Mengenal Mushaf Standar Indonesia

Mengenal Mushaf Standar Indonesia -

Dewasa ini, perhatian masyarakat akan beragam mushaf al-Quran mulai tumbuh. Setidaknya terdapat dua macam mushaf al-Quran yang paling banyak beredar di kalangan masyarakat, yaitu mushaf standar Indonesia dan mushaf Madinah. Apa itu mushaf standar Indonesia?

Mushaf Standar Indonesia

Mushaf al-Quran Standar Indonesia (disingkat menjadi Mushaf Standar Indonesia) adalah mushaf al-Quran yang bentuk rasm, syakl, dhabth, dan waqaf nya sesuai standar atau hasil kesepakatan musyawarah Ulama al-Quran Indonesia.

Empat poin yang menjadi konsentrasi dan pembeda antara Mushaf Standar Indonesia dengan mushaf lainnya adalah rasm (penulisan batang huruf), syakl (harakat), dhabth (tanda baca), dan tanda waqaf. Keempat konsentrasi tersebut telah dimusyarahkan oleh para Ulama al-Quran di Indonesia dalam musyawarah Kerja (muker) selama 9 tahun.

Munculnya Mushaf Standar Indonesia memiliki beberapa tujuan. Pertama, sebagai pedoman tashih mushaf al-Quran di Indonesia. Kedua, untuk menyeragamkan tashih mushaf al-Quran di Indonesia. Dan ketiga, agar para penerbit mushaf al-Quran di Indonesia menggunakan Mushaf Standar Indonesia.

Dengan kata lain, Mushaf Standar Indonesia adalah mushaf yang dijadikan acuan dan pedoman  dalam penerbitan mushaf al-Quran di Indonesia dan telah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini diwakili dan diawasi oleh LPMQ atau Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran.

Mushaf Standar Indonesia berbeda dengan Mushaf Madinah (Saudi) dalam keempat hal yang telah disebutkan. Namun dalam perkara rasm, khususnya rasm utsmani, apakah Mushaf Madinah lebih sesuai dengan rasm ustmani? Jawabannya, tidak.

Rasm Ustmasi memiliki banyak riwayat dan yang paling populer adalah riwayat Imam Abu Amr ad-Dani dan Imam Abu Dawud. Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah sama-sama menggunakan rasm utsmani. Perbedaannya, Mushaf Standar Indonesia lebih men-tarjih pendapat Imam Abu Amr ad-Dani. Sedangkan Mushaf Madinah lebih men-tarjih pendapat Imam Abu Dawud.



Macam-macam Mushaf Standar Indonesia

Dari hasil Musyawarah Kerja selama 9 tahun yang dilakukan para Ulama al-Quran Indonesia, telah menetapkan aturan baku untuk 3 jenis Mushaf Standar Indonesia. Ketiga jenis Mushaf Standar Indonesia itu dibedakan sesuai kategori pembaca al-Quran.

Ketiga jenis Mushaf Standar Indonesia itu adalah

1. Mushaf Standar Utsmani
2. Mushaf Standar Bahriyah
3. Mushaf Standar Braille

Mushaf Standar Utsmani adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya mengikuti kaidah rasm atau riwayat Imam Abu Amr ad-Dani. Mushaf Standar Usmani inilah yang dijadikan mushaf al-Quran umum untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Mushaf Standar Utsmani ini ditujukan atau segmentasinya untuk kalangan umum atau semua masyarakat. Dan penunjukan kata Mushaf Standar Indonesia yang ada di situs ini juga merujuk pada Mushaf Standar Utsmani.

Mushaf Standar Bahriyah adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya mengikuti kaidah rasm imla'i atau qiyasi dan beberapa kata tertentu menggunakan rasm utsmani. Mushaf Standar Bahriyah berbeda dengan Mushaf Standar Utsmani dalam beberapa hal.

Mushaf Standar Bahriyah seringkali disebut mushaf pojok (setiap akhir halaman terdapat akhir ayat) meskipun sekarang Mushaf Standar Utsmani juga melakukan hal yang sama. Mushaf Standar Bahriyah ditujukan untuk para penghafal al-Quran.

Mushaf Standar Braille adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya menggunakan kode-kode Braille. Kode-kode Braille merupakan konfigurasi dari 6 titik timbul. Mushaf Standar Braille ditujukan untuk para tunanetra.

Contoh Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal di Juz 30

Contoh Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal di Juz 30 -

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.


Hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal adalah mad bertemu dengan tasydid dalam satu kata. Cara membacanya adalah dengan dibaca panjang sekitar 3 alif atau 6 harakat. Selain disebut Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal, ada juga yang mengatakan Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi atau Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal.

Contoh hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal tidak banyak ditemukan di dalam al-Quran. Namun untuk mencari nya juga tidak sulit. Untuk mencari hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal, perhatikan tanda layar mad dan setelahnya terdapat tanda tasydid.

Berikut contoh hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Tidak banyak contoh Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal di Juz 30. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal.

1. QS An-Naziat ayat 34

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلْكُبْرَىٰ


2. QS Abasa ayat 33

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ

3. QS Al-Muthaffifin ayat 32

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ

4. QS Al-Fajr ayat 18

وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ

5. QS Ad-Dhuha ayat 7

وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ

Demikian artikel berjudul "Contoh Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal di Juz 30". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di situs ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar di bawah ini.

Contoh Mad Badal di Juz 30 Lengkap

Contoh Mad Badal di Juz 30 Lengkap - 

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Mad Badal. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Mad Badal kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Mad Badal yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.


Hukum bacaan Mad Badal adalah hamzah bertemu huruf mad yang huruf mad itu merupakan pengganti dari hamzah sukun. Perubahan hamzah sukun menjadi huruf Mad ditentukan oleh harakat huruf hamzah yang pertama.

Contoh hukum bacaan Mad Badal dapat ditemukan di beberapa ayat. Untuk dapat mencari Mad Badal dengan mudah, cukup perhatikan huruf hamzah yang bertemu huruf Mad. Apabila ada huruf hamzah yang bertemu Mad maka semuanya dihukum Mad Badal, meskipun ada juga yang membagi menjadi dua yaitu Mad Badal dan yang serupa dengan Mad Badal.

Berikut contoh hukum bacaan Mad Badal dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Mad Badal. Sedangkan yang berada dalam kurung adalah uraian nya. Perhatikan juga ada yang satu ayat terdapat 2 hukum Mad Badal.

1. QS Quraisy ayat 1 (hamzah bertemu ya mad)

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍ

2. QS Quraisy ayat 2 (hamzah bertemu ya mad)

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ

3. QS Quraisyh ayat 4 (hamzah bertemu alif mad)

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ

4. QS Al-Ashr ayat 3 (hamzah bertemu alif mad)

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

5. QS Al-Bayyinah ayat 4 (hamzah bertemu wawu mad)

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ 

6. QS Al-Bayyinah ayat 7 (hamzah bertemu alif mad)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

7. QS Al-Alaq ayat 7 (hamzah bertemu alif mad)

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى

8. QS At-Tin ayat 6 (hamzah bertemu alif mad)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ

9 dan 10. QS Ad-Dhuha ayat 4 (hamzah bertemu alif mad, (hamzah bertemu wawu mad))

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى

11. QS Ad-Dhuha ayat 6 (hamzah bertemu alif mad)

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰى

12 dan 13. QS Al-Lail ayat 13 (hamzah bertemu alif mad, hamzah bertemu wau mad)

وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰى

14. QS Al-Balad ayat 17 (hamzah bertemu alif mad)

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

15. QS Al-Balad ayat 19 (hamzah bertemu alif mad)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِ

16. QS Al-Ghasyiyah ayat 5 (hamzah bertemu alif mad)

تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ

17. QS Al-A'la ayat 17 (hamzah bertemu alif mad)

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

18. QS Al-A'la ayat 18 (hamzah bertemu wawu mad)

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى

19. QS Al-Buruj ayat 11 (hamzah bertemu alif mad)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ

20. QS Al-Buruj ayat 21 (hamzah bertemu alif mad)

بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌ

21. QS Al-Insyiqaq ayat 7 (hamzah bertemu wawu mad)

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ

22. QS Al-Insyiqaq ayat 10 (hamzah bertemu wawu mad)

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَاۤءَ ظَهْرِهٖ


23. QS Al-Insyiqaq ayat 21 (hamzah bertemu alif mad)

وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ

24. QS Al-Insyiqaq ayat 25 (hamzah bertemu alif mad)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ

25. QS Al-Muthaffifin ayat 13 (hamzah bertemu alif mad)

اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ

26. QS Al-Muthaffifin ayat 29 (hamzah bertemu alif mad)

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ

27. QS Al-Muthaffifin ayat 34 (hamzah bertemu alif mad)

فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَ

28. QS At-Takwir ayat 8 (hamzah bertemu wawu mad)

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ

29. QS At-Takwir ayat 23 (hamzah bertemu alif mad)

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِ

30. QS At-Takwir ayat 29 (hamzah bertemu wawu mad)

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

31 dan 32. QS An-Naziat ayat 25 (hamzah bertemu alif mad, hamzah bertemu wawu mad)

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰى

33. QS An-Naziat ayat 38 (hamzah bertemu alif mad)

وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا

34. QS An-Naba ayat 22 (hamzah bertemu alif mad)

لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًا

35. QS An-Naba ayat 28 (hamzah bertemu alif mad)

وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًا

36. QS An-Naba ayat 39 (hamzah bertemu alif mad)

ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا

Demikian artikel berjudul "Contoh Mad Badal di Juz 30". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar di bawah ini.

Idzhar Riwayah

Idzhar Riwayah -

Dari sekian banyak hukum bacaan Idzhar yang dipelajari, mungkin sebagian masih merasa asing saat mendengar kata Idzhar Riwayah. Beberapa hukum bacaan Idzhar yang sering diketahui adalah Idzhar Halqi, Idzhar Syafawi, dan Idzhar Qamari. Lalu apa itu Idzhar Riwayah?

Pengertian Idzhar Riwayah

Secara bahasa, Idzhar Riwayah (إِظْهَارٌ رِوَايَةً) terdiri dari dua kata yaitu Idzhar dan Riwayah. Idzhar artinya jelas atau menjelaskan, sedangkan riwayah artinya cerita atau periwayatan. Secara istilah Ilmu Tajwid, Idzhar Riwayah adalah menjelaskan bunyi nun sukun karena menjaga periwayatan.


Idzhar Riwayah ini masih satu jalur dengan hukum-hukum bacaan dalam nun sukun karena sama-sama membahas nun sukun. Lalu apa yang dimaksud dengan "menjaga periwayatan"? Riwayat bacaan yang dimaksud adalah bacaan Hafsh dari jalur Syathibi.

Bacaan riwayat Hafsh jalur Syathibi merupakan bacaan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan kata lain, masyarakat yang sudah terbiasa memakai bacaan ini, tentu juga akan menggunakan Idzhar Riwayah. Sedangkan bagi yang menggunakan bacaan lain, terdapat perbedaan.

Cara membaca Idzhar Riwayah adalah dengan membaca jelas nun sukun nya. Adapun contoh dari Idzhar Riwayah akan dipaparkan di sub pembahasan berikutnya. Idzhar Riwayah ini juga hanya terjadi jika membaca washal (sambung) ke kata berikutnya.

Selain dinamakan Idzhar Riwayah, ada juga yang memberi nama menjadi Idzhar Syadz. Syadz bermakna ganjil. Idzhar Syadz adalah hukum bacaan Idzhar yang melenceng atau berbeda dari bacan Idzhar biasanya.

Idzhar Syadz ini nanti nya terbagi menjadi dua: dalam satu kata dan antara dua kata. Untuk Idzhar Syadz dalam satu kata, ini biasa dikenal dengan nama Idzhar Mutlaq atau Idzhar Wajib. Sedangkan Idzhar Syadz yang terjadi di antara dua kata merupakan Idzhar Riwayah yang sedang dibahas saat ini.

Contoh-Contoh

Contoh-contoh hukum bacaan Idzhar Riwayah tidak banyak di dalam al-Quran. Bacaan Idzhar Riwayah terdapat di dua tempat. Pertama, di surat Yasin ayat 1 disambung ke ayat 2. Kedua, di surat an-Naml ayat pertama.

Bacaan Idzhar Riwayah di QS Yasin ayat 1-2 :
يس () وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ ()

Bacaan Idzhar Riwayah di QS an-Naml ayat 1 :
طس ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ

Perhatikan 2 kata yang telah diberi warna merah. Apabila Anda ingin melanjutkan dari kata pertama disambung dengan kata kedua, maka akan terjadi bunyi nun sukun (lihat cara membaca fawatihus suwar) yang bertemu huruf setelahnya.

Di surat Yasin terdapat nun sukun bertemu wawu yang seharusnya dibaca Idgham Bi Ghunnah, sedangkan di surat an-Naml terdapat nun sukun bertemu ta' yang seharusnya dibaca Ikhfa Haqiqi. Namun kedua tetap dibaca jelas suara nun sukun nya karena Idzhar Riwayah.

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Idzhar Riwayah yang penulis kumpulkan dan juga mungkin sebagai tambahan informasi bagi para pembaca. Untuk pertanyaan Idzhar Riwayah lain, silahkan tulis di kolom komentar.

Q : Mengapa Idzhar ini dinamakan Idzhar Riwayah? 
A : Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Idzhar seperti ini dinamakan Idzhar Riwayat karena tujuannya menjaga riwayat bacaan dari (riwayat) Hafsh jalur (thariq) Syathibi. Ada juga yang menyebutnya sebagai Idzhar Syadz.

Q : Dari mana sumber kitab yang bisa dibaca?
A :Untuk sumber nya, Anda bisa bertalaqqi pada guru al-Quran atau mencari referensi kitab-kitab tajwid. Misalnya kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid bi Riwayat Hafsh 'an Ashim ibn Abu an-Nujud min Thariq as-Syathibiyyah karya Abdurrahman bin Sa'dullah Aytani.

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-1)

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-1)

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.


Hukum bacaan Qalqalah Sughra adalah apabila ada huruf qalqalah sukun di tengah kata. Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf qalqalah yang sukun. Dan dengan memperhatikan huruf yang tebal dan tipisnya.

Contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra cukup mudah ditemukan dalam al-Quran. Begitu pula contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di Juz 30. Oleh karena itu, penulis sengaja membagi contoh-contohnya ke dalam beberapa bagian. Bagian 1 ini dari surat Al-Fajr hingga An-Nas.

Berikut contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Qalqalah Sughra. Sedangkan yang di dalam kurung adalah huruf qalqalah nya. Perhatikan contoh-contoh ini :

1. QS Al-Ikhlas ayat 3 (huruf dal sukun)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
2. QS Al-Lahab ayat 5 (huruf ba sukun)
فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ
3. QS An-Nashr ayat 2 (huruf dal sukun)
وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا
4. QS Al-Kautsar ayat 3 (huruf ba sukun)
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
5. QS Quraisy ayat 4 (huruf tha sukun)
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
6. QS Al-Fiil ayat 2 (huruf jim sukun)
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
7. QS Al-Humazah ayat 5 (huruf dal sukun)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
8. QS Al-Ashr ayat 3 (huruf ba sukun)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
9. QS Al-Qari'ah ayat 3 (huruf dal sukun)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
10. QS Al-Qari'ah ayat 10 (huruf dal sukun)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
11. QS Al-Adiyat ayat 1 (huruf ba sukun)
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
12. QS Al-Adiyat ayat 2 (huruf dal sukun)
فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا
13. QS Al-Adiyat ayat 3 (huruf ba sukun)
فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا
14. QS Al-Adiyat ayat 4 (huruf qaf sukun)
فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا
15. QS Al-Adiyat ayat 5 (huruf tha sukun)
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا
16 dan 17. QS Al-Bayyinah ayat 8 (huruf dal sukun, huruf jim sukun)
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
18. QS Al-Qadr ayat 1 (huruf dal sukun)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
19 dan 20. QS Al-Qadr ayat 2 (huruf dal sukunhuruf dal sukun)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
21. QS Al-Qadr ayat 3 (huruf dal sukun)
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
22 dan 23. QS Al-Qadr ayat 5 (huruf tha sukun, huruf jim sukun)
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
24. QS Al-Alaq ayat 1 (huruf qaf sukun)
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
25. QS Al-Alaq ayat 3 (huruf qaf sukun)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
26. QS Al-Alaq ayat 6 (huruf tha sukun)
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ
27. QS Al-Alaq ayat 8 (huruf jim sukun)
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ
28. QS Al-Alaq ayat 10 (huruf ba sukun)
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ
29. QS Al-Alaq ayat 12 (huruf qaf sukun)
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ
30. QS Al-Alaq ayat 17 (huruf dal sukun)
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ
31. QS Al-Alaq ayat 18 (huruf dal sukun)
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
32 dan 33. QS Al-Alaq ayat 19 (huruf dal sukun, huruf qaf sukun)
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
34, 35, dan 36. QS At-Tin ayat 4 (huruf dal sukun, huruf qaf sukun, huruf qaf sukun)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
37. QS At-Tin ayat 5 (huruf dal sukun)
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
38. QS At-Tin ayat 6 (huruf jim sukun)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
39. QS Al-Insyirah ayat 1 (huruf dal sukun)
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
40. QS Ad-Dhuha ayat 6 (huruf dal sukun)
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
41. QS Ad-Dhuha ayat 9 (huruf qaf sukun)
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
42. QS Al-Lail ayat 19 (huruf jim sukun)
وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ
43. QS Al-Lail ayat 20 (huruf ba sukun)
إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ
44. QS As-Syams ayat 8 (huruf qaf sukun)
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
45. QS As-Syams ayat 9 (huruf dal sukun)
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
46. QS As-Syams ayat 10 (huruf dal sukun)
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
47. QS As-Syams ayat 13 (huruf qaf sukun)
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا
48. QS As-Syams ayat 15 (huruf qaf sukun)
وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا
49. QS Al-Balad ayat 1 (huruf qaf sukun)
لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
50 dan 51. QS Al-Balad ayat 4 (huruf dal sukun, huruf qaf sukun)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
52. QS Al-Balad ayat 5 (huruf qaf sukun)
أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ
53. QS Al-Balad ayat 8 (huruf jim sukun)
أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ
54. QS Al-Balad ayat 10 (huruf jim sukun)
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
55. QS Al-Balad ayat 11 (huruf qaf sukun)
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
56. QS Al-Balad ayat 12 (huruf dal sukun)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ
57. QS Al-Balad ayat 14 (huruf tha sukun)
أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ
57. QS Al-Balad ayat 15 (huruf qaf sukun)
يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ
58. QS Al-Balad ayat 17 (huruf ba sukun)
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
59. QS Al-Fajr ayat 1 (huruf jim sukun)
وَالْفَجْرِ
60. QS Al-Fajr ayat 5 (huruf jim sukun)
هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ
61. QS Al-Fajr ayat 8 (huruf qaf sukun)
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ
62. QS Al-Fajr ayat 15 (huruf ba sukun)
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
63. QS Al-Fajr ayat 16 (huruf ba sukun)
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
64. QS Al-Fajr ayat 27 (huruf tha sukun)
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
65. QS Al-Fajr ayat 29 (huruf dal sukun)
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
66. QS Al-Fajr ayat 30 (huruf dal sukun)
وَادْخُلِي جَنَّتِي

Demikian artikel berjudul "Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-1)". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar.

Contoh Ikhfa Syafawi Juz 29 Lengkap

Contoh Ikhfa Syafawi Juz 29 Lengkap -

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Ikhfa Syafawi. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Ikhfa Syafawi kali ini, merupakan juz lanjutan setelah juz 30. Artinya kita lanjutkan hukum bacaan Ikhfa Syafawi yang ada di juz 29 atau dimulai dari surat al-Mulk hingga surat al-Mursalat. Artikel ini dibuat atas request para pembaca.


Hukum bacaan Ikhfa Syafawi adalah apabila ada mim sukun bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membacanya adalah dengan menyamarkan suara mim sukun ketika bertemu huruf ba dan disertai dengan suara dengung.

Contoh hukum bacaan Ikhfa Syafawi tidak begitu banyak dibanding hukum bacaan lainnya dalam bab Mim Sukun. Begitu pula contoh hukum bacaan Ikhfa Syafawi yang ada di Juz 29, penulis temukan ada 8 contoh saja.

Berikut contoh hukum bacaan Ikhfa Syafawi dalam Juz 29 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Ikhfa Syafawi. Perhatikan contoh-contoh ini :

1. QS Al-Mulk ayat 12 (mim sukun bertemu ba')
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

2. QS Al-Mulk ayat 27 (mim sukun bertemu ba')
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

3. QS Al-Mulk ayat 30 (mim sukun bertemu ba')
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

4. QS Al-Qalam ayat 40 (mim sukun bertemu ba')
سَلْهُمْ أَيُّهُمْ بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ

5. QS Al-Ma'arij ayat 33 (mim sukun bertemu ba')
وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

6. QS Nuh ayat 12 (mim sukun bertemu ba')
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

7. QS Al-Insan ayat 12 (mim sukun bertemu ba')
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

8. QS Al-Insan ayat 15 (mim sukun bertemu ba')
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

Demikian artikel berjudul "Contoh Ikhfa Syafawi Juz 29 Lengkap". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar, sebagaimana artikel ini juga hasil request para pembaca.

Soal Pilihan Ganda Mim Sukun

Soal Pilihan Ganda Mim Sukun -

Apakah Anda mencari soal-soal Ilmu Tajwid, terutama mengenai bab Nun Sukun dan Tanwin? Maka di sinilah tempatnya. Berikut ini adalah soal pilihan ganda tentang bab Nun Sukun dan Tanwin yang penulis buat sendiri.

1. Dalam bab mim sukun, terdapat berapa hukum bacaan?
a. 2 hukum bacaan
b. 3 hukum bacaan
c. 4 hukum bacaan
d. 5 hukum bacaan


2. Apabila ada mim sukun bertemu huruf kaf (ك) maka hukum bacaan nya adalah....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

3. Berikut ini adalah huruf-huruf Idzhar Syafawi,.....
a.  ت dan ب
b.  ي dan م
c.  ن dan و
d.  م dan ن

4. Syafawi artinya....
a. Tenggorokan
b. Jelas
c. Bibir
d. Lidah

5. Hukum bacaan mim sukun yang terdapat dalam (وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ) adalah.....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

6. (الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ) Dalam ayat tersebut, terdapat hukum bacaan mim sukun berupa...
a. Idzhar Syafawi dan Ikhfa Haqiqi
b. Idgham Mimi dan Idgham Mimi
c. Idgham Mimi dan Ikhfa Haqiqi
d. Ikhfa Haqiqi dan Idzhar Halqi

7. Ayat manakah yang terdapat hukum bacaan Idzhar Syafawi?
a. (تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ)

b. (ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ)

c. (خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ)

d. (فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا)

8. Perhatikan ayat di bawah ini dan hitung berapa hukum bacaan mim sukun di dalamnya!

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

a. 3 hukum bacaan
b. 4 hukum bacaan
c. 5 hukum bacaan
d. 7 hukum bacaan

9. Sebutkan hukum bacaan mim sukun secara berurutan sesuai dalam ayat di bawah ini!

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

a. Idzhar Syafawi, Idgham Bi Ghunnah, dan Idgham Mimi
b. Idgham Bi Ghunnah, Idzhar Syafawi, dan Idgham Mimi
c. Idzhar Syafawi dan Idgham Mimi
d. Idzhar Syafawi dan Ikhfa Syafawi

10. Idgham Mitsli adalah nama lain dari hukum bacaan....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

11. Manakah pernyataan berikut yang benar?
a. Apabila mim sukun bertemu mim maka dibaca Ikhfa Syafawi
b. Cara membaca Idzhar Syafawi adalah dengan menambahkan dengung pada huruf mim sukun
c. Apabila mim sukun bertemu ba' maka dibaca Idgham Mimi
d. Cara membaca Ikhfa Syafawi adalah dengan menyamarkan bunyi mim sukun disertai dengung

12. Hukum bacaan mim sukun pada (تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ) adalah.....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

13. Hukum bacaan mim sukun pada (أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ) adalah.....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

14. Hukum bacaan mim sukun pada (وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ) adalah.....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi

15. Hukum bacaan mim sukun pada (فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ) adalah.....
a. Idzhar Syafawi
b. Ikhfa Syafawi
c. Idgham Mimi
d. Ikhfa Haqiqi


Demikian artikel yang berjudul "Soal Pilihan Ganda Mim Sukun". Artikel ini dibuat untuk latihan menguasai Ilmu Tajwid. Anda juga dapat melihat soal-soal lainnya di situs ini. Untuk kunci jawaban, silahkan hubungi penulis (bisa inbox via Fanpage FB di pojok kanan atau WA yang ada di sini).

Mad Thabi`i atau Mad Asli Lengkap

Mad Thabi'i atau Mad Asli Lengkap -

Hukum bacaan paling pertama yang dipelajari dalam bab Mad adalah Mad Thabi'i. Pembelajaran dan pemahaman akan mad Thabi'i ini penting karena inilah dasar dalam memahami hukum-hukum Mad lainnya. Apa pengertian Mad Thabi'i? Bagaimana cara membacanya? Berikut ulasannya.

Pengertian Mad Thabi'i

Secara bahasa, Mad Thabi'i terdiri dari dua kata yaitu Mad dan Thabi'i. Mad berarti panjang, sedangkan Thabi'i berarti alami. Kadang juga Mad Thabi'i disebut dengan nama lain, misalnya Mad Asli. Mad berarti panjang, sedangkan Asli berarti asal.


Secara istilah ilmu tajwid, hukum bacaan Mad Thabi'i adalah bunyi panjang (mad) yang huruf mad nya tidak akan bisa muncul kecuali dengan adanya mad tersebut. Atau dengan kata lain, Mad Thabi'i tidak bergantung pada sebab dan hanya ada karena adanya huruf-huruf mad.

Huruf-huruf Mad ada 3 yaitu alif, wawu, dan ya'. Ketiga huruf tersebut dibaca Mad Thabi'i dengan kondisi-kondisi tertentu. Yaitu jika sebelum alif terdapat huruf berharakat fathah, sebelum wawu sukun terdapat huruf berharakat dhammah, dan sebelum ya' sukun terdapat huruf berharakat kasrah.

Cara membaca hukum bacaan Mad Thabi'i adalah dengan memanjangkan sekitar 1 alif atau 2 harakat. Hati-hati dalam membaca panjang Mad Thabi'i agar tidak kurang atau bahkan lebih dari 2 harakat. Hal ini kadang terjadi saat membaca Mad Thabi'i yang terletak di akhir ayat.

Dalam kitab Taysir ar-Rahman, terdapat pembagian Mad Thabi'i menjadi dua macam yaitu Mad Thabi'i Kalimi dan Mad Thabi'i Harfi. Mad Thabi'i Kalimi adalah Mad Thabi'i yang terjadi dalam suatu kata.

Dalam gambar bagan Mad di atas, terdapat turunan Mad Thabi'i yang panjangnya sama dengan panjang Mad Thabi'i seperti Mad Shilah Qashirah, Mad Badal, Mad Iwadh, dan Mad Tamkin. Pembahasan mad-mad tersebut akan dijelaskan masing-masing dan bisa dipisahkan dengan Mad Thabi'i Kalimi ini.

Sedangkan Mad Thabi'i Harfi adalah Mad Thabi'i yang terjadi dalam bentuk huruf. Mad Thabi'i Harfi ini hanya ada pada fawatihus suwar (huruf-huruf pembuka-pembuka surat). Huruf fawatihus suwar sendiri dirangkum dalam 5 huruf yakni ha, ya, tha, ha, dan ro yang terkumpul dalam kalimat berikut

حي طهر

Contoh-Contoh Mad Thabi'i

Contoh-contoh hukum bacaan Mad Thabi'i sangat banyak dan mudah ditemukan dalam al-Quran. Selama syarat-syarat Mad Thabi'i terjadi, maka disitulah terdapat hukum bacaan Mad Thabi'i. Atau ringkasnya, alif sebelum fathah, ya' sukun sebelum kasrah, dan wawu sukun sebelum dhammah.

Contoh Mad Thabi'i (huruf Mad berupa alif) dalam QS al-Fatihah ayat 5
اِيَّاكَ 

Contoh Mad Thabi'i (huruf Mad berupa wawu) dalam QS al-Fatihah ayat 7
الْمَغْضُوْبِ 

Contoh Mad Thabi'i (huruf Mad berupa ya) dalam QS al-Fatihah ayat 7
الَّذِيْنَ 

Contoh Mad Thabi'i Harfi dalam QS Thaha ayat 1
طٰهٰ

Pertanyaan-Pertanyaan Mad Thabi'i

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Thabi'i yang penulis kumpulkan dan juga mungkin sebagai tambahan informasi bagi para pembaca. Untuk pertanyaan Mad Thabi'i lain, silahkan tulis di kolom komentar.

Q : Mengapa Mad ini dinamakan Mad Thabi'i?
A : Thabi'i berarti alami. Dinamakan Mad Thabi'i karena panjangnya merupakan hal yang alami dan tidak mengalami pengurangan atau penambahan. Panjang yang dimaksud adalah panjang 1 alif atau 2 harakat.

Q : Syarat Mad Thabi'i apabila sebelum wawu sukun terdapat huruf berharakat dhammah atau sebelum ya' sukun terdapat huruf berharakat kasrah. Bagaimana jika sebelum wawu sukun atau ya' sukun terdapat huruf berharakat fathah? 
A : Syarat huruf-huruf Mad Thabi'i tersebut merupakan syarat utama sehingga jika harakat huruf sebelumnya berbeda maka tidak terjadi Mad Thabi'i. Mereka tetap huruf Mad, tetapi tidak menjadi hukum bacaan Mad Thabi'i.

Untuk kasus jika sebelum wawu sukun atau ya' sukun terdapat huruf berharakat fathah, maka tidak menjadi Mad Thabi'i. Tetapi hanya sebatas Lin saja. Mohon diperhatikan Lin bukan Mad Lin. Pembahasan Mad Lin bisa dilihat pada artikel yang membahas khusus Mad Lin.

Q : Bagaimana jika setelah Mad Thabi'i terdapat huruf yang sukun?
A : Salah satu syarat tambahan Mad Thabi'i adalah jika setelah Mad Thabi'i terdapat huruf sukun. Jika demikian, maka tidak terjadi yang dinamakan Mad Thabi'i karena ketika membaca nya langsung ke huruf sukunnya. Contohnya berikut ini

فِى الْاَرْضِ

Kata yang berwarna merah seharusnya dibaca panjang karena Mad Thabi'i. Namun karena pembaca menyambung dengan kata setelahnya, dengan kata lain terjadi Mad Thabi'i bertemu huruf sukun, maka Mad Thabi'i tidak terbaca.

Sifat Tafasysyi dan Istithalah

Sifat Tafasysyi dan Istithalah -

Sifat-sifat tidak berlawanan merupakan sifat-sifat yang tidak memiliki pasangan atau lawan dan hanya dimiliki oleh huruf-huruf tertentu. Salah satu nya adalah sifat Tafasysyi dan sifat Istithalah. Apa itu pengertian sifat Tafasysyi dan Istithalah? Berikut ulasannya.

Sifat Tafasysyi

Secara bahasa, Tafasysyi atau at-Tafasysyi (التَّفَشِّيْ) berarti merata atau menyebar. Sedangkan secara istilah ilmu Tajwid, sifat Tafasysyi adalah menyebarnya angin di dalam mulut ketika mengucapkan suatu huruf tertentu.


Huruf yang memiliki sifat tafasysyi hanya satu huruf saja, yaitu huruf syin (ش). Saat mengucapkan huruf syin, pembaca hendaknya membuat angin tambahan yang menyebar di dalam mulut ketika mengucapkannya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa belajar ke guru-guru al-Quran secara langsung.

Berikut rincian sifat-sifat yang dimiliki huruf syin selain sifat tafasysyi nya :
  1. Syin : Hams, Rakhawah, Istifal, Infitah, Ishmat, Tafasysyi

Sifat Istithalah

Secara bahasa, istithalah atau al-Istithalah (الْاِسْتِطَالَة) berarti memanjang. Secara istilah ilmu Tajwid, sifat Istithalah adalah memangkan suara dari awal tepi lidah ke akhirannya. Di dalam al-Mufid, sifat istithalah adalah memanjangkan tepi salah satu lidah ketika mengucapkan suatu huruf hingga menyambung ke makhraj huruf lam.
Huruf yang memiliki sifat istithalah hanya satu saja, yakni huruf dhad (ض). Saat mengucapkan huruf dhad, sifat istithalah ini lah yang membedakannya dengan huruf zho (ظ), sehingga perlu diperhatikan dan dilatih di hadapan guru al-Quran.

Lalu bagaimana dengan memanjangkan suara pada mad? Memanjangkan suara dalam mad dan sifat istithalah memiliki perbedaan. Dalam istithalah, yang dipanjangkan adalah suara dan makhraj nya. Sedangkan dalam mad, yang dipanjangkan adalah dirinya sendiri atau tidak bisa lebih.

Berikut rincian sifat-sifat yang dimiliki huruf dhad selain sifat istithalah nya :
  1. Dhad : Jahr, Rakhawah, Isti'la, Ithbaq, Ishmat, Istithalah

Sumber :
al-Mufid
Nihayat al-Qawl al-Mufid

Idgham Mutaqaribain

Idgham Mutaqaribain -

Perlu diketahui bahwa Bab Idgham di sini merupakan penjelasan hukum bacaan Idgham selain Idgham yang ada di bab Nun Sukun Tanwin (Idgham Bi Ghunnah dan Idgham Bila Ghunnah) dan di bab Mim Sukun (Idgham Syafawi).

Bab Idgham yang dimaksud di sini adalah tiga jenis Idgham yaitu Idgham Mutamatsilain, Mutajanisain, dan Mutaqaribain. Hukum yang ketiga adalah Idgham Mutaqaribain. Apa pengertian dari Idgham Mutaqaribain? Berikut ulasannya.

Pengertian

Secara bahasa, Idgham Mutaqaribain terdiri dari dua kata yakni Idgham dan Mutaqaribain. Idgham artinya memasukkan, sedangkan Mutaqaribain artinya dua huruf yang berdekatan. Kadang kala juga disebut dengan Idgham Mutaqaribain Shagir.


Secara istilah Ilmu Tajwid, Idgham Mutaqaribain adalah memasukkan huruf pertama yang sukun ke dalam huruf kedua yang berharakat, dimana kedua huruf itu merupakan huruf yang berdekatan. Huruf yang berdekatan adalah huruf yang makhraj dan sifatnya berdekatan.

Huruf-huruf berdekatan yang dimaksud dalam hukum bacaan Idgham Mutaqaribain di sini biasanya adalah 2 kelompok huruf berdekatan seperti di bawah ini

ل ، ر

Kelompok 1 : kedua huruf di atas berdekatan makhraj dan sifatnya (hampir sama sifatnya)

ق ، ك

Kelompok 2 : kedua huruf di atas berdekatan makhraj (hampir sama pangkal lidah) dan sifatnya

Oleh karena itu, hukum bacaan Idgham Mutaqaribain terjadi apabila bertemunya dua huruf yang berdekatan (berdekatan makhraj dan sifanya) seperti yang diuraikan di atas. Apabila huruf dalam kelompok 1 bertemu dengan huruf kelompok 2 maka itu bukan berdekatan.

Contoh-Contoh

Sebagaimana hukum bacaan Idgham lainnya, hukum bacaan Idgham Mutaqaribain juga tidak banyak ditemukan di dalam al-Quran. Polanya sama dan tidak berlaku kebalikan. Misalnya lam sukun bertemu ro dibaca Idgham Mutaqaribain, tetapi jika dibalik yakni ro sukun bertemu lam maka tidak terjadi Idgham Mutaqaribain.

1. Lam sukun bertemu ro seperti dalam QS Taha ayat 114
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

2. Lam sukun bertemu ro seperti dalam QS An-Nisa ayat 158
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

3. Qaf sukun bertemu kaf hanya ada satu dalam al-Quran yakni QS Al-Mursalat ayat 20
أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

Berikut contoh yang terbalik, yakni ro sukun bertemu lam maka tidak terjadi hukum bacaan Idgham Mutaqaribain sebagaimana dalam QS Nuh ayat 28 :
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Idgham Mutajanisain yang penulis kumpulkan dan juga mungkin sebagai tambahan informasi bagi para pembaca. Untuk pertanyaan lain, silahkan tulis di kolom komentar.

Q : Bagaimana cara membaca hukum bacaan Idgham Mutaqaribain?
A : Sebagaimana dengan cara membaca hukum bacaan Idgham lainnya (Idgham Mutamatsilain dan Idgham Mutajanisain) yakni memasukkan huruf pertama yang sukun ke dalam huruf kedua secara sempurna (kamil), seolah-olah huruf pertama tidak ada dan huruf kedua bertasydid.

Dari contoh-contoh yang dijelaskan sebelumnya, maka cara membacanya langsung ke huruf kedua yang biasanya diberi tanda tasydid. Misalnya kata "Qul Rabbi" dibaca menjadi "Qurrabbi", kata "Bal Rafa'a" dibaca dengan "Barrafa'a".

Pengecualian terhadap contoh kelompok huruf kedua yakni contoh yang terdapat pada QS Al-Mursalat ayat 20. Cara membaca contoh Idgham Mutajanisain ini memiliki 2 macam cara membaca, yang boleh dipilih salah satunya.

Cara pertama, adalah sebagaimana cara membaca biasanya. Yakni langsung memasukkan huruf pertama ke dalam huruf kedua secara sempurna (kamil), seolah-olah huruf pertama hilang dan huruf kedua bertasydid.

Cara kedua adalah memasukkan huruf pertama ke dalam huruf kedua namun tidak secara sempurna (naqish). Yakni saat membaca huruf qaf sukun masih terasa sifat isti'la tanpa di-qalqalah-kan baru membaca huruf selanjutnya. Lebih jelasnya silahkan ber-talaqqi pada guru al-Quran.