Kaidah Mengganti Alif dengan Ya dalam Rasm Usmani
Di antara kaidah rasm usmani, terdapat kaidah yang mengatur tentang pergantian huruf atau yang disebut dengan badal. Salah satu kaidahnya membahas tentang mengganti alif dengan huruf Ya yang juga disebut dengan Badal al-Alif bi al-Ya.
Yang dimaksud dengan Badal Ya adalah mengganti huruf alif (yang biasanya ditulis demikian dalam Rasm Imla'i) dengan huruf Ya. Namun cara bacanya tetap sama. Hanya berbeda dalam cara penulisan hurufnya saja.
Merujuk pada kitab "Samir at-Thalibin fi Rasm Dhabth al-Kitab al-Mubin", setidaknya terdapat 4 (empat) macam kondisi di mana huruf alif diganti tulisannya menjadi huruf ya. Apa saja keempat macam itu?
PERHATIAN! Contoh ayat yang diambil dari artikel ini berbasis pada Mushaf Madinah
Pertama, jika alif tersebut merupakan perubahan dari huruf Ya seperti kata rama (رمى), huda (هدى), istasqa (استسقى), dan lain-lain. Dikecualikan kata aqsa (أقصا), simahum (سيماهم), ashani (عصاني), dan lain-lain. Ada juga yang terdapat perbedaan seperti kata nakhsya (نخشا), jana (جنا), dan lain-lain.
Contoh kata rama dalam QS al-Anfal ayat 17
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِىَ ٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Contoh kata Aqsha dalam QS Yasin ayat 20
وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ
Contoh kata Nakhsya dalam QS al-Maidah ayat 52
فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَٰرِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ ۚ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِىَ بِٱلْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِۦ فَيُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ نَٰدِمِينَ
Kedua, alif ta'nits yang berada pada pola (فعالى) baik yang fa' nya berharakat dhammah (fu'ala) maupun fathah (fa'ala), serta pada pola (فعلى) dengan tiga kemungkinan huruf fa-nya. Contohnya seperti kata Yatama, Kusala, Busyra, dan lain-lain.
Contoh kata Kusala dalam QS an-Nisa ayat 142
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Contoh kata Busyra dalam QS al-Baqarah ayat 97
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dikecualikan dari kondisi ini adalah kata tatra (تترا) dan kilta (كلتا). Dikecualikan juga kata yang jika ditulis dengan ya maka akan menimbulkan dua huruf ya berurutan sehingga penulisannya tetap dengan huruf Alif tanpa badal contohnya kata ad-dunya (الدنيا) dan ar-ru'ya (الرؤيا).
Contoh kata tatra dalam QS al-Mu'minun ayat 44
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ
Contoh kata ar-Ru'ya dalam QS as-Shaffat ayat 105
قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
Ketiga, alif yang asal-usulnya tidak diketahui (majhulat al-ashl) yaitu tujuh kata. Tiga di antaranya merupakan huruf yaitu hatta (حتى), ila (إلى), dan ala (على). Dua merupakan kata tanya yaitu anna (أنّى) dan mata (متى). Dan sisanya adalah bala (بلى) dan lada (لدى).
Contoh kata 'Ala yang terdapat dalam QS al-Baqarah ayat 7
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Contoh kata Anna yang terdapat dalam QS al-Baqarah ayat 223
نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Khusus kata lada yang hanya terdapat dua kali dalam al-Quran, para ulama sepakat bahwa kata itu ditulis dengan alif (bukan badal Ya) untuk surah Yusuf saja. Sedangkan surah Ghafir (al-Mu'min) sebagian mushaf ditulis dengan huruf Ya.
Contoh kata Lada dalam QS Yusuf ayat 25
وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Contoh kata Lada dalam QS al-Mu'min ayat 18
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْءَازِفَةِ إِذِ ٱلْقُلُوبُ لَدَى ٱلْحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
Keempat, alif yang terdapat pada kata saja (سجى), zaka (زكى), dan dhuha (ضحى) di mana pun mereka berada. Begitu pula kata dahaha (دحىها), talaha (تلىها), thahaha (طحىها), al-ula (العلى), al-quwa (القوى) meskipun mereka berasal dari huruf wawu.
Contoh kata Dhuha yang terdapat dalam QS an-Nazi'at ayat 29
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَىٰهَا
Contoh kata al-Quwa yang terdapat dalam QS an-Najm ayat 5
عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ
Contoh kata al-Ula yang terdapat dalam QS Taha ayat 75
وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ
Demikian artikel berjudul "Kaidah Mengganti Alif dengan Ya dalam Rasm Usmani". Anda bisa membaca kaidah-kaidah rasm usmani lainnya dengan cara KLIK DI SINI. Anda juga bisa memberi saran yang nantinya dibahas di situs ini. Terima kasih.
