Sifat Ghunnah Lengkap

Sifat Ghunnah Lengkap -

Ghunnah lebih populer dalam pembahasan hukum bacaan daripada sifat. Biasanya disebut dengan hukum bacaan Ghunnah. Tapi tahukah Anda bahwasanya Ghunnah itu merupakan salah satu dari sifat huruf hijaiah?

Sedikit banyak, hukum bacaan Ghunnah dan Sifat Ghunnah merupakan satu kesatuan atau keterikatan. Jika hukum bacaan Ghunnah dipahami sebagai nun atau mim yang bertasydid, maka sifat Ghunnah dimiliki pada setiap kondisi nun dan mim.

Pengertian Ghunnah

Secara bahasa, Ghunnah artinya dengung. Secara istilah, Ghunnah atau sifat Ghunnah adalah suara tambahan yang berirama, yang keluar dari hidung tanpa ada pengaruh dari lidah, dan dimiliki oleh dua huruf saja.


Ghunnah atau sifat Ghunnah hanya dimiliki oleh dua huruf yaitu nun (ن) dan mim (م). Selain menjadi sifat, Ghunnah juga merupakan bagian pelengkap untuk nun dan mim. Ghunnah nya nun lebih kuat dari mim karena nun merupakan huruf asli Ghunnah.

Sifat yang dimiliki huruf nun dan mim adalah sama. Sifat-sifat yang dimiliki huruf nun adalah Jahr, Tawassuth, Istifal, Infitah, Idzlaq, dan Ghunnah. Sifat-sifat yang dimiliki huruf mim adalah Jahr, Tawassuth, Istifal, Infitah, Idzlaq, dan Ghunnah. Meskipun sama sifatnya, tetapi makhraj nya berbeda.

  1. Mim : Jahr, Tawassuth, Istifal, Infitah, Idzlaq, dan Ghunnah
  2. Nun : Jahr, Tawassuth, Istifal, Infitah, Idzlaq, dan Ghunnah

Cara membaca Ghunnah nya nun dan mim adalah dengan mengeluarkan suara dari hidung atau mendengungkan hidung. Panjang bacaan Ghunnah menurut Ulama adalah 2 harakat atau lebih panjang sedikit dari panjang Mad Thabi'i.

Sifat atau bacaan Ghunnah bisa berada dalam beberapa hukum bacaan misalnya Idgham Bi Ghunnah, Iqlab, Ikhfa Haqiqi, dan lain sebagainya. Dengan tingkatan yang berbeda-beda dan tergantung dari tempo membacanya.

Bacaan atau sifat Ghunnah (dengung) itu sendiri bisa berada pada hukum-hukum bacaan sebagai berikut ini :
  1. Idgham Bi Ghunnah
  2. Iqlab
  3. Ikhfa Haqiqi
  4. Ikhfa Syafawi
  5. Idgham Mimi atau Mitsli
  6. Idgham Syamsi (khusus nun)
  7. Ghunnah (nun dan mim bertasydid)
  8. Idgham Mutamatsilain (khusus nun dan mim)
  9. Idgham Mutajanisain (khusus ba bertemu mim)

Ghunnah Tebal dan Tipis

Suara atau bacaan Ghunnah bisa menjadi tebal (tafkhim) atau tipis (tarqiq). Tebal dan tipisnya Ghunnah tergantung atau mengikuti huruf setelahnya. Apabila huruf setelah nya merupakan huruf tebal maka Ghunnah juga ikut dibaca tebal.

Sebaliknya, jika huruf setelah Ghunnah merupakan huruf tipis maka Ghunnah juga ikut dibaca tipis. Huruf-huruf yang tebal adalah huruf yang memiliki sifat Isti'la. Selainnya, maka huruf nya dibaca tipis. Cara membaca tebal dan tipisnya Ghunnah bisa talaqqi kepada Guru.

Berikut beberapa Contoh Sifat Ghunnah yang dibaca tebal (diberi warna merah) :

1. QS As-Shaffat ayat 11 (ghunnah nun sukun bertemu tha)
إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ
2. QS As-Shaffat ayat 19 (ghunnah nun sukun bertemu dza)
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ

Berikut beberapa Contoh Sifat Ghunnah yang dibaca tipis (diberi warna merah) :

1. QS As-Shaffat ayat 18 (ghunnah nun sukun bertemu ta)
قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ
2. QS As-Shaffat ayat 21 (ghunnah nun sukun bertemu ta)
هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

Tingkatan Ghunnah

Dari pengertian dan penjelasan di atas, pada dasarnya Ghunnah adalah sifat milik huruf nun dan mim (baik tasydid maupun bukan). Lalu terjadi penjabaran sehingga memunculkan hukum bacaan khusus bernama Ghunnah untuk nun dan mim yang bertasydid saja.

Kesimpulannya, sifat Ghunnah bukan hanya terletak pada Nun dan Mim bertasydid saja, melainkan semua hukum bacaan yang memunculkan dengung atau ghunnah. Kemudian, jika dilihat dari kesempurnaan sifat Ghunnah, maka Ghunnah terbagi menjadi lima tingkatan, sebagai berikut ini :

Pertama : Ghunnah yang terletak pada huruf nun dan mim yang bertasydid, baik tasydid asli (musyaddadah) atau tambahan (hukmi). Ghunnah bertasydid ini bisa terletak pada Idgham Bi Ghunnah, Idgham Mimi, Idgham Syamsi, dan lain sebagainya.

Contoh Ghunnah yang memakai tasydid asli (QS Al-Kautsar ayat 1)
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Contoh Ghunnah yang memakai tasydid hukmi (QS Al-Baqarah ayat 286)
إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Kedua : Ghunnah yang terletak pada Idgham Naqish (baca artikel "Idgham"). Idgham Naqish, secara singkat, adalah Idgham yang kurang atau tidak sempurna. Contoh Ghunnah pada Idgham Naqish misalnya pada hukum bacaan Idgham Bi Ghunnah huruf ya dan wawu.

Contoh Ghunnah pada Idgham Naqish (QS Az-Zalzalah ayat 7)
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Ketiga : Ghunnah yang berada pada bacaan samar (ikhfa) atau terbalik (iqlab). Ghunnah ketiga ini lebih lemah daripada Ghunnah pada Idgham Naqish karena suara nya samar atau berubah. Contoh Ghunnah jenis ketiga misalnya hukum bacaan Ikhfa Haqiqi dan Iqlab.

Contoh Ghunnah pada Ikhfa Haqiqi (QS Az-Zalzalah ayat 7)
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Contoh Ghunnah pada Iqlab (QS Al-Balad ayat 2)
وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Keempat : Ghunnah yang terlatak pada nun sukun namun dibaca jelas. Misalnya hukum bacaan Idzhar Halqi. Lho, Idhar Halqi ada Ghunnahnya? Ada namun sedikit sehingga terlihat tidak ada atau cepat.

Contoh Ghunnah (tidak tampak) pada Idzhar Halqi (QS Al-Lahab ayat 2)
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

Kelima : Ghunnah yang terletak pada huruf berharakat. Misalnya huruf nun berharakat fathah, dhammah, atau kasrah. Sifat Ghunnah pada jenis kelima ini sangat sedikit bahkan sebagian ada yang mengatakan tidak ada.

Contoh Ghunnah (tidak tampak) pada huruf hidup atau berharakat fathah (QS Al-Humazah ayat 6)
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

Demikian artikel singkat mengenai "Sifat Ghunnah Lengkap". Semoga bermanfaat.

Membaca untuk menambah ilmu dan menulis untuk menabung ilmu | Penulis di beberapa blog pribadi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon