Perbedaan Tanda Baca Mushaf Indonesia dan Madinah dalam Tajwid 3

Perbedaan Tanda Baca Mushaf Indonesia dan Madinah dalam Tajwid 3 -

Melanjutkan dari artikel sebelumnya, mengenai perbedaan tanda baca pada 2 jenis mushaf standar yang beredar di masyarakat yaitu antara Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Standar Madinah. Perbedaan yang dibahas di sini menyangkut tanda baca saja (dhabt).

Perbedaan tanda baca antara Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Standar Madinah yang dibahas adalah mengenai materi-materi yang berada di Tajwid 3 atau biasa disebut Tajwid Gharib. Untuk lebih mengetahui apa saja isi materi Tajwid 3, silahkan klik di sini.

Perbedaan tanda baca merupakan suatu keunikan dan ciri bagi masing-masing mushaf Standar. Perbedaan tanda baca (dhabt) tidak sampai menyebabkan perbedaan bacaan. Sedangkan dalam hal Rasm, keduanya menggunakan Rasm Utsmani.

Dari sekian banyak materi Tajwid 3, yang dibahas adalah materi tajwid yang berbeda tanda baca saja. Sedangkan materi-materi tajwid yang tidak disebutkan disini berarti tidak ada perbedaan dalam hal tanda baca atau keduanya sama.

Apa saja perbedaan tanda baca tentang Tajwid 3 yang ada pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Standar Madinah? Berikut ulasannya.

1. Sifr Mustadir

Sifr Mustadir adalah bulatan sempurna yang diletakkan di atas 3 huruf yakni alif, wawu, dan ya. Fungsi dari huruf yang di atasnya diberikan tanda Sifr Mustadir berarti huruf tersebut tidak dibaca. Tanda Sifr Mustadir menggunakan bulatan sempurna.

Kedua mushaf, baik Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Standar Madinah, sama-sama menggunakan bulatan sempurna untuk menyimbolkan Sifr Mustadir, baik di atas alif, wawu, maupun ya. Lalu dimana perbedaannya?

Mushaf Standar Madinah memberikan tanda Sifr Mustadir di semua hurufnya. Sedangkan di Mushaf Standar Indonesia, tidak semua diberikan tanda Sift Mustadir. Mengapa? Apakah cara bacanya tidak berbeda? Perhatikan contoh di bawah ini :

perbedaan sifr mustadir

Cara baca keduanya tetap sama. Alasan mengapa tidak semua diberi tanda Sifr Mustadir di Mushaf Indonesia, karena fungsi dari Sifr Mustadir itu sendiri. Di Mushaf Indonesia, semua huruf diberi tanda baik harakat maupun sukun. Maka huruf yang tidak diberi tanda, berarti tidak dibaca.

Berbeda dengan Mushaf Madinah yang memang sebagian huruf nya tidak diberi tanda. Misal wawu mad, huruf wawu nya dikosongkan. Sedangkan Mushaf Indonesia, wawu mad, wawu nya diberi tanda sukun.

Pada akhirnya, semua tanda baca (dhabt) kembali pada fungsinya. Jika fungsinya sudah tercapai (padahal belum diberi tanda baca), maka tidak perlu menggunakan tanda baca. Sebaliknya, jika fungsinya tidak tercapai, maka perlu diberi tanda baca.

2. Saktah

Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Standar Madinah menggunakan tanda baca yang berbeda. Mushaf Standar Indonesia menggunakan tulisan arab "saktah", sedangkan Mushaf Standar Madinah menggunakan tanda huruf sin kecil.

Selain berbeda dalam tanda baca saktah, kedua Mushaf juga berbeda dalam penggunaan Saktah Jaiz. Mushaf Standar Indonesia memilih tidak Saktah Jaiz, sedangkan Mushaf Standar Madinah memilih menggunakan Saktah Jaiz. Perhatikan contoh di bawah ini :

perbedaan tanda saktah
Keterangan gambar : baris pertama adalah perbandingan tanda baca antar mushaf. Baris kedua adalah perbedaan menggunakan saktah Jaiz (lihat QS Al-Haqqah ayat 28).

3. Isymam

Selanjutnya mengenai tanda baca bacaan Isymam. Keduanya berbeda dalam menuliskan tanda baca. Mushaf Standar Indonesia menuliskan kata Isymam dalam bahasa Arab di bawah antara huruf mim dan nun taysdid, sedangkan Mushaf Standar Madinah menggunakan tanda wajik berongga yang terletak di atas huruf, antara mim dan nun.

Letak bacaan Isymam riwayat Hafs dapat dilihat pada QS Yusuf ayat 11. Perhatikan dan bandingkan perbedaan pada gambar di bawah ini :
tanda baca isymam

4. Imalah

Untuk penulisan tanda Imalah juga berbeda. Mushaf Standar Indonesia menggunakan tulisan Isymam dengan bahasa Arab, ditulis miring dan diletakkan di bawah huruf yang dibaca Imalah. Sedangkan untuk Mushaf Standar Madinah menggunakan tanda wajik berongga dan di letakkan di bawah huruf yang dibaca Imalah.

Bacaan Imalah dapat Anda temukan di QS Hud ayat 41. Perhatikan gambar di bawah ini:

tanda baca imalah


5. Tashil

Begitu juga dengan tashil, keduanya berbeda dalam menuliskan tanda baca Tashil. Mushaf Standar Indonesia memberi tanda harakat dan tanda tulisan tashil di bawah huruf yang dibaca Tashil. Sedangkan Mushaf Standar Madinah tidak memberikan harakat tetapi memberikan tanda bulatan hitam di atas huruf yang dibaca tashil.

Bacaan tashil dapat ditemukan di QS Fushshilat ayat 44. Perhatikan gambar di bawah ini :

tanda tashil

6. Nun Wiqayah

Terakhir adalah perbedaan dalam memberikan tanda baca untuk nun Wiqayah (Disebut juga Nun Iwadh). Mushaf Standar Indonesia memberikan tanda baca nun kecil di bawah hamzah washal dan tanwin nya berubah harakat biasa.

Sedangkan Mushaf Standar Madinah tidak memberikan tanda, melainkan cukup tanda hamzah Washal yakni diberi tanda shad kecil dan tanwin nya tetap Ada. Cara baca keduanya tetap sama. Perhatikan gambar di bawah ini:

tanda nun wiqayah

Demikian artikel singkat mengenai Perbedaan Tanda Baca Mushaf Indonesia dan Madinah dalam Tajwid 3 atau Tajwid Gharib. Semoga bermanfaat.

Membaca untuk menambah ilmu dan menulis untuk menabung ilmu | Penulis di beberapa blog pribadi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon