Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah

Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah -

Setelah membahas tentang Ha Dhamir dalam Mad Shilah, berikutnya merupakan pembagian Mad Shilah menjadi dua yaitu Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah. Apa pengertian Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? Bagaimana cara membaca Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? Apa contoh-contoh Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah? 


Pengertian dan Cara Membaca

Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian dan pembahasan terkait hukum bacaan Mad Shilah yaitu artikel berjudul "Mengenal Ha Dhamir dalam Mad Shilah". Mad Shilah ini terbagi menjadi dua yaitu Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah.

Secara bahasa, Mad Shilah Qashirah terdiri dari tiga kata yaitu Mad, Shilah, dan Qashirah. Mad artinya panjang, Shilah berarti sambung, dan  Qashirah bermakna pendek. Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Shilah Qashirah adalah memanjang ha' dhamir yang tidak bertemu dengan hamzah.

Cara membaca hukum bacaan Mad Shilah Qashirah adalah dengan memanjangkan sekitar 1 alif atau 2 harakat. Panjangnya sama dengan Mad Thabi'i sehingga kadang hukum ini dijadikan satu dengan Mad Thabi'i. Mad Shilah Qashirah juga biasa disebut dengan Mad Shilah Shughra. 

Secara bahasa, Mad Shilah Thawilah terdiri dari 3 kata juga yaitu Mad, Shilah, dan Thawilah. Mad artinya panjang, Shilah artinya sambung, dan Thawilah artinya panjang. Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Shilah Thawilah adalah memanjangkan ha' dhamir yang bertemu dengan hamzah.



Cara membaca hukum bacaan Mad Shilah Thawilah adalah dengan memanjangkan sekitar 4 atau 5 harakat (2 atau 2,5 alif). Panjangnya sama dengan Mad Jaiz Munfashil sehingga kadang hukum ini dijadikan satu dengan Mad Jaiz Munfashil. Mad Shilah Qashirah juga biasa disebut dengan Mad Shilah Kubra.

Baca Juga : MAD BADAL

Contoh-Contoh

Contoh-contoh hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah dapat ditemukan di banyak tempat dalam al-Quran. Kunci utama untuk menemukan hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah adalah Ha Dhamir yang dibaca panjang.

Jika Ha Dhamir nya dibaca panjang biasa (2 harakat) maka terdapat hukum bacaan Mad Shilah Qashirah. Sedangkan jika Ha Dhamir nya dibaca panjang dan bertemu hamzah, serta biasanya terdapat tanda (dhabth) garis melengkung madd, maka terdapat hukum bacaan Mad Shilah Thawilah.

Beberapa contoh hukum bacaan Mad Shilah Qashirah:

1. QS Al-Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

2. QS Al-Adiyat ayat 4 

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

Beberapa contoh hukum bacaan Mad Shilah Thawilah:

1. QS Al-Humazah ayat 3

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

2. QS Al-Muthaffifin ayat 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah, yang mungkin juga merupakan pertanyaan para pembaca. Para pembaca atau pengunjung dapat mengajukan pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar.

Baca Juga : IDGHAM MUTAMATSILAIN

Q : Kenapa dinamakan Shilah dalam hukum bacaan Mad Shilah?

A : Dinamakan Shilah dalam hukum bacaan Mad Shilah adalah karena membaca panjang pada Ha Dhamir nya. Apabila dibaca pendek Ha Dhamir nya maka disebut Qashr. Shilah bermakna sambung, disebut demikian karena Ha Dhamir disambungkan dengan wawu atau ya mad secara lafadz.



Q : Kenapa dinamakan Qashirah dan Thawilah dalam hukum bacaan Mad Shilah?

A : Dinamakan Qashirah dan Thawilah dalam hukum bacaan Mad Shilah karena berbeda panjangnya. Meskipun Qashirah bermakna pendek, namun yang dimaksud adalah panjang biasa (2 harakat). Sedangkan Thawilah yang berarti panjang, namun yang dimaksud adalah panjang lebih dari panjang biasa (lebih dari 2 harakat).

Q : Panjang hukum bacaan Mad Shilah Thawilah adalah 4 atau 5 harakat (2 atau 2,5 alif). Mana yang lebih diutamakan?

A : Dalam kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid disebutkan bahwa panjang hukum bacaan Mad Shilah Thawilah sama dengan Mad Jaiz Munfashil. Begitu juga dengan pilihan panjang yang utama. Diutamakan menggunakan bacaan panjang 4 harakat (2 alif).

Macam-macam Makhraj

Macam-Macam Makhraj -

Makhraj atau biasa disebut Makharijul Huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf hijaiah. Berbicara tentang macam-macam Makhraj Huruf Hijaiah, terdapat beberapa macam atau jenisnya dan itu tergantung ditinjau dari segi mana ia dilihat.

Setidaknya ada dua segi pembagian makhraj, yang masing-masing terbagi menjadi dua sehingga total ada empat macam-macam makhraj. Keempat macam-macam makhraj tersebut adalah makhraj muhaqqaq, muqaddar, ammah, dan khashshah. 

Makhraj Muhaqqaq dan Muqaddar

Dalam kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid, ketika menerangkan pengertian dari makharijul huruf dijelaskan bahwa huruf-huruf hijaiah itu keluar dari dua makhraj (tempat keluar) yaitu Makhraj Muhaqqaq dan Makhjra Muqaddar. Kedua makhraj ini ditinjau atau dilihat dari segi tampak tidaknya makhraj atau dari segi jelas tidaknya makhraj tersebut.

Makhraj Muhaqqaq adalah tempat keluarnya huruf yang bersandar pada bagian tubuh tertentu seperti al-Halq (tenggorokan), al-Lisan (lidah), al-Khaisyum (hidung), dan as-Syafah (bibir). Muhaqqaq yang seakar kata dengan tahqiq memiliki makna "nyata" sehingga makhraj yang ditunjuk jelas letak dan posisinya.

Sedangkan Makhraj Muqaddar adalah tempat keluarnya huruf yang tidak bersandar pada bagian tubuh tertentu. Dengan kata lain, makhraj hurufnya tidak nampak jelas letak dan posisinya. Muqaddar bermakna "dikira-kirakan". Contoh makhraj muqaddar adalah al-Jauf (rongga dari mulut ke tenggorokan).

Makhraj Ammah dan Khashshah

Masih dalam kitab yang sama, penulis kitab membagi macam-macam makhraj menjadi dua macam yang akan dibahas yakni Makhraj Ammah dan Khashshah. Berbeda dengan pembagian sebelumnya, penulis kitab hanya memaparkannya dalam pengertian makhraj. Sedangkan yang ini ditulis dalam sub bab pembagian makhraj.

Sesuai namanya, pembagian makhraj-makhraj ini ditinjau atau dilihat dari segi umum dan khususnya. Ammah artinya umum, sedangkan Khashshah artinya khusus. Makhraj Ammah (Amm) juga biasa disebut Makhraj Raisiyyah, sedangkan Makhraj Khashshah kadang disebut Makhraj Far'iyyah.

Makhraj Khashshah merupakan bagian dari Makhraj Ammah. Makhraj Khashshah adalah tempat keluar yang ditempati oleh satu huruf (minimal) atau lebih. Salah satu contoh Makhraj Khashshah adalah pangkal lidah bagian dalam merupakan tempat keluarnya huruf Qaf.

Sedangkan Makhraj Ammah adalah tempat keluar yang terdiri dari (minimal) satu Makhraj Khashshah atau lebih. Hemat penulis, Makhraj Ammah adalah anggota-anggota tubuh semisal lidah, tenggorokan, dan lain-lain. Contohnya, Makhraj Ammah tenggorokan terdiri dari 3 Makhraj Khashshah.

Kitab : al-Mufid fi Ilm at-Tajwid

Mad Aridh Lissukun

Mad Aridh Lissukun -

Salah satu dari hukum bacaan Mad Far'i yang berkaitan dengan bacaan waqaf adalah Mad Aridh Lissukun (Mad Aridh Lis-Sukun atau Mad Aridh Li as-Sukun). Apa pengertian dari hukum bacaan Mad Aridh Lissukun? Apa saja contoh-contoh hukum bacaan Mad Aridh Lissukun? Dan apa pertanyaan-pertanyaan seputar Mad Aridh Lissukun? Berikut ulasannya.

Pengertian Mad Aridh Lissukun

Secara bahasa, Mad Aridh Lissukun (مَدُّ عَارِضٍ لِلسًّكُوْنِ) terdiri dari 3 kata yaitu Mad, Aridh, dan Lissukun. Mad artinya panjang atau memanjangkan. Aridh bermakna tiba-tiba atau baru muncul. Sedangkan Lissukun yang merupakan gabungan dari Li dan as-Sukun, artinya sebab sukun.

Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Aridh Lissukun adalah memanjangkan bunyi huruf mad yang bertemu dengan huruf sukun karena waqaf. Cara membaca hukum bacaan Mad Aridh Lissukun dengan dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat.

Contoh Mad Aridh Lissukun

Contoh-contoh hukum bacaan Mad Aridh Lissukun dapat dengan mudah ditemukan di al-Quran. Biasanya hukum bacaan Mad Aridh Lissukun terletak di akhir ayat. Kadang ditemui juga di tengah-tengah ayat asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. 


Perhatikan contoh-contoh di bawah ini! Kata yang berwarna merah mengandung hukum bacaan Mad Aridh Lissukun. Masing-masing kata harus dibaca waqaf agar memenuhi syarat Mad Aridh Lissukun. Berikut contoh-contohnya:

1. QS An-Naba ayat 2
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

2. QS At-Takatsur ayat 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

3. QS Al-Buruj ayat 2
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Aridh Lissukun, yang mungkin juga merupakan pertanyaan para pembaca. Para pembaca atau pengunjung dapat mengajukan pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar.

Q : Berapa panjang hukum bacaan Mad Aridh Lissukun?
A : Panjang hukum bacaan Mad Aridh Lissukun adalah 2, 4, atau 6 harakat. Boleh memilih salah satu dari ketiga ukuran panjang. Dan harus konsisten ketika telah memilih salah satu dari ketiga ukuran panjang tersebut.

Q : Kenapa dinamakan Aridh Lissukun dalam hukum bacaan Mad Aridh Lissukun?
A : Aridh berarti tiba-tiba atau baru muncul. Dinamakan demikian karena hukum bacaan ini baru muncul atau terjadi jika memenuhi syaratnya. Dinamakan Lissukun karena syaratnya adalah sukun karena waqaf.

Makhraj Khaisyum Lengkap

Makhraj Khaisyum Lengkap -

Salah satu anggota tubuh yang juga merupakan tempat keluarnya huruf hijaiah adalah rongga hidung atau sering disebut sebagai khaisyum. Khaisyum juga seringkali menjadi makhraj yang kadangkala disalahpahami dimana ada yang menggunakan rongga hidung padahal tidak membaca huruf khaisyum.

Berapa banyak huruf yang tempat keluar (makhraj) nya melalui rongga hidung? Ada dua huruf yang tempat keluarnya berada di khaisyum yaitu huruf nun dan mim. Namun mungkin lebih tepat bila menyebut makhraj khaisyum merupakan tempat keluarnya dengung atau Ghunnah.

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya makhraj huruf nun dan mim sudah terdapat di tempat lain. Makhraj (tempat keluar) huruf nun berada di bagian lidah (lisan) tepatnya di ujung tepi lidah. Sedangkan makhraj huruf mim berada di bagian bibir tepatnya di syafatayn atau dua bibir bersamaan.

Berkenaan makhraj khaisyum, kedua huruf ini yakni nun dan mim juga masih memiliki sifat dengung entah itu sedikit atau banyak. Dan oleh karenanya, makhraj nun dan mim ini lebih dominan dimiliki oleh huruf nun dan mim bertasydid karena keduanya merupakan ghunnah tertinggi. Untuk lebih jelasnya, baca sifat Ghunnah atau klik di sini



Perhatikan syair Ibn Jazari berikut ini

وَغُـنَّــةٌ مَخْـرَجُـهَـا  الخَـيْـشُـومُ

dan Ghunnah, tempat keluarnya adalah khaisyum

Dari syair tersebut, nampak jelas bahwa makhraj Khaisyum dimiliki oleh huruf Ghunnah. Untuk membuktikan bahwa ghunnah itu ada, silahkan baca nun atau mim bertasydid dengan menutup hidung, maka niscaya pengucapan ghunnah nya tidak akan bisa karena makhraj nya tertutup. Wallahu a'lam..

Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2)

Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) -

Salah satu kitab Tajwid ringkas yang dapat dengan mudah dipelajari adalah kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini memiliki 88 halaman dan merupakan salah satu karya dari Dr. Muhammad Salim Muhaysin.

Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran di publish pada tahun 2002 M atau 1423 H oleh Dar Muhaysin li at-Thaba'ah wa an-Nashr wa at-Tawzigh di Kairo, Mesir. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini cukup mudah dibaca dan ringan dipelajari.


Dalam kitab nya, penulis tidak menemukan daftar isi Kitab yang terkadang diletakkan di bagian depan atau belakang Kitab. Berikut daftar Isi kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran yang penulis kumpulkan sesuai urutan dalam isi nya :

  1. Muqaddimah Ilmu Tajwid
  2. Isti'adzah
  3. Basmalah
  4. Nun sukun dan Tanwin
  5. Hukum Nun dan Mim bertasydid
  6. Hukum-hukum Mim sukun
  7. Hukum Lam AL
  8. Hukum Lam Fi'il
  9. Hukum Lam Hal dan Bal
  10. Mad dan Qashr
  11. Mad Lazim
  12. Mad Aridh Lissukun
  13. Bab Waqaf dan Ibtida
  14. Makharijul Huruf
  15. Laqab-laqab Huruf
  16. Sifat Huruf
  17. Pembagian Sifat Huruf
  18. Tafkhim dan Tarqiq
  19. Maqthu dan Mawshul
  20. Ha Ta'nis yang ditulis Ta
  21. Hamzah Washal
  22. Hadzf dan Itsbat

Dari 22 judul pembahasan di atas, penulis akan menampilkan uraian-uraian tertentu dan akan dibagi dalam 2 bagian atau artikel. Di ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) ini akan memaparkan sebagian dari daftar isi yang ada.

Para pembaca juga dapat melihat ringkasan kitab-kitab tajwid lainnya atau dapat juga melihat daftar kitab-kitab tajwid yang juga menjadi bahan bacaan penulis, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

8. Maqthu dan Mawshul

Yang dimaksud dengan Maqthu adalah kata yang terpisah dari kata selanjutnya dalam segi rasm ustmani. Para ulama telah membahas masalah ini dan menjelaskan kata-kata yang termasuk maqhtu dan mawshul. 

Faedah mengetahui hal ini adalah agar pembaca mengetahui cara waqaf. Pembaca bisa waqaf pada kata maqthu jika perlukan, sedangkan di kata mawshul tidak diperbolehkan waqaf. Misalnya kata mawshul berupa alla yang merupakan gabungan dari an dan la. Total ada 10 alla mawshul

9. Ha Ta'nis yang ditulis ta

Ketahuilah bahwa ha ta'nis apabila berada pada fi'il atau kata kerja, maka ditulis dengan ta maftuhah atau terbuka. Sedangkan jika ia berada pada isim atau kata benda, maka ditulis dengan ta' marbuthah dan jika waqaf maka terbaca ha sukun. Oleh karena itu ia disebut ha ta'nis.

Namun diantara sekian banyak ha ta'nis yang berada pada isim atau kata benda, terdapat pengecualian pada 16 kata. Pada 16 kata yang dimaksud, penulisan ha ta'nis tidak lagi berupa ta' marbuthah melainkan ditulis ta maftuhah sehingga ketika waqaf pun terbaca ta sukun.


10. Hamzah Washal

Ketahuilah bahwasanya tidak mungkin membaca pada kata yang diawali sukun, sebagaimana tidak mungkin membaca waqaf sukun dengan harakat sempurna. Oleh karena itu, sebuah kata perlu diawali dengan harakat. Seandainya ada kata yang diawali sukun maka perlu dihadirkan alif yang kemudian disebut hamzah washal.

Hamzah washal adalah hamzah yang terbaca saat di awal namun tidak terbaca saat berada di tengah-tengah. Hamzah washal bisa berada di kata isim, fi'il, maupun huruf. Berikut cara membaca hamzah washal dalam kitab ini

  1. Jika hamzah washal berada pada isim ma'ruf berupa al maka hamzah washal dibaca fathah
  2. Jika hamzah washal berada pada isin nakirah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Dan ini hanya terdapat pada 7 kata dalam al-Quran
  3. Jika hamzah washal berada pada fi'il amr atau kata kerja perintah, maka perlu diperhatikan huruf ketiganya. Jika huruf ketiga berharakat fathah atau kasrah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah, maka hamzah washal dibaca dhammah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah aridhah, maka hamzah washal dibaca kasrah.
  4. Jika hamzah washal berada pada fiil madhi atau kata kerja lampau maka hamzah washal berharakat kasrah.

Perhatian! Jika hamzah washal berada di antara hamzah istifham dan lam ta'rif maka hamzah washal diganti dengan alif dan dibaca panjang 6 harakat karena bertemunya dua sukun. Atau bisa juga dibaca tashil antara alif dan hamzah.

Demikian artikel berjudul Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2). Ringkasan-ringkasan berikutnya akan dipaparkan di artikel Bagian kedua. Anda juga dapat membaca ringkasan kitab-kitab lainnya, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2)

Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2) -

Dalam kategori "Contoh", penulis akan memaparkan atau memberikan contoh-contoh mengenai hukum bacaan atau uraian tajwid suatu ayat. Kali ini adalah contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan.

Dalam contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra kali ini, penulis mulai dari hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di juz 30 atau biasa disebut juz Amma. Dipilih dari Juz Amma terlebih dahulu, agar para pembaca lebih mudah mencari nya.

Hukum bacaan Qalqalah Sughra adalah apabila ada huruf qalqalah sukun di tengah kata. Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf qalqalah yang sukun. Dan dengan memperhatikan huruf yang tebal dan tipisnya.

Contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra cukup mudah ditemukan dalam al-Quran. Begitu pula contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra yang ada di Juz 30. Oleh karena itu, penulis sengaja membagi contoh-contohnya ke dalam beberapa bagian. Bagian 2 ini dari surat Al-Ghasyiyah hingga An-Naba.

Berikut contoh hukum bacaan Qalqalah Sughra dalam Juz 30 Lengkap nama surat dan nomor ayatnya. Kata berwarna merah dalam ayat adalah kata yang mengandung hukum bacaan Qalqalah Sughra. Sedangkan yang di dalam kurung adalah huruf qalqalah nya. Perhatikan contoh-contoh ini :

1. QS Al-Ghasyiyah ayat 16 (huruf ba sukun)

وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ 

2. QS Al-Ala ayat 6 (huruf qaf sukun)

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ 

3. QS Al-A'la ayat 14 (huruf dal sukun)

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى

4. QS Al-A'la ayat 17 (huruf ba sukun)  

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

5. QS Al-A'la ayat 19 (huruf ba sukun)

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى


6. QS At-Thariq ayat 2 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُ

7. QS At-Thariq ayat 3 (huruf jim sukun)

النَّجْمُ الثَّاقِبُ

8. QS At-Thariq ayat 8 (huruf jim sukun)

اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌ

9. QS At-Thariq ayat 9 (huruf ba sukun)

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُ

10. QS At-Thariq ayat 11 (huruf jim sukun)

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

11. QS At-Thariq ayat 12 (huruf dal sukun)

وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ

12. QS Al-Buruj ayat 11 (huruf jim sukun)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ

13. QS Al-Buruj ayat 12 (huruf tha sukun)

اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ 

14. QS Al-Buruj ayat 13 (huruf ba sukun)

اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ

15. QS Al-Insyiqaq ayat 6 (huruf dal sukun)

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِ

16. QS Al-Insyiqaq ayat 11 (huruf dal sukun)

فَسَوْفَ يَدْعُوْ ثُبُوْرًا

17. QS Al-Insyiqaq ayat 16 (huruf qaf sukun)

فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِ

18. QS Al-Insyiqaq ayat 25 (huruf jim sukun)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ

19. QS Al-Muthaffifin ayat 4 (huruf ba sukun)

اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ

20. QS Al-Muthaffifin ayat 8 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌ

21. QS Al-Muthaffifin ayat 18 (huruf ba sukun)

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ

22. QS Al-Muthaffifin ayat 19 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَ

23. QS Al-Muthaffifin ayat 22 (huruf ba sukun)

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ

24. QS Al-Muthaffifin ayat 29 (huruf jim sukun)

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ

25. QS Al-Infithar ayat 13 (huruf ba sukun)

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ

26. QS Al-Infithar ayat 17 (huruf dal sukun)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

27. QS Al-Infithar ayat 18 (huruf dal sukun)

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

28. QS At-Takwir ayat 15 (huruf qaf sukun)

فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ

29. QS At-Takwir ayat 18 (huruf ba sukun)

وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَ

30. QS At-Takwir ayat 22 (huruf jim sukun)

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ

31. QS At-Takwir ayat 23 (huruf dal sukun)

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِ

32. QS Abasa ayat 3 (huruf dal sukun)

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓ

33. QS Abasa ayat 19 (huruf tha sukun)

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗ

34. QS Abasa ayat 21 (huruf qaf sukun)

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗ

35. QS Abasa ayat 23 (huruf qaf sukun)

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗ


36. QS Abasa ayat 25 (huruf ba sukun)

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّا

37. QS Abasa ayat 26 (huruf qaf sukun)

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّا

38. QS Abasa ayat 39 (huruf ba sukun)

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ 

39. QS An-Naziat ayat 3 (huruf ba sukun)

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا

40. QS An-Naziat ayat 4 (huruf ba sukun)

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا

41. QS An-Naziat ayat 9 (huruf ba sukun)

اَبْصَارُهَا خَاشِعَة

42. QS An-Naziat ayat 13 (huruf jim sukun)

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ

43. QS An-Naziat ayat 17 (huruf ba sukun)

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى

44. QS An-Naziat ayat 22 (huruf dal sukun)

ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰى

45. QS An-Naziat ayat 26 (huruf ba sukun)

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى 

46. QS An-Naba ayat 6 (huruf jim sukun)

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًا

47. QS An-Naba ayat 8 (huruf qaf sukun)

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًا

48. QS An-Naba ayat 12 (huruf ba sukun)

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

49. QS An-Naba ayat 19 (huruf ba sukun)

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًا


Demikian artikel berjudul "Contoh Qalqalah Sughra Juz 30 Lengkap (Bag-2)". Untuk contoh-contoh hukum bacaan lain, dapat Anda cari di blog ini atau di kategori Contoh atau klik di sini. Para pembaca juga bisa request contoh hukum bacaan yang lain dengan cara berkomentar.

10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran

10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran -

Ketika membaca al-Quran, seringkali kita menemukan tanda-tanda waqaf yang bertebaran dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya. Namun ada salah satu jenis waqaf yang tidak diberikan tanda khusus sebagaimana waqaf lainnya. Ia adalah waqaf jibril. Apa pengertian dari Waqaf Jibril? Apa saja contoh-contohnya? Berikut ulasannya.

Pengertian Waqaf Jibril

Secara bahasa, Waqaf Jibril terdiri dari dua kata yaitu Waqaf dan Jibril. Waqaf artinya berhenti, sedangkan Jibril yang dimaksud adalah malaikat Jibril. Waqaf Jibril juga sering disebut sebagai Waqaf Sunnah. Secara istilah, Waqaf Jibril adalah tempat berhentinya malaikat Jibril ketika membacakan al-Quran kepada Nabi Muhammad.

Pembahasan terkait Waqaf Jibril bisa ditemukan di kitab Manar al-Huda fi Bayan al-Waqf wa al-Ibtida karya as-Sakhawi atau kitab Hidayat al-Bari ila Tajwid Kalam al-Bari. Waqaf Jibril sendiri masih terdapat beberapa perbedaan pendapat, baik dari segi eksistensinya maupun kuantitasnya.

Cara membaca Waqaf Jibril sama dengan Waqaf Hasan, yaitu berhenti (waqaf) di suatu kata, lalu cukup memulai (ibtida) dari kata berikutnya dan tanpa mengulang kata sebelumnya. Waqaf Jibril dikategorikan sebagai Waqaf Hasan karena sudah cukup sempurna maknanya.

Contoh-Contoh Waqaf Jibril



Sebagaimana disebut di awal, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah (kuantitas) Waqaf Jibril yang ada di dalam al-Quran serta ayatnya. Berikut ini dipaparkan 10 contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran yang dikutip dari kitab Manar al-Huda fi Bayan al-Waqf wa al-Ibtida karya as-Sakhawi atau kitab Hidayat al-Bari ila Tajwid Kalam al-Bari.

Berikut 10 (sepuluh) contoh waqaf Jibril dalam al-Quran beserta nama surat dan nomor ayatnya. Kata yang berwarna merah merupakan kata yang dibaca waqaf, sehingga pembaca berhenti pada kata berwarna merah dan melanjutkan bacaan pada kata berikutnya tanpa membaca lagi kata berwarna merah.

1. QS Al-Baqarah ayat 148 (tengah ayat)

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

2. QS Ali Imran ayat 95 (tengah ayat)

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

3. QS Al-Maidah ayat 48 (tengah ayat)

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

4. QS Al-Maidah ayat 116 (tengah ayat)

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

5. QS Yusuf ayat 108 (tengah ayat)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

6. QS Ar-Ra'd ayat 17 (akhir ayat)

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

7. QS An-Nahl ayat 5 (akhir ayat)

وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

8. QS As-Sajdah ayat 18 (tengah ayat)

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ


9. QS An-Naziat ayat 23 (tengah ayat)

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ

10. QS Al-Qadr ayat 3 (akhir ayat)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Demikian artikel singkat berjudul "10 Contoh Waqaf Jibril dalam al-Quran". Semoga bermanfaat...

Daftar Soal-soal dan Pertanyaan Tajwid

Daftar Soal-soal dan Pertanyaan Tajwid -

Dalam proses belajar dan menguasai Ilmu Tajwid, para pelajar perlu dilatih dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan memberikan soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan seputar Ilmu Tajwid baik itu essay atau pilihan ganda.

Pelatihan dengan cara memberikan soal-soal itu dapat membantu untuk melatih dan membuat para pelajar mendalami dan memahami Ilmu Tajwid dengan baik dan benar. Para pelajar tidak kebingungan dan semakin mapan keilmuannya.

Soal Tajwid

Soal-soal Ilmu Tajwid kami sajikan dalam 2 bentuk yaitu essay dan pilihan ganda. Anda dapat memilih masing-masing soal yang tersedia dengan cara klik judul yang ada di dalam list nya. Untuk soal dalam bentuk PDF, mohon maaf belum dapat kami berikan. Sedangkan untuk kunci jawaban, silahkan hubungi kami melalui chat Messenger Facebook di Halaman kami. 

Soal Pilihan Ganda

Soal Pilihan Ganda (Multiple Choices) adalah soal-soal yang berisikan tentang Ilmu Tajwid dan disajikan dalam bentuk beberapa opsi bantuan jawaban, dengan ketentuan hanya satu jawaban saja yang benar dan sisanya salah. Soal Pilihan ganda bisa berisikan 4 pilihan atau 3 pilihan.

  1. Soal Pilihan Ganda Tajwid Bab Makhraj
  2. Soal Pilihan Ganda Tajwid Bab Nun Sukun dan Tanwin
  3. Soal Pilihan Ganda Tajwid Bab Mim Sukun
  4. Soal Pilihan Ganda Tajwid Bab Lam Ta'rif
  5. Soal Pilihan Ganda Tajwid
  6. Soal Pilihan Ganda Tajwid

Soal Essay

Soal isian uraian (Essay) adalah soal-soal yang berisikan tentang Ilmu Tajwid dan disajikan dalam bentuk pertanyaan dan dijawab dengan uraian tanpa adanya bantuan jawaban.

  1. Soal Isian Tajwid Bab Nun Sukun dan Tanwin
  2. Soal Isian Tajwid Bab 

Demikian daftar isi terkait soal-soal dan pertanyaan-pertanyaan seputar Ilmu Tajwid dan yang berkaitan dengannya. Apabila pembaca ingin memberikan saran atau pertanyaan, silahkan hubungi penulis melalui Facebook Messenger di Halaman Facebook Khudzilkitab. Terima kasih

Soal Pilihan Ganda Lam Tarif

Soal Pilihan Ganda Lam Ta'rif -

Setelah mempelajari hukum bacaan yang ada dalam Bab Lam Ta'rif, maka diperlukan latihan-latihan agar semakin memahami dan mendalami pembahasan terkait Lam Ta'rif. Berikut ini adalah 15 soal berbentuk pilihan ganda yang membahas tentang hukum bacaan Lam Ta'rif yang penulis buat untuk latihan tambahan.

1. Hukum bacaan Lam Ta'rif terbagi menjadi...

a. 1 hukum bacaan
b. 2 hukum bacaan
c. 3 hukum bacaan
d. 4 hukum bacaan

2. Apabila Lam Ta'rif bertemu huruf syin (ش) maka hukum bacaannya adalah...

a. Idzhar Halqi
b. Idzhar Qamari
c. Idgham Syamsi
d. Idgham Bila Ghunnah

3. Huruf-huruf hukum bacaan Idzhar Qamari berjumlah...

a. 10 huruf
b. 14 huruf
c. 15 huruf
d. 7 huruf

4. Idzhar secara bahasa artinya menjelaskan, sedangkan Qamari secara bahasa artinya...

a. Memasukkan
b. Matahari
c. Bulan
d. Bintang

5. Apabila Lam Ta'rif bertemu huruf lam (ل) maka hukum bacaannya adalah...

a. Idzhar Qamari
b. Idgham Syamsi
c. Idzhar Halqi
d. Idgham Mutajanisain

6. Perhatikan QS At-Takatsur ayat pertama di bawah ini. Ada berapa hukum bacaan Lam Ta'rif?

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ
a. 1 hukum bacaan
b. 2 hukum bacaan
c. 3 hukum bacaan
d. Tidak ada hukum bacaan

7. Perhatikan QS Al-Fatihah ayat 6 di bawah ini. Ada berapa hukum bacaan Idzhar Qamari?

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
a. 1 hukum bacaan
b. 2 hukum bacaan
c. 3 hukum bacaan
d. Tidak ada hukum bacaan

8. Perhatikan QS Al-Ma'un ayat 4 di bawah ini. Apa hukum bacaan Lam Ta'rifnya?

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
a. Tidak ada
b. Idzhar Qamari
c. Idgham Syamsi
d. Idgham Bila Ghunnah

9. Perhatikan QS Al-Bayyinah ayat 1 di bawah ini. Ada berapa hukum bacaan Lam Ta'rifnya?

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
a. 4 hukum bacaan
b. 3 hukum bacaan
c. 5 hukum bacaan
d. 2 hukum bacaan

10. Manakah pernyataan berikut yang benar!

a. Apabila lam ta'rif bertemu huruf ba (ب) maka hukum bacaannya adalah Idgham Syamsi
b. Lam ta'rif adalah lam sukun tambahan yang masuk di kata benda
c. Apabila lam ta'rif bertemu huruf dal (د) maka hukum bacaannya adalah Idzhar Qamari
d. Huruf-huruf Idgham Syamsi berjumlah 20 huruf

11. Dari beberapa contoh di bawah ini, manakah yang terdapat hukum bacaan Idgham Syamsi!

a. اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

b. قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

c. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

d. مَلِكِ النَّاسِۙ

12. Perhatikan QS An-Nas ayat 6 di bawah ini. Sebutkan hukum bacaan Lam Ta'rif-nya secara berurutan!

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
a. Idgham Syamsi dan Idzhar Qamari
b. Idzhar Qamari dan Idgham Syamsi
c. Idgham Syamsi dan Idgham Syamsi
d. Idzhar Qamari dan Idzhar Qamari

13. Mengapa Lam ta'rif apabila bertemu dengan huruf-huruf Qamari dibaca Idzhar atau jelas?

a. Karena makhraj lam itu sama dengan makhraj huruf Qamari
b. Karena makhraj lam itu sejenis dengan makhraj huruf Qamari
c. Karena makhraj lam itu berdekatan dengan makhraj huruf Qamari
d. Karena makhraj lam itu berjauhan dengan makhraj huruf Qamari

14. Perhatikan QS Al-Muthaffifin ayat 34 di bawah ini. Ada berapa hukum bacaan Lam Ta'rif-nya?

فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ
a. 1 hukum bacaan
b. 2 hukum bacaan
c. 3 hukum bacaan
d. Tidak ada hukum bacaan

15. Diantar sekian huruf-huruf Idgham Syamsi, hanya huruf nun (ن) yang satu-satunya memiliki hukum tambahan. Tambahan itu adalah...

a. Bi Ghunnah
b. Bila Ghunnah
c. Ikhfa
d. Iqlab

Demikian soal-soal pilihan ganda tentang Lam Ta'rif. Semoga soal-soal pilihan ganda ini menambahkan wawasan dan pendalaman tentang hukum bacaan Lam Ta'rif. Anda juga dapat latihan soal-soal pilihan ganda lainnya yang sudah tersedia, dengan klik di sini

Namun, jika Anda ingin meminta versi full PDF beserta kunci jawaban nya secara lengkap, maka kami mohon untuk menyukai atau Like Halaman Facebook Kami bernama "KhudzilKitab Grup". Setelah itu, hubungi penulis via Facebook Messenger yang ada di pojok kanan bawah.

Pembagian dan Pengertian Mad Tamkin

Pembagian dan Pengertian Mad Tamkin -

Salah satu pembahasan Mad yang merupakan tambahan dan sifatnya opsional adalah Mad Tamkin. Mengapa begitu? Apa pengertian dari Mad Tamkin? Bagaimana pembagian Mad Tamkin? Dan apa saja contoh-contoh dari Mad Tamkin? Berikut ulasannya.

Pengertian Mad Tamkin

Secara bahasa, Mad Tamkin terdiri dari dua kata yaitu Mad dan Tamkin. Mad artinya panjang atau memanjangkan, sedangkan Tamkin artinya menempatkan, menguatkan, memperkuat, memperkokoh, mengokohkan, meneguhkan, atau mengamankan.

Secara istilah Ilmu Tajwid, Mad Tamkin adalah memanjangkan serta memperjelas pengucapan bunyi dua huruf mad berupa huruf ya dan wawu. Cara membaca Mad Tamkin sama halnya dengan Mad Thabi'i, yaitu dengan memanjangkan sebanyak 1 alif atau 2 harakat.

Pembagian dan Contoh

Ada beberapa kondisi huruf ya' mad dan wawu mad yang hendaknya diperkuat atau menjadi fokus dalam pembahasan Mad Tamkin. Dalam beberapa buku Tajwid berbahasa Indonesia, biasanya dijelaskan satu kondisi saja. Namun setidaknya total ada 3 kondisi.

Pertama, huruf ya' tasydid berharakat kasrah bertemu dengan ya sukun (ya mad). Inilah pengertian Mad Tamkin yang populer di buku-buku Tajwid. Mad Tamkin diartikan sebagai ya bertasydid bertemu ya mad. Salah satu contohnya dalam QS An-Nisa ayat 86

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Kedua, huruf ya' mad (sukun) bertemu dengan huruf ya' berharakat atau huruf wawu mad bertemu dengan huruf wawu berharakat. Salah satu contoh huruf ya' mad (sukun) bertemu dengan huruf ya' berharakat dalam QS An-Nas ayat 5:

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ

Salah satu contoh huruf wawu mad bertemu dengan huruf wawu berharakat dalam QS Al-'Ashr ayat 3 :

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ


Ketiga, ya berharakat kasrah bertemu ya mad atau wawu berharakat dhammah bertemu wawu mad. Salah satu contohnya QS Ali Imran ayat 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Pertanyaan-Pertanyaan

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan seputar hukum bacaan Mad Tamkin yang penulis kumpulkan dan juga mungkin sebagai tambahan informasi bagi para pembaca. Untuk pertanyaan Mad Tamkin lainnya, silahkan tulis di kolom komentar.

Q : Mengapa Mad Tamkin disebut tambahan dan opsional?

A : Mad Tamkin disebut tambahan dan opsional karena pada dasarnya ia sama dengan Mad Thabi'i. Cara membacanya juga sama. Yang menjadikan ia tersendiri atau khusus adalah supaya para pembaca lebih berhati-hati pada beberapa kasus Mad Thabi'i tertentu. Dan kasus-kasus itu disebut Mad Tamkin.

Q : Dari pembagian 3 kondisi Mad Tamkin di atas, bagaimana pengertian Mad Tamkin yang tertera dan populer dalam beberapa buku Tajwid?

A : Dari 3 pembagian Mad Tamkin, yang paling populer adalah bagian pertama. Selanjutnya yang bagian kedua. Sedangkan bagian ketiga lebih jarang lagi. Dari ketiga bagian itu, bisa disebut salah satu atau ketiganya. Karena pada dasarnya, Mad Tamkin ini merupakan tambahan atau julukan khusus terhadap kasus-kasih Mad Thabi'i tertentu.