3 Alasan Surat at Taubah Tidak Diawali Basmalah

3 Alasan Surat at Taubah Tidak Diawali Basmalah -

Dalam setiap membaca awal surat-surat al-Quran, biasanya diawali dengan membaca basmalah. Namun ada satu surat yang tidak diawali dengan basmalah. Surat itu adalah surat at Taubah. Surat yang dalam urutan penulisannya di mushaf, terletak antara surat al-Anfal dan Yunus.

Surat at Taubah juga populer memiliki nama lain yaitu Bara'ah. Hikmah mengapa disebut surat at Taubah karena dalam surat ini ditemukan banyak pengulangan tentang perintah bertaubat. Sedangkan hikmah mengapa disebut surat Bara'ah karena surat ini diawali dengan pembebasan (bara'ah) atau pemutusan hubungan dengan pihak musyrikin.

Selain kedua nama itu, surat at Taubah juga banyak memiliki nama-nama lainnya seperti surat al-Fadhihah, surat al-'Adzab, surat al-Bahuts, surat al-Hafirah, surat al-Mutsirah, dan lain sebagainya sebagaimana dikutip dari kitab Mahasin at-Ta'wil.

Lalu mengapa surat At Taubah atau Bara'aj ini tidak diawali dengan Basmalah? Artikel ini akan memaparkan tiga alasan mengapa surat Baraah atau at Taubah ini tidak diawali dengan Basmalah. Alasan-alasan tersebut dikutip dari kitab tafsir Mahasin at-Ta'wil karya al-Qasimi.



Alasan Pertama : Basmalah itu Rahmat

Al-Hakim meriwayatkan dalam kitab al-Mustadrak nya, dari Ibn Abbas berkata: Aku bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, "Mengapa tidak ditulis Basmalah di surat Baraah?". Ali bin Abi Thalib menjawab, "Karena ia (basmalah) merupakan kedamaian. Sedangkan Bara'ah diturunkan berhubungan dengan pedang atau peperangan."

Dari pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa tidak dapat berkumpul antara damai dan perang. Keduanya saling bertolak belakang. Basmalah yang diucapkan bertujuan untuk mendoakan dan memberi keamanan, kedamaian, dan rahmat. Sedangkan Bara'ah berkaitan dengan peperangan dan pemutusan hubungan.

Alasan Kedua : Pendapat Utsman

Alasan kedua merupakan pendapat Utsman perihal tidak ditulisnya basmalah di awal surat Bara'ah. Pendapat Utsman dicatat oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya. Berikut makna dari potongan hadis yang dikutip dari Musnad Ahmad.

Ibnu Abbas bertanya kepada Utsman Bin Affan; "Apa yang menyebabkan kalian sengaja meletakkan surat Al Anfal padahal dia termasuk dari al Matsani (surat yang ayatnya kurang dari seratus) dan surat Bara'ah (At Taubah) padahal dia termasuk dari mi`in (surat yang ayatnya sampai seratus) kemudian kalian gabungkan antara keduanya dan tidak kalian tulis (Basmalah)?"  

Utsman berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ketika suatu masa datang kepada beliau dan turunlah kepadanya surat surat yang mempunyai jumlah ayat banyak, dan apabila diturunkan kepadanya wahyu beliau memanggil beberapa orang yang menuliskan di sisinya, kemudian beliau berkata: "Letakkan oleh kalian ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini, " dan ketika turun beberapa ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini dan ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini, " dan ketika turun suatu ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini."

Surat Al Anfal adalah termasuk surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Bara'ah (At Taubah) adalah termasuk surat yang terakhir diturunkan di Madinah, dan kandungannya adalah mirip dengan kandungan yang ada dalam surat Al Anfal.

Kemudian Rasulullah  wafat, sementara beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (Bara'ah) termasuk surat dari surat Al Anfal, maka aku menganggapnya termasuk darinya sehingga aku menggabungkan antara keduanya dan tidak menulis pembatas antara keduanya dengan basmalah." 

Alasan Ketiga : Antara bergabung atau tidak dengan Al-Anfal

Alasan ketiga tidak berbeda jauh dengan alasan kedua. Di alasan kedua, dapat dipahami bahwa Ustman tidak mencantumkan basmalah karena isi dari surat Bara'ah dan al-Anfal mirip. Selain itu, Rasulullah belum menjelaskan.



Alasan ketiga, dikutip dari Abu Rawq mengatakan bahwa surat Bara'ah dan al-Anfal merupakan satu surat. Hal yang sama dinukil dari Mujahid. Sementara itu, Abu as-Su'ud berpendapat bahwa surat Baraah merupakan surat sendiri atau terpisah dari Al-Anfal.

Demikianlah tiga alasan mengapa surat Bara'ah tidak diawali dan ditulis dengan basmalah. Sementara itu, Al-Qasim menutup dengan perkataan bahwa para ulama telah menyepakati untuk tidak membaca basmalah di awal surat Bara'ah atau at Taubah, dengan argumentasi untuk ittiba' dengan mushaf imam atau utsmani yang juga tidak ditulis basmalah di awal surat at Taubah.

Penulis di beberapa situs pribadi. Situs ini memuat tulisan-tulisan tentang tajwid dan tilawah al-Quran. Semoga bermanfaat

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon