2 Februari 2026

Mutaqaribain dalam Ilmu Tajwid

Pertemuan antara dua huruf hijaiah (harfan mutalaqqiyan), jika dilihat dari segi makhraj dan sifat, maka terbagi menjadi empat macam, yaitu semisal atau sama (mutamatsilain), sejenis (mutajanisain), berdekatan (mutaqaribain), dan berjauhan (mutabaidain).

Pada kesempatan ini dijelaskan seluk beluk bagian mutaqaribain yang merujuk pada dua kitab tajwid berbahasa Arab yang berjudul Ghayat al-Murid fi Ilm at-Tajwid dan kitab Taysir ar-Rahman fi Tajwid al-Quran.

Sama dengan jenis pertemuan 2 huruf yang lain, kedua huruf ini adakalanya huruf pertama sukun bertemu huruf kedua berharakat, huruf berharakat bertemu huruf berharakat, dan huruf sukun bertemu huruf berharakat.

Pengertian Mutaqariban

Sebelum menjelaskan ragam yang berkaitan dengan harakat atau sukun, perlu dipahami terlebih dahulu makna dari Mutaqariban. Secara bahasa, Mutaqariban berarti dua yang saling berdekatan. Berdekatan di sini dapat berarti tiga macam.

Pertama, berdekatan dalam hal makhraj dan sifat misalnya lam bertemu nun, ta bertemu tsa, dan lain-lain. Kedua, berdekatan makhraj saja misalnya dhad bertemu lam, dal bertemu dzo, dan lain-lain. Ketiga, berdekatan sifatnya saja misalnya dzal bertemu jim, dal bertemu kaf, dan lain-lain.

Lalu apa yang dimaksud dengan dua huruf yang berdekatan (mutaqariban)? Para ulama berbeda pendapat. Pertama, dua huruf yang keduanya berasal dari satu organ (alat ucap) yang sama dan tidak ada makhraj lain yang memisahkan keduanya.

Huruf yang masuk dalam pendapat ini seperti huruf ain dan ha (ح) karena keduanya berada di tenggorokan. Termasuk juga hamzah dan Ha (keduanya tenggorokan), atau huruf fa terhadap wawu, ba, dan mim (semuanya huruf yang keluar dari bibir).

Pendapat kedua adalah kedua huruf itu berasal dari dua organ yang berbeda, dengan syarat tidak ada makhraj yang memisahkan di antara keduanya, dalam dua masalah yang disepakati, yaitu huruf ghain dan kha terhadap qaf dan kaf. Serta huruf dzo, dzal, dan tsa terhadap lam.

Pendapat ketiga adalah adanya kedekatan yang bersifat relatif (nisbi), yaitu kedekatan yang wajar atau masuk akal, baik keduanya berasal dari satu organ yang sama, seperti syin dan sin atau seperti dal dan syin. Atau berasal dari dua organ yang berbeda, seperti nun dengan wawu dan mim.

Pendapat ini paling banyak diterapkan pada kedekatan dalam sifat huruf, bukan pada makhrajnya, dan inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini, yang mana kitab-kitab tajwid klasik maupun modern banyak mengalami perbedaan pendapat di dalamnya.

Mutaqaribain Shaghir

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Mutaqaribain Shaghir adalah dua huruf yang berdekatan bertemu yang mana huruf pertama sukun dan huruf kedua berharakat. Terkait hal ini, dalam riwayat Hafs jalur as-Syathibi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, bacaan yang disepakati untuk dibaca idgham seperti nun sukun atau tanwin yang bertemu huruf nun, mim, ya, wawu, lam, dan ro. Lalu lam ta'rif bertemu 13 huruf syamsi. Lalu Qaf bertemu huruf kaf.

Kedua, bacaan yang disepakati untuk dibaca ikhfa. Yaitu huruf-huruf ikhfa haqiqi yang berada setelah nun sukun selain kaf dan qaf karena keduanya memiliki makhraj yang lebih jauh sedikit jika dibandingkan dengan nun.

Ketiga, bacaan yang disepakati untuk dibaca Iqlab. Sebagaimana yang diketahui yaitu bacaan Iqlab, yang mana huruf nun sukun bertemu ba maka ia dibaca terbalik atau berubah menjadi seperti membaca mim sukun.

Mutaqaribain Kabir

Mutaqaribain Kabir adalah bertemunya dua huruf yang berdekatan yang mana keduanya sama-sama hidup atau berharakat misalnya ta bertemu dzal atau ta bertemu tsa. Adapun hukumnya adalah dibaca dengan jelas atau idzhar. 

Contoh ta berharakat bertemu dzal berharakat misalnya dalam QS Az-Dzariyat ayat 1

وَٱلذَّٰرِيَٰتِ ذَرْوًا

Mutaqaribain Mutlaq

Terakhir, Mutaqaribain Mutlaq adalah bertemunya dua huruf berdekatan yang mana huruf pertama berharakat sedangkan huruf kedua dalam keadaan sukun. Semua ulama Qiraat sepakat dibaca jelas atau idzhar. Misalnya huruf ta berharakat bertemu tsa sukun dalam al-Baqarah ayat 256

وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۭ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَـَٔاتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Demikian artikel berjudul "Mutaqaribain dalam Ilmu Tajwid". Untuk membaca artikel tajwid lainnya, silakan KLIK DI SINI. Jika ada pertanyaan dan saran apa pun terkait tajwid, silakan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon