17 Mei 2026

Siapa pertama kali memberi tanda titik huruf Arab?

Jika Anda mengamati huruf-huruf hijaiah, maka dapat ditemukan bahwa ada beberapa huruf yang bentuknya sama tetapi memiliki jumlah titik yang berbeda. Nah, sebenarnya siapa sih yang pertama kali mengusulkan pemberian tanda titik dalam huruf hijaiah ini?

Perlu diketahui bahwa tanda titik di sejarah perkembangan ilmu dhabth terbagi menjadi dua macam. Pertama, nuqthah i'rab atau titik yang membedakan harakat. Kedua, nuqthah i'jam atau titik yang membedakan huruf. Perbedaan keduanya dijelaskan dalam artikel khusus.

Kemunculan nuqthah i'rab atau tanda baca terjadi di masa dinasti Muawiyah yang diinisiasi oleh Abu al-Aswad ad-Duali. Sejak itu, standar titik atau syakl berlaku hingga masa-masa berikutnya. Lalu tibalah masa kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan.

Abdul Malik bin Marwan (wafat sekitar 133 H) yang memimpin dinasti Islam saat itu (amirul mukminin) sedang mengalami perluasan wilayah besar-besaran sehingga banyak orang non Arab yang berbondong-bondong masuk agama Islam.

Karena banyaknya muncul kasus di mana orang non Arab tidak bisa membedakan mana huruf ba, ta, tsa, dan ya sehingga bisa terjadi penyimpangan dalam membaca dan mentadabburi al-Quran, maka Abdul Malik bin Marwan merasa resah dan khawatir.

Kekhawatiran dan kegelisahannya, ia sampaikan kepada salah satu bawahannya yaitu al-Hajjaj bin Yusuf yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Irak. Abdul Malik bin Marwan memerintahkan al-Hajjaj untuk mengawal permasalahan tersebut.

Oleh sebab itu, al-Hajjaj bin Yusuf mengutus dua orang ulama Irak yaitu Yahya bin Ya'mar dan Nashr bin Ashim untuk mengatasi hal tersebut. Maka muncullah ide dari kedua Ulama itu untuk memberikan tanda yang berfungsi untuk membedakan antara satu huruf dengan huruf lainnya.

Tanda itu adalah tanda titik yang dibubuhkan baik di atas, tengah, atau bawah huruf yang kemudian dikenal dengan istilah nuqthah al-I'jam. Dengan adanya sistem itu, maka penjagaan al-Quran dari kesalahan atau lahn semakin terjamin.

Titik yang digunakan sebagai penanda huruf (nuqhthah al-I'jam) menggunakan tinta berwarna hitam sebagaimana penulisan Rasm. Sedangkan titik yang digunakan sebagai I'rab menggunakan tinta berwarna merah.

Pendapat yang mengatakan bahwa Yahya bin Ya'mar dan Nashr bin Ashim sebagai pemberi titik huruf diambil dari kitab Irsyad at-Thalibin fi Dhabth Kitab al-Mubin, kitab as-Sabil ila Dhabth Kitab at-Tanzil, dan kitab Rasm al-Mushaf wa Dhabthuhu.

Demikian artikel berjudul "Siapa pertama kali memberi tanda titik huruf Arab?". Baca artikel bertemakan tanda baca atau ilmu dhabth dengan cara KLIK DI SINI. Anda juga dapat memberi usulan atau pertanyaan dengan menulisnya di komentar. Semoga bermanfaat.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon