اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ

15. QS Al-Insyiqaq ayat 6 (huruf dal sukun)

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِ

16. QS Al-Insyiqaq ayat 11 (huruf dal sukun)

فَسَوْفَ يَدْعُوْ ثُبُوْرًا

17. QS Al-Insyiqaq ayat 16 (huruf qaf sukun)

فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِ

18. QS Al-Insyiqaq ayat 25 (huruf jim sukun)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ

19. QS Al-Muthaffifin ayat 4 (huruf ba sukun)

اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ

20. QS Al-Muthaffifin ayat 8 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌ

21. QS Al-Muthaffifin ayat 18 (huruf ba sukun)

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ

22. QS Al-Muthaffifin ayat 19 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَ

23. QS Al-Muthaffifin ayat 22 (huruf ba sukun)

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ

24. QS Al-Muthaffifin ayat 29 (huruf jim sukun)

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ

25. QS Al-Infithar ayat 13 (huruf ba sukun)

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ

26. QS Al-Infithar ayat 17 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

27. QS Al-Infithar ayat 18 (huruf dal sukun)

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

28. QS At-Takwir ayat 15 (huruf qaf sukun)

فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ

29. QS At-Takwir ayat 18 (huruf ba sukun)

وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَ

30. QS At-Takwir ayat 22 (huruf jim sukun)

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ

31. QS At-Takwir ayat 23 (huruf dal sukun)

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِ

32. QS Abasa ayat 3 (huruf dal sukun)

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓ

33. QS Abasa ayat 19 (huruf tha sukun)

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗ

34. QS Abasa ayat 21 (huruf qaf sukun)

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗ

35. QS Abasa ayat 23 (huruf qaf sukun)

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗ


36. QS Abasa ayat 25 (huruf ba sukun)

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّا

37. QS Abasa ayat 26 (huruf qaf sukun)

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّا

38. QS Abasa ayat 39 (huruf ba sukun)

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ 

39. QS An-Naziat ayat 3 (huruf ba sukun)

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا

40. QS An-Naziat ayat 4 (huruf ba sukun)

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا

41. QS An-Naziat ayat 9 (huruf ba sukun)

اَبْصَارُهَا خَاشِعَة

42. QS An-Naziat ayat 13 (huruf jim sukun)

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ

43. QS An-Naziat ayat 17 (huruf ba sukun)

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى

44. QS An-Naziat ayat 22 (huruf dal sukun)

ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰى

45. QS An-Naziat ayat 26 (huruf ba sukun)

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى 

46. QS An-Naba ayat 6 (huruf jim sukun)

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًا

47. QS An-Naba ayat 8 (huruf qaf sukun)

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًا

48. QS An-Naba ayat 12 (huruf ba sukun)

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

49. QS An-Naba ayat 19 (huruf ba sukun)

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًا


Demikian artikel berjudul "Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2)". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar.

10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran

10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran -

Ketika membaca al-Quran, seringkali kita menemukan tanda-tanda waqaf yang bertebaran dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya. Namun ada salah satu jenis waqaf yang tidak diberikan tanda khusus sebagaimana waqaf lainnya. Ia adalah waqaf jibril. Apa pengertian dari Waqaf Jibril? Apa saja contoh-contohnya? Berikut ulasannya.

Pengertian Waqaf Jibril

Secara bahasa, Waqaf Jibril terdiri dari dua kata yaitu Waqaf dan Jibril. Waqaf artinya berhenti, sedangkan Jibril yang dimaksud adalah malaikat Jibril. Waqaf Jibril juga sering disebut sebagai Waqaf Sunnah. Secara istilah, Waqaf Jibril adalah tempat berhentinya malaikat Jibril ketika membacakan al-Quran kepada Nabi Muhammad.

Pembahasan terkait Waqaf Jibril bisa ditemukan di kitab Manar al-Huda fi Bayan al-Waqf wa al-Ibtida karya as-Sakhawi atau kitab Hidayat al-Bari ila Tajwid Kalam al-Bari. Waqaf Jibril sendiri masih terdapat beberapa perbedaan pendapat, baik dari segi eksistensinya maupun kuantitasnya.

Cara membaca Waqaf Jibril sama dengan Waqaf Hasan, yaitu berhenti (waqaf) di suatu kata, lalu cukup memulai (ibtida) dari kata berikutnya dan tanpa mengulang kata sebelumnya. Waqaf Jibril dikategorikan sebagai Waqaf Hasan karena sudah cukup sempurna maknanya.

Contoh-Contoh Waqaf Jibril



Sebagaimana disebut di awal, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah (kuantitas) Waqaf Jibril yang ada di dalam al-Quran serta ayatnya. Berikut ini dipaparkan 10 contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran yang dikutip dari kitab Manar al-Huda fi Bayan al-Waqf wa al-Ibtida karya as-Sakhawi atau kitab Hidayat al-Bari ila Tajwid Kalam al-Bari.

Berikut 10 (sepuluh) contoh waqaf Jibril dalam al-Quran beserta nama surat dan nomor ayatnya. Kata yang berwarna merah merupakan kata yang dibaca waqaf, sehingga pembaca berhenti pada kata berwarna merah dan melanjutkan bacaan pada kata berikutnya tanpa membaca lagi kata berwarna merah.

1. QS Al-Baqarah ayat 148 (tengah ayat)

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

2. QS Ali Imran ayat 95 (tengah ayat)

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

3. QS Al-Maidah ayat 48 (tengah ayat)

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

4. QS Al-Maidah ayat 116 (tengah ayat)

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

5. QS Yusuf ayat 108 (tengah ayat)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

6. QS Ar-Ra'd ayat 17 (akhir ayat)

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

7. QS An-Nahl ayat 5 (akhir ayat)

وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

8. QS As-Sajdah ayat 18 (tengah ayat)

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ


9. QS An-Naziat ayat 23 (tengah ayat)

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ

10. QS Al-Qadr ayat 3 (akhir ayat)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Demikian artikel singkat berjudul "10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran". Semoga bermanfaat...