Ringkasan Kitab Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran (Bag-1)

Ringkasan Kitab Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran (Bag-1) -

Salah satu kitab tajwid ringkas yang dapat menjadi bahan bacaan adalah kitab berbahasa Arab berjudul "Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran". Kitab yang dibuat oleh Muhammad Shadiq Qamhawi ini memiliki jumlah halaman yang tidak begitu banyak.

Kitab yang berisi 127 halaman ini terbagi menjadi dua bagian, sebagaimana dijelaskan dalam cover dan pengantarnya. Sekitar 100 halaman berisi penjelasan mengenai tajwid (Al-Burhan Fi Tajwid Al-Quran), sebagian sisanya diberi judul "Risalah Fi Fadhail al-Quran" atau keutamaan al-Quran.


Kitab berjudul "Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran" ini pertama kali dicetak pada tahun 1985 M atau 1405 H. Berikut daftar ini kitab berjudul "Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran" ini dengan urutan nomor :

Daftar isi "Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran"
  1. Kata Pengantar
  2. Pendahuluan
  3. Isti'adzah
  4. Hukum-hukum Nun Sukun dan Tanwin
  5. Hukum Nun dan Mim bertasydid
  6. Hukum-hukum Mim Sukun
  7. Hukum Lam "al" dan Lam Fi'il
  8. Bab Makharijul Huruf
  9. Sifat-sifat Huruf
  10. Pembagian sifat menjadi kuat dan lemah
  11. Bab Tafkhim dan Tarqiq
  12. Bab Mitslain, Mutaqaribain, Mutajanisain, dan Mutaba'idain
  13. Bab Mad dan Qashr
  14. Macam-macam Mad Lazim
  15. Bab Waqaf dan Ibtida
  16. Bab Maqthu dan Mawshul
  17. Bab Ha Ta`nis yang ditulis dengan Ta Majrurah
  18. Bab Hadzf dan Itsbat
  19. Bab Hamzah Washal
Daftar isi "Risalah Fi Fadhail al-Quran"
  1. Pengertian dan Sifat al-Quran
  2. Keutamaan Membaca al-Quran
  3. Fasal tentang kesunnahan menangis saat membaca al-Quran
  4. Tentang syafaat al-Quran
  5. Tentang membaca ayat-ayat dan surat-surat tertentu
  6. Tentang kesunnahan memperindah suara saat membaca

Dalam sekian banyak judul yang terdapat dalam daftar isinya, dalam artikel ini akan diringkas seringkas mungkin tanpa menjelaskan pengertian atau penjelasan mengenai suatu hukum yang sudah biasa diketahui, misalnya penjelasan Idzhar Halqi atau Mad Thabi'i atau sejenisnya.

3. Isti'adzah

Hukumnya sunnah. Ada juga pendapat yang mengatakan wajib ketika memulai membaca. Bentuk kalimat yang dipilih adalah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ). Diucapkan dalam 4 kondisi : 2 kondisi dikeraskan (jahr) dan 2 kondisi dipelankan (sirr).

Isti'adzah di-jahr-kan ketika dalam perayaan dan ta'lim. Sedangkan di-sirr-kan ketika dalam shalat dan ketika membaca sendirian. Membaca isti'adzah yang diikuti dengan basmalah dan awal surat, memiliki 4 macam cara : qath'ul jami', qath'ul awwal wa washlul tsani bi tsalis, washlul awwal bi tsani, dan washlul jami'.

Sedangkan membaca basmalah di antara dua surat memiliki 3 macam cara : qath'ul jami', qath'ul awwal wa washlul tsani bi tsalis, dan washlul jami'. Adapun antara surat al-Anfal dengan surat at-Taubah maka cara membacanya bisa waqaf, saktah, dan washal.


4. Hukum-hukum Nun Sukun dan Tanwin

Nun sukun dan tanwin memiliki 4 hukum bacaan : Idzhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa. Huruf Idzhar ada 6 huruf dan memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan paling tinggi adalah hamzah dan Ha, tingkatan sedang adalah ain dan ha, dan tingkatan rendah adalah ghain dan kho.

Hukum bacaan Idgham terbagi menjadi dua yaitu Idgham bighunnah dan Idgham bighairi ghunnah. Huruf Idgham Bighunnah adalah ya, nun, mim, dan wawu, dengan syarat bukan dalam satu kata. Apabila terjadi dalam satu kata maka hukum bacaannya adalah Idzhar Muthlaq.

Sedangkan Idgham Bighairi Ghunnah memiliki 2 huruf yaitu lam dan ro. Hukum berikutnya adalah Iqlab yang memiliki satu huruf berupa huruf ba. Dan hukum terakhir adalah Ikhfa yang jumlah hurufnya ada 15.

5. Hukum Nun dan Mim Bertasydid

Nun dan Mim yang bertasydid maka wajib didengungkan (ghunnah) sekitar 2 harakat. Ghunnah nya nun dan mim bertasydid adalah ghunnah dengan tingkatan paling sempurna. Terdapat 5 tingkatan ghunnah yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu ghunnah sempurna dan ghunnah ashl.

6. Hukum-Hukum Mim Sukun

Hukum mim sukun terbagi menjadi tiga yaitu Ikhfa Syafawi, Idgham atau Idgham Mitslain Shagir, dan Idzhar Syafawi. Huruf bacaan Ikhfa Syafawi hanya satu yaitu ba. Huruf Idgham Mitslain Shgair juga satu yaitu mim. Sedangkan sisanya merupakan bacaan Idzhar Syafawi.

7. Hukum Lam "al" dan Lam Fi'il

Lam "al" merupakan tambahan dari suatu struktur kata. Ada yang dapat dipisah (tajrid) dan ada yang tidak dapat ditajrid. Menurut kitab al-Burhan, yang dibahas di sini adalah lam "al" yang bisa ditajrid. Terdapat dua hukum yaitu Idzhar Qamari dan Idgham Syamsi.

Adapun Lam Fi'il maka wajib dibaca jelas lam sukun nya. Kecuali jika setelah nya terdapat huruf lam atau ro maka di-idgham-kan.

8. Makharijul Huruf

Para ulama terbagi menjadi 3 pendapat mengenai jumlah makhraj. Mayoritas ulama termasuk Ibn Jazari mengikuti pendapat Khalil bin Ahmad berjumlah 17 makhraj (ini dipilih oleh kitab ini). Selanjutnya pendapat Syibawayh yang diikuti Syathibi berjumlah 16 makhraj. Terakhir, Quthrub, al-Jarmi, dan Farra berpendapat ada 14 makhraj.
  1. Al-Jauf : huruf alif atau mad. Juga dinamakan sebagai huruf Jaufiyyah atau Hawaiyah
  2. Aqsa al-Halqi (pangkal tenggorokan) : hamzah dan Ha
  3. Washat al-Halqi (tengah tenggorokan)
  4. Adna al-Halqi (rendah tenggorokan)
  5. Aqsa lisan (pangkal lidah) bagian paling jauh
  6. Aqsa lisan bagian dekat
  7. Washat Lisan (tengah lidah)
  8. Ihda Hafatay Lisan (salah satu sisi lidah) : dhad
  9. Ma Bayna Hafatay Lisan (diantara dua sisi lidah) : lam
  10. Tharfu Lisan (ujung lidah) terdapat lima makhraj. Namun yang dimaksud di sini lebih ke huruf nun.
  11. Tharfu Lisan Ma'a Dhahrih (ujung lidah dengan punggung lidah) : ro
  12. Dhahr Ra's Lisan (punggung kepala lidah) : huruf ta, dal, dan tha
  13. Tharfu Lisan (ujung lidah) diantara gigi atas dan bawah : sin, shad, dan zay
  14. Tharfu Lisan (ujung lidah) dengan ujung gigi atas : tsa, dzal, dan dzo
  15. Bath Syafah sufla (bibir bawah dalam) : fa
  16. Syafatain (dua bibir) : ba, wawu, dan mim
  17. Khaysyum (rongga hidung)

9. Sifat-sifat Huruf

Para ulama juga berbeda pendapat mengenai jumlah sifat. Sebagian berpendapat ada 17 sifat (pendapat Ibn Jazari dan diikuti oleh kitab ini). Sebagian ada yang menambahkan hingga 44 sifat. Ada yang mengatakan 14 sifat dan ada juga yang mengatakan 16 sifat.

17 sifat itu terbagi menjadi dua bagian : sifat yang memiliki lawan (5x5 total 10 sifat) dan sifat yang tidak memiliki lawan (total 7 sifat). Berikut sifat-sifat yang memiliki lawan :
  1. Hams x Jahr
  2. Syiddah, Tawassuth x Rakhawah
  3. Isti'la x Istifal
  4. Ithbaq x Infitah
  5. Idzlaq x Ishmat
Sedangkan sifat-sifat yang tidak memiliki lawan adalah shafir, qalqalah, inhiraf, takrir, lin, tafasysyi, dan istithalah. Namun di akhir penjelasan, kitab ini menambahkan sifat lagi atau keterangan bahwa ghunnah merupakan sifat yang dimiliki oleh huruf nun dan mim.

10. Pembagian Sifat-sifat Ke Kuat dan Lemah

Sifat-sifat yang ada terbagi menjadi dua bagian yaitu sifat kuat dan lemah. Sifat-sifat yang masuk kategori kuat terdapat 12 sifat yaitu Jahr, Syiddah, Isti'la, Ithbaq, Ishmat, Shafir, Qalqalah, Inhiraf, Takrir, Tafasysyi, Istithalah, dan ghunnah.

Sedangkan sifat-sifat lemah adalah Hams, Rakhawah, Istifal, Infitah, Dzilaqah (Idzlaq), Lin, dan Khafa (diberikan keterangan bahwa sifat ini dimiliki oleh 4 huruf). Adapun sifat tawassuth bukan sifat kuat maupun lemah.

Membaca untuk menambah ilmu dan menulis untuk menabung ilmu | Penulis di beberapa blog pribadi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon