Mengenal Mushaf Standar Indonesia

Mengenal Mushaf Standar Indonesia -

Dewasa ini, perhatian masyarakat akan beragam mushaf al-Quran mulai tumbuh. Setidaknya terdapat dua macam mushaf al-Quran yang paling banyak beredar di kalangan masyarakat, yaitu mushaf standar Indonesia dan mushaf Madinah. Apa itu mushaf standar Indonesia?

Mushaf Standar Indonesia

Mushaf al-Quran Standar Indonesia (disingkat menjadi Mushaf Standar Indonesia) adalah mushaf al-Quran yang bentuk rasm, syakl, dhabth, dan waqaf nya sesuai standar atau hasil kesepakatan musyawarah Ulama al-Quran Indonesia.

Empat poin yang menjadi konsentrasi dan pembeda antara Mushaf Standar Indonesia dengan mushaf lainnya adalah rasm (penulisan batang huruf), syakl (harakat), dhabth (tanda baca), dan tanda waqaf. Keempat konsentrasi tersebut telah dimusyarahkan oleh para Ulama al-Quran di Indonesia dalam musyawarah Kerja (muker) selama 9 tahun.

Munculnya Mushaf Standar Indonesia memiliki beberapa tujuan. Pertama, sebagai pedoman tashih mushaf al-Quran di Indonesia. Kedua, untuk menyeragamkan tashih mushaf al-Quran di Indonesia. Dan ketiga, agar para penerbit mushaf al-Quran di Indonesia menggunakan Mushaf Standar Indonesia.

Dengan kata lain, Mushaf Standar Indonesia adalah mushaf yang dijadikan acuan dan pedoman  dalam penerbitan mushaf al-Quran di Indonesia dan telah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini diwakili dan diawasi oleh LPMQ atau Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran.

Mushaf Standar Indonesia berbeda dengan Mushaf Madinah (Saudi) dalam keempat hal yang telah disebutkan. Namun dalam perkara rasm, khususnya rasm utsmani, apakah Mushaf Madinah lebih sesuai dengan rasm ustmani? Jawabannya, tidak.

Rasm Ustmasi memiliki banyak riwayat dan yang paling populer adalah riwayat Imam Abu Amr ad-Dani dan Imam Abu Dawud. Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah sama-sama menggunakan rasm utsmani. Perbedaannya, Mushaf Standar Indonesia lebih men-tarjih pendapat Imam Abu Amr ad-Dani. Sedangkan Mushaf Madinah lebih men-tarjih pendapat Imam Abu Dawud.



Macam-macam Mushaf Standar Indonesia

Dari hasil Musyawarah Kerja selama 9 tahun yang dilakukan para Ulama al-Quran Indonesia, telah menetapkan aturan baku untuk 3 jenis Mushaf Standar Indonesia. Ketiga jenis Mushaf Standar Indonesia itu dibedakan sesuai kategori pembaca al-Quran.

Ketiga jenis Mushaf Standar Indonesia itu adalah

1. Mushaf Standar Utsmani
2. Mushaf Standar Bahriyah
3. Mushaf Standar Braille

Mushaf Standar Utsmani adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya mengikuti kaidah rasm atau riwayat Imam Abu Amr ad-Dani. Mushaf Standar Usmani inilah yang dijadikan mushaf al-Quran umum untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Mushaf Standar Utsmani ini ditujukan atau segmentasinya untuk kalangan umum atau semua masyarakat. Dan penunjukan kata Mushaf Standar Indonesia yang ada di situs ini juga merujuk pada Mushaf Standar Utsmani.

Mushaf Standar Bahriyah adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya mengikuti kaidah rasm imla'i atau qiyasi dan beberapa kata tertentu menggunakan rasm utsmani. Mushaf Standar Bahriyah berbeda dengan Mushaf Standar Utsmani dalam beberapa hal.

Mushaf Standar Bahriyah seringkali disebut mushaf pojok (setiap akhir halaman terdapat akhir ayat) meskipun sekarang Mushaf Standar Utsmani juga melakukan hal yang sama. Mushaf Standar Bahriyah ditujukan untuk para penghafal al-Quran.

Mushaf Standar Braille adalah Mushaf Standar Indonesia yang bentuk penulisannya menggunakan kode-kode Braille. Kode-kode Braille merupakan konfigurasi dari 6 titik timbul. Mushaf Standar Braille ditujukan untuk para tunanetra.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon