17 Oktober 2023

Tashil dalam Ilmu Tajwid

Ketika membaca al-Qur'an atau mempelajari ilmu tajwid, sering kali kita menemukan bacaan-bacaan yang aneh, berbeda, dan sedikit jumlahnya di dalam al-Qur'an. Bacaan-bacaan ini biasanya disebut sebagai bacaan Gharib Tajwid.


Salah satu bacaan Gharib Tajwid yang ada di dalam al-Qur'an adalah bacaan Tashil. Tashil merupakan bacaan Gharib dalam qiraat riwayat Hafsh. Apa itu bacaan Tashil? Bagaimana cara membacanya dan di mana tempatnya?

Pengertian Tashil

Tashil (تسهيل) secara bahasa merupakan mashdar dari kata sahhala - yusahhilu - tashilan yang artinya memudahkan atau meringankan. Tashil secara istilah ilmu tajwid adalah meringankan bunyi hamzah yang kedua.

Dengan kata lain, ada dua hamzah tetapi yang dibaca tashil atau ringan hanyalah hamzah yang kedua. Yang dimaksud bunyi tashil atau ringan adalah membunyikan hamzah kedua antara bunyi hamzah dan alif.

Salah satu hikmah adanya bacaan Tashil adalah untuk memudahkan dalam bacaan, karena bagi orang Arab merupakan suatu kesukaran atau berat jika mengucapkan dua hamzah yang berdampingan atau beriringan.

Cara Membaca Tashil

Untuk memastikan bacaan Tashil yang benar maka mau tidak mau (harus) melalui talaqqi dan musyafahah kepada guru Al-Qur'an. Inilah metode yang paling utama dalam belajar al-Qur'an yang diturunkan secara mutawatir.

Adapun secara teori tajwid, cara membaca tashil adalah membunyikan hamzah kedua dengan bunyi antara hamzah dan alif. Dengan kata lain, hamzah kedua tidak terbaca sebagai hamzah dan juga tidak terbaca sebagai alif.

Tashil tidak terbaca sebagai hamzah. (Contoh bacaan tashil yang tidak benar)

أَأَعْجَمِيٌّ

Tashil tidak terbaca sebagai alif. (Contoh bacaan tashil yang tidak benar)

أَاعْجَمِيٌّ

Tempat Bacaan Tashil

Di mana letak bacaan Tashil? Terdapat di surat apa dan ayat berapa? Bacaan tashil menurut riwayat Hafs terdapat dalam 4 kata yang kemudian Tashil dirangkum dan terbagi menjadi 2 macam yaitu Tashil Wajib dan Tashil Jaiz.

Tashil Wajib adalah kata yang hanya memiliki satu pilihan cara membaca. Dengan kata lain, kata tersebut wajib dibaca tashil dan tidak boleh selain Tashil. Tashil Wajib hanya terdapat dalam QS Fushshilat ayat 44.

وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

Artinya: Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".

Tashil Jaiz adalah kata yang memiliki dua pilihan membaca. Dengan kata lain, kata tersebut boleh tidak dibaca tashil. Tashil opsional ini terdapat dalam bacaan Mad Farq yang contohnya hanya ada pada 3 kata yang tersebar dalam 6 tempat, di antaranya :

Tashil Jaiz dalam QS Yunus ayat 51

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

Artinya: Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?

Tashil Jaiz dalam QS Yunus ayat 59

قُلْ أَرَءَيْتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَٰلًا قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى ٱللَّهِ تَفْتَرُونَ

Artinya: Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"

Tashil Jaiz dalam QS al-An'am ayat 143

 ثَمَٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Artinya: (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar.

Tashil Jaiz merupakan bacaan opsional dalam Mad Farq. Adapun keutamaan dari 2 pilihan cara membaca, dalam kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid dijelaskan bahwa diutamakan menggunakan bacaan Mad 6 harakat ketika membaca Mad Farq daripada Tashil.

Untuk melihat atau membaca materi Tajwid lainnya, silakan klik di sini.

Untuk melihat atau membaca daftar seluruh materi, silakan klik di sini.

Wallahu a'lam...

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon