Ro Dibaca Jawaz Wajhain Lengkap

Ro Dibaca Jawaz Wajhain Lengkap -

Hukum terakhir dari cara membaca huruf ro adalah ro dibaca dengan Jawaz Wajhain (boleh dua wajah bacaan). Artinya, huruf ro boleh dibaca tafkhim (tebal) dan boleh dibaca tarqiq (tipis). Berikut ini adalah syarat-syaratnya.

Hukum ro dibaca Jawaz Wajhain (boleh dua wajah bacaan) insyaallah lebih mudah dipahami karena jumlah syaratnya yang lebih sedikit daripada ro dibaca tafkhim atau tarqiq. Lebih mudah lagi, jika sudah mempelajari ro tafkhim dan tarqiq.


Ada berapa syarat ro dibaca Jawaz Wajhain? Setiap buku menampilkan jumlah yang berbeda-beda dan dengan pembagian yang bervariasi pula. Secara singkat, syarat ro dibaca Jawaz Wajhain terkumpul dalam tiga syarat sebagai berikut ini :

1. Ro sukun yang didahului huruf berharakat kasrah, setelah ro sukun terdapat huruf Isti'la berharakat kasrah

Apabila ada huruf ro yang sukun (sukun asli, bukan sukun waqaf) lalu didahului oleh huruf berharakat kasrah. Kemudian, setelah huruf ro yang sukun (bukan sebelum huruf ro) terdapat huruf Isti'la yang berharakat kasrah, maka huruf ro boleh dibaca tafkhim atau tarqiq.

Contoh ro dibaca Jawaz Wajhain karena sesuai dengan syarat nomor satu di atas, hanya terdapat dalam satu contoh dan hanya terdapat dalam satu ayat saja yakni dalam QS As-Syu'ara ayat 63 berikut ini :
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Mengapa boleh dibaca dua wajah atau dibaca tafkhim maupun tarqiq? Dibaca tafkhim karena setelah ro sukun (yang didahului kasrah) terdapat huruf Isti'la, dimana sifat Isti'la merupakan sifat yang kuat sehingga dibaca dengan tafkhim.

Adapun dibaca tarqiq karena lebih memandang kuat huruf berharakat kasrah yang terletak sebelum ro sukun. Meskipun setelah ro sukun terdapat huruf Isti'la, namun Isti'la nya berharakat kasrah dimana tidak sama kuat dengan Isti'la berharakat fathah.

2. Ro sukun karena waqaf, yang didahului huruf Isti'la sukun dan didahului lagi oleh huruf berharakat kasrah

Apabila ada huruf ro sukun yang disebabkan waqaf, lalu sebelumnya terdapat huruf Isti'la sukun dan didahului lagi oleh huruf berharakat kasrah, maka huruf ro boleh dibaca tafkhim maupun dibaca tarqiq.

Contoh ro dibaca Jawaz Wajhain karena sesuai dengan syarat nomor dua di atas, hanya terdapat dalam dua kata saja yaitu (الْقِطْرِ) dan (مِصْرَ). Berikut masing-masing contoh nya :

Contoh kata (الْقِطْرِ) hanya terdapat dalam satu ayat saya yakni QS Saba ayat 12 (dibaca waqaf) :
وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ ۖ وَمِنَ الْجِنِّ

Contoh kata (مِصْرَ) terdapat dalam 4 ayat. Salah satunya terdapat dalam QS Yunus ayat 87 (dibaca waqaf) :
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ

Kedua contoh di atas boleh dibaca tafkhim atau tarqiq karena sebab-sebab yang terdapat dalam kedua contoh di atas. Ada yang memilih suatu hukum karena didasarkan cara baca dalam keadaan washal. Yang lain berpendapat sebaliknya.

3. Ro sukun karena waqaf, bertemu huruf ya yang dibuang

Yang terakhir adalah apabila ada huruf ro yang sukun, dimana sukun nya disebabkan karena waqaf, bertemu dengan huruf ya' (ي) yang dibuang. Huruf ya' yang dibuang bisa disebabkan karena takhfif maupun karena bina`.

Contoh ro dibaca Jawaz Wajhain karena sebab nomor tiga di atas, terdapat hanya dalam dua contoh saja yaitu kata (نُذُرِ) dan kata yang mirip dengan (يَسْرِ).

Contoh kata (نُذُرِ) terdapat dalam QS Al-Qamar ayat :
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

Contoh kata (يَسْرِ) terdapat dalam QS Al-Fajr ayat 4 :
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

Alasan mengapa bisa dibaca tafkhim maupun tarqiq karena terdapat huruf ya' yang dibuang sehingga sebagian berpendapat mengikuti adanya huruf ya yang dibuang dan sebagian lain berpendapat tidak menghitung huruf ya' yang dibuang.

Demikian uraian artikel berjudul "Ro Dibaca Tafkhim Lengkap". Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu pemahaman para pembaca dalam mempelajari hukum bacaan Ro, baik tafkhim, tarqiq, maupun jawaz wajhain. Amin. Wallahu a'lam.

Sumber kitab :
1. Al-Mufid Fi Ilm at-Tajwid
2. Ghayat al-Murid Fi Ilm at-Tajwid

Membaca untuk menambah ilmu dan menulis untuk menabung ilmu | Penulis di beberapa blog pribadi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon