Mengenal Asal Titik Huruf Hijaiah
Setelah mengetahui tentang siapa yang pertama kali memberi tanda titik di huruf hijaiah (jika Anda belum membacanya, silakan KLIK DI SINI), maka selanjutnya perlu diketahui asal usul titik yang ada di masing-masing huruf hijaiah.
Artikel ini menjelaskan asal usul titik dalam setiap huruf hijaiah yang bersumber dari kitab al-Muhkam fi Naqth al-Mushaf. Di dalam kitab itu dijelaskan tidak hanya terkait asal usul titik, tetapi juga urutan huruf dan perbedaannya.
Mengenal Istilah dalam Ilmu Dhabth
Istilah nuqthah yang terdapat dalam kitab-kitab klasik merupakan sebuah istilah yang kemudian berkembang menjadi sebuah ilmu tersendiri bernama ilmu dhabth atau ilmu tentang tanda baca dalam bahasa Arab. Selain istilah nuqthah, ada juga istilah serupa bernama syakl.
Saat ini ketika ilmu dhabth sudah menemukan konsepnya, maka tanda baca bahasa Arab terbagi menjadi dua secara garis besar yaitu tanda i'jam dan tanda syakl. Tanda syakl adalah tanda menunjukkan cara baca seperti harakat, sukun, tasydid, dan lain-lain.
Sedangkan tanda i'jam adalah tanda titik yang menunjukkan perbedaan masing-masing huruf. Misalnya tanda ٮ ini bisa menjadi 3 huruf jika tidak ada titik (ba, ta, dan tsa). Bahkan bisa menjadi 5 huruf jika letaknya di tengah (ba, ta, tsa. nun, dan ya).
Faktanya, tulisan arab tanpa titik itulah yang menjadi standar penulisan di awal-awal masa Islam. Karena saat itu masih berfokus pada standarisasi penulisan bingkai huruf yang dilakukan di zaman khalifah Usman sehingga dinamakan Rasm Usmani.
Coba baca salah satu ayat al-Quran di bawah ini yang tidak ada tanda titik huruf (tanpa tanda i'jam) dan tidak ada tanda bunyi (tanpa tanda syakl). Apakah Anda dapat membacanya dengan lancar tanpa berhenti sejenak untuk berpikir atau menghafal?
لم ٮكں الدىں كڡروا مں اهل الكٮٮ والمسركىں مٮڡكىں حٮى ٮاٮٮهم الٮٮٮه
Ayat di atas adalah QS Al-Bayyinah ayat 1. Jika kita melihat bentuk mushaf al-Quran zaman dulu, bukan hanya kita kebingungan karena tidak adanya titik atau harakat, tetapi kita juga bingung dengan format huruf atau khat karena bentuknya yang sangat berbeda dan mirip satu dengan yang lain.
Oleh karena itu, muncul tanda i'jam untuk memudahkan umat Islam dalam belajar bahasa Arab dan membaca serta mempelajari al-Quran. Sekarang coba baca ayat al-Quran di bawah ini dan tulis di kolom komentar ayat itu terletak di surah apa dan ayat berapa.
اں الله اسٮرى مں المومٮىں اٮڡسهم وامولهم ٮاں لهم الحٮه ٮڡٮلوں ڡى سٮىل الله ڡٮڡٮلوں وٮڡٮلوں
Sistem Pemberian Titik Huruf
Setelah adanya tanda titik huruf (i'jam). Kesalahan atau lahn terkait bentuk huruf-huruf yang sama bisa terhindarkan. Kemudian, huruf-huruf hijaiah setelah adanya sistem i'jam ini kemudian terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama disebut huruf mu'jamah adalah huruf yang terdapat tanda titik seperti huruf ذ ض ث ق ف غ dan lain-lain. Kelompok kedua disebut huruf muhmalah adalah huruf yang tidak ada tanda titik seperti د ط م ل س ر و dan lain-lain.
Tahukah Anda bahwa pemberian titik pada setiap huruf hijaiah tidak sembarang asal beri titik saja. Lalu bagaimana sistem pemberian titik pada setiap huruf hijaiah? Kurang lebih sistem pemberian titiknya seperti ini :
Pertama, setiap huruf yang memiliki pasangan atau bentuk yang sama maka huruf pertama tidak diberi titik dan huruf kedua diberi titik. Misalnya huruf tha dan zha yang bentuknya sama-sama ط ط. Maka zha sebagai huruf kedua diberi titik di atasnya sehingga ط ظ.
Begitu juga huruf-huruf lainnya yang memiliki kesamaan dengan huruf lain seperti huruf shad dengan dhad, huruf dal dengan dzal, huruf ro dengan zay, huruf ain dengan ghain, yang juga menggunakan sistem serupa.
Kedua, khusus untuk huruf sin (س) dan syin (ش) meskipun bisa masuk dalam sistem pertama tetapi ia diberi titik tiga, bukan titik satu. Mengapa? Karena jika diberi titik satu akan menyerupai huruf nun. Apalagi jika ia bersambung.
Oleh karena itu, khusus huruf syin diberi titik tiga di atasnya. Pemilihan tiga titik ini juga menyesuaikan dengan jumlah gigi atau gerigi dari bentuk huruf syin itu sendiri. Berbeda dengan huruf tsa (ث) yang diberi titik tiga karena sudah ada huruf ta.
Ketiga, sama dengan sistem kedua yang mengecualikan pasangan. Ini juga sama untuk huruf fa dan qaf. Bentuk huruf fa dan qaf saat berdiri sendiri memang berbeda. Tetapi jika disambung dengan huruf lain memiliki kemiripan.
Yang dimaksud adalah kemiripan dengan huruf wawu sehingga huruf fa diberi titik satu di atasnya, sedangkan huruf qaf diberi dua titik di atasnya. Keduanya diberi tanda titik di atas menyesuaikan makhraj keduanya yang sama-sama terbuka.
Keempat, khusus untuk huruf (ج ح خ) terdapat sistem yang berbeda. Huruf jim diberi tanda titik di bawah karena nama hurufnya berbunyi kasrah (nama huruf: jim) sehingga titiknya di bawah. Berbeda dengan huruf ha yang tanpa titik.
Begitu juga huruf kha. Untuk membedakan dengan huruf ha, maka huruf kha diberi tanda titik di atas karena penyebutan nama hurufnya menandakan adanya fathah (nama huruf: kha). Maka dari itu sudah jelas perbedaan dari ketiga huruf tersebut.
Kelima, bagaimana dengan satu bentuk yang dapat digunakan lima huruf yaitu ba, ta, tsa, nun, dan ya? Ba dan nun diberi satu titik di atas dan satunya di bawah. Ta dan ya diberi dua titik satu huruf di atas dan satunya di bawah.
Sedangkan huruf tsa tidak ada pasangannya sehingga dia diberi titik tiga di atas. Pemasangan ini hasil dari pengamatan para ulama. Adapun penjelasan terkait titik satu, dua, atau tiga bisa dibaca lebih lanjut secara lengkap di kitabnya.
Demikian artikel berjudul "Mengenal Asal Titik Huruf Hijaiah". Anda dapat membaca artikel tentang tanda baca atau dhabth dengan cara KLIK DI SINI. Anda juga dapat memberikan usulan dan pertanyaan di komentar.
