Penulisan Hamzah Antara Mushaf Indonesia dan Madinah
Salah satu kaidah tanda baca yang berbeda antara Mushaf Indonesia dan Madinah adalah penulisan hamzah. Pembahasan terperinci sudah kami susun dalam satu buku khusus berjudul "Tajwid 2 Mushaf" yang bisa Anda cek dan beli dengan KLIK DI SINI.
Apa yang berbeda dalam penulisan hamzah antara kedua mushaf ini? Artikel ini menjelaskan secara singkat perbedaannya dengan 3 sub pembahasan, yaitu alif dan hamzah, perbedaan kaidah, dan masing-masing contohnya.
Alif dan Hamzah
Pertama yang perlu diketahui adalah perbedaan antara Alif dan Hamzah. Alif adalah huruf Mad yang keluar dari al-Jauf (rongga mulut). Ia tidak menerima harakat (selalu kondisi mati atau sukun) dan cara membacanya mengikuti huruf sebelumnya.
Berbeda dengan alif, hamzah merupakan huruf yang menerima harakat baik fathah, dhammah, maupun kasrah. Ia memiliki tempat keluar atau makhraj berupa pangkal tenggorokan. Ia bisa berharakat dan juga bisa dalam kondisi sukun.
Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa kedua huruf ini, yaitu alif dan hamzah, merupakan dua huruf yang berbeda. Jika Anda membaca artikel kami yang ada di bagian Ilmu Dhabt, di sana akan dijelaskan asal muasal alif dan hamzah secara khusus atau KLIK DI SINI.
Perbedaan Kaidah
Lalu apa perbedaan penulisan hamzahnya? Setelah Anda membaca perbedaan antara huruf Alif dan Hamzah, serta sejarah asal muasal huruf-huruf beserta kaidah Rasm nya, maka akan tampak dan menjadi jelas bagaimana membedakan kaidah masing-masing.
Hemat penulis, ada beberapa kaidah yang bisa ditemukan setelah mengamati perbedaan keduanya. Kaidah pertama, setiap hamzah yang tertulis (secara rasm) dengan alif maka Mushaf Indonesia tidak memberi tanda baca hamzah (ء), sedangkan Mushaf Madinah memberikan tanda. Jika tidak tertulis alif, maka keduanya sama-sama memberikan tanda hamzah.
Kedua, hamzah yang dibaca panjang berharakat fathah dan tertulis rasm nya dengan alif maka Mushaf Indonesia tidak memberi tanda hamzah sebelum alif, sebaliknya Mushaf Madinah memberikan tanda hamzah sebelum alif.
Ketiga, jika hamzahnya mati atau sukun baik tertulis alif, wawu, ya, maupun tidak tertulis dalam rasm Usmani, maka baik mushaf Indonesia dan Madinah sama-sama memberikan tanda hamzah di setiap bentuk tulisannya.
Ada beberapa kaidah lainnya yang dapat ditemukan namun sebagian kaidah itu merupakan kaidah khusus yang jarang terjadi atau tidak banyak contoh kata-katanya. Selengkapnya Anda bisa baca buku kami berjudul Tajwid 2 Mushaf yang tersedia dalam bentuk cetak.
Contoh Ayat
Dari ketiga kaidah penulisan hamzah yang ada akan diberikan contoh di setiap mushafnya untuk memberikan gambaran dan kemudahan dalam memahami masing-masing kaidah. Anda juga dapat mengecek langsung dalam mushaf yang Anda miliki.
Kaidah 1 yang berkaitan dengan pemberian tanda hamzah di hamzah yang tertulis alif
QS Al-Baqarah ayat 11 Mushaf Indonesia
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
QS Al-Baqarah ayat 11 Mushaf Madinah
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
Kaidah 2 yang berkaitan dengan hamzah panjang tertulis alif berharakat fathah
QS Al-Baqarah ayat 13 Mushaf Indonesia
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ كَمَآ اٰمَنَ السُّفَهَاۤءُ ۗ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاۤءُ وَلٰكِنْ لَّا يَعْلَمُوْنَ
QS Al-Baqarah ayat 13 Mushaf Madinah
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ
Kaidah 3 yang berkaitan dengan hamzah sukun
Potongan QS Ali Imran ayat 7 Mushaf Indonesia
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُ
Potongan QS Ali Imran ayat 7 Mushaf Madinah
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ
Demikian artikel singkat berjudul "Penulisan Hamzah Antara Mushaf Indonesia dan Madinah". Anda dapat melihat pembahasan khusus antara Mushaf Indonesia dan Madinah dengan cara KLIK DI SINI. Ingin memberikan komentar atau pertanyaan? Tulis di komentar.
