2 Januari 2026

Kaidah Fashl Washl Tanpa Idgham Rasm Usmani

Di antara salah satu kaidah umum dalam Ilmu Rasm Usmani adalah kaidah Fashl dan Washal yang terbagi menjadi dua. Pertama, kata yang disambung dapat menyebabkan Idgham. Kedua, kata yang disambung tidak menyebabkan Idgham atau tanpa Idgham.

Kaidah al-Fashl wa al-Washl (الفصل و الوصل) secara bahasa, fashl artinya pisah dan washl artinya sambung. Secara istilah, kaidah al-Fashl wa al-Washl adalah kaidah yang membahas tentang pisah dan sambungnya antara dua kata.

Kaidah ini terbagi menjadi dua jenis. Pertama, dua kata yang jika disambung terdapat Idgham atau tasydid. Kedua, sebaliknya tidak terdapat Idgham. Artikel ini menjelaskan 10 pasangan kata yang tidak terdapat Idgham berkaitan dengan kaidah Fashl wa Washl.

Pertama, kata fi ma (فِي مَا). Kata tersebut selalu disambung di dalam al-Quran kecuali pada 11 tempat yaitu Al-Baqarah ayat 240, al-Maidah ayat 48, al-An'am ayat 145 dan 165, al-Anbiya ayat 102, an-Nur ayat 14, as-Syuara ayat 146, ar-Rum ayat 28, dan lain-lain

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS Ali Imran ayat 66. Sedangkan ayat kedua dalam QS ar-Rum ayat 28.

هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Kedua, kata kay la (كَيْ لَا). Kata ini terdapat 7 tempat dalam al-Quran. Tiga di antaranya ulama sepakat menyambungnya, satu tempat terdapat perbedaan, dan sisanya dipisah. Yang disambung terdapat di al-Hajj ayat 5, al-Ahzab ayat 50, dan al-Hadid ayat 23.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS an-Nahl ayat 70. Sedangkan ayat kedua dalam QS al-Hadid ayat 23.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَىْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا۟ بِمَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Ketiga, kata bi'sa ma (بِئْسَ مَا). Kata ini berjumlah 9 tempat dalam al-Quran. Jika sebelum bi'sa terdapat huruf lam atau fa, maka kata bi'sa ma selalu dipisah seperti al-Baqarah ayat 102 dan Ali Imran ayat 187. Sisanya kata tersebut di sambung meskipun sebagian ada ikhtilaf.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS al-Baqarah ayat 102. Sedangkan ayat kedua dalam QS al-Baqarah ayat 90.

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

بِئْسَمَا ٱشْتَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Keempat, kata ayna ma (أَيْنَ مَا). Kata ini terdapat sebanyak 12 kali dalam al-Quran. Tujuh tempat dipisah, dua tempat disambung, dan sisanya terdapat ikhtilaf. Yang sepakat disambung adalah al-Baqarah ayat 115 dan an-Nahl ayat 76.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS an-Nahl ayat 76. Sedangkan ayat kedua dalam QS al-Baqarah ayat 148.

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَىٰهُ أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِى هُوَ وَمَن يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Kelima, kata inna ma (إِنَّ مَا). Kata ini mudah ditemukan dalam al-Quran dan selalu ditulis dengan tersambung. Para ulama sepakat hanya satu tempat yang penulisannya terpisah antara kedua kata ini yaitu QS al-An'am ayat 134.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS an-Nahl ayat 95. Sedangkan ayat kedua dalam QS al-An'am ayat 134.

وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ إِنَّمَا عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَءَاتٍ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

Keenam, kata anna ma (أَنَّ مَا). Kata ini mudah ditemukan dalam al-Quran dan selalu ditulis dengan tersambung. Para ulama sepakat hanya dua tempat yang penulisannya terpisah antara kedua kata ini yaitu al-Hajj ayat 62 dan Luqman ayat 30.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS Luqman ayat 27. Sedangkan ayat kedua dalam QS Luqman ayat 30.

وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

Ketujuh, kata kull ma (كُلَّ مَا). Kata ini terbagi menjadi 3 macam. Pertama, ada satu tempat yang disepakati terpisah. Kedua, empat tempat yang terdapat perbedaan. Ketiga, sisanya semua sepakat untuk disambung. Adapun macam pertama adalah QS Ibrahim ayat 34.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS an-Nisa ayat 56. Sedangkan ayat kedua dalam QS Ibrahim ayat 34.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Kedelapan, kata ibn umm (ابْن أمّ). Kata ini hanya terdapat di dua tempat dalam al-Quran. Pertama ditulis terpisah yang berada di QS Al-A'raf ayat 150. Kedua, ditulis tersambung yang berada di QS Taha ayat 94.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS Taha ayat 94. Sedangkan ayat kedua dalam QS Al-A'raf ayat 150.

قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلَا بِرَأْسِىٓ ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَٰنَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِى مِنۢ بَعْدِىٓ ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى ٱلْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُوا۟ يَقْتُلُونَنِى فَلَا تُشْمِتْ بِىَ ٱلْأَعْدَآءَ وَلَا تَجْعَلْنِى مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Kesembilan, kata ma li (مَا لِ). Kata "li" ini merupakan huruf jer. Dalam al-Quran, huruf jer li ini selalu disambung jika bertemu dhamir atau isim dhahir (tampak jelas), kecuali 4 tempat yaitu an-Nisa ayat 78, al-Kahf ayat 49, al-Furqan ayat 7, dan al-Ma'arij ayat 36.

Perhatikan perbedaan kedua kata yang disambung maupun dipisah di dalam al-Quran dengan memperhatikan ayat di bawah ini. Ayat pertama dalam QS al-Insyiqaq ayat 20. Sedangkan ayat kedua dalam QS al-Ma'arij ayat 36.

فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

Kesepuluh, kata haytsu ma (حَيْثُ مَا). Kata ini hanya terdapat di dua tempat dalam al-Quran dan semuanya dipisah menurut kesepakatan Ulama. Kedua tempat itu adalah QS Al-Baqarah ayat 144 dan QS Al-Baqarah ayat 150. Berikut contoh di ayat 144:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Demikian artikel yang berjudul "Kaidah Fashl Washl Tanpa Idgham Rasm Usmani". Anda dapat membaca artikel lain tentang Kaidah Rasm Usmani dengan KLIK DI SINI. Anda juga bisa usul judul artikel atau bertanya dengan menulisnya di komentar. Terima kasih.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon