Sukun di Mushaf Indonesia dan Madinah
Di antara sekian banyak tanda di dalam al-Quran, sukun merupakan tanda yang penerapannya berbeda antara Mushaf Indonesia dan Madinah. Setelah mempelajari ilmu Dhabth, kita dapat mengetahui asal usul sukun. Lalu bagaimana penerapan di kedua mushaf ini?
Tanda sukun biasanya digunakan untuk huruf yang dibaca sukun. Sukun (yang artinya diam) merupakan lawan dari harakat (yang artinya bergerak). Bentuk tanda sukun dalam Mushaf Indonesia dan Madinah kurang lebih mirip bentuknya.
Meskipun bentuknya yang identik, namun penggunaan tanda sukun dalam kedua mushaf memiliki ciri dan karakteristik masing-masing. Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan sukun dalam Mushaf Indonesia dan Madinah.
Sukun di Mushaf Indonesia
Tanda sukun di mushaf resmi milik Kementerian Agama Indonesia ini diberikan di setiap huruf yang mati atau tidak berharakat. Apa pun hurufnya seperti ta, dal, wawu, syin, dan lain-lain. Kecuali alif karena sejatinya alif selalu mati sehingga tidak diberi tanda sukun.
Semua huruf diberi tanda sukun, termasuk huruf wawu dan ya yang menjadi huruf mad juga diberi tanda sukun. Ini untuk menunjukkan bahwa semua huruf itu terbaca dengan sukun. Perhatikan tanda sukun pada QS Al-Baqarah ayat 10 di bawah ini.
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ
Jika ada huruf dalam Mushaf Indonesia tidak diberi tanda sukun dan harakat, maka huruf itu tidak terbaca. Bandingkan sukun pada kata "fi" antara contoh di atas dengan contoh di bawah ini. Contoh di atas diberi sukun, sedangkan contoh bawah tidak karena ia tidak terbaca.
فِى الْاَرْضِ
Sukun di Mushaf Madinah
Berbeda dengan Mushaf Indonesia, tanda sukun di Mushaf Madinah tidak berikan pada semua huruf yang mati saja. Melainkan pada huruf mati yang dibaca jelas atau idzhar. Di sisi lain, ada juga huruf mati tetapi tidak diberi sukun karena ia bukan dibaca idzhar.
فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ
Perhatikan contoh di atas, dapat dilihat bahwa ada tiga huruf yang mati tetapi tidak diberi tanda sukun yaitu huruf ya, wawu, dan mim. Ini menunjukkan bahwa ketiga huruf itu tidak terbaca dengan sukun jelas atau idzhar.
Oleh karena itu, jangan kaget jika menemukan banyak huruf di Mushaf Madinah yang tidak diberi tanda sukun alias kosongan tanpa harakat apa pun. Karena ia memiliki standar pemberian tanda sukun yang berbeda dengan Mushaf Indonesia.
Dari pengertian singkat ini tentunya dapat dengan mudah membedakan mana mushaf Indonesia dan mana mushaf Madinah. Sekarang coba bandingkan 2 ayat yang sama di bawah ini dan tentukan mana mushaf Indonesia dan Madinah!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Demikian artikel berjudul "Sukun di Mushaf Indonesia dan Madinah". Anda dapat membaca artikel lain tentang perbandingan Mushaf Indonesia dan Madinah dengan KLIK DI SINI. Anda dapat mengusulkan judul artikel selanjutnya. Terima kasih.
