Fungsi Tanda Waqaf Lam Alif ( لا )
Salah satu tanda waqaf yang berbeda antara Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah adalah tanda Lam Alif. Mushaf Indonesia menggunakan tanda waqaf Lam Alif, sebaliknya Mushaf Madinah tidak menggunakan tanda waqaf tersebut.
Artikel ini menjelaskan pengertian tanda waqaf Lam Alif, cara membacanya, dan perbedaan penerapan tanda waqaf Lam Alif dengan merujuk pada beberapa sumber seperti pedoman tashih LPMQ dan kitab al-Waqf wa al-Ibtida karya Yasin Jasim.
Arti Tanda Waqaf Lam Alif ( لا )
Tanda waqaf Lam Alif merupakan kepanjangan dari La Waqf (لا وقف) yang artinya tidak berhenti. Tanda waqaf Lam Alif bukan berarti larangan mutlak berhenti karena dalam ilmu Waqaf dan Ibtida tidak secara jelas menentukannya.
Namun secara umum, tanda waqaf Lam Alif ini menunjukkan kepada pembaca agar berhati-hati untuk tidak mudah berhenti karena bisa jadi masih ada keterkaitan makna dengan sesudahnya. Dengan kata lain, pemberian tanda ini berkaitan dengan makna bukan lafal.
Pedoman tashih LPMQ menyebutkan bahwa Tanda waqaf Lam Alif bermakna tidak boleh berhenti. Kecuali jika terdapat pada akhir ayat, maka boleh berhenti, dan termasuk waqaf hasan. Artinya, bisa jadi justru tanda ini terkadang berubah menjadi rekomendasi untuk berhenti jika terletak di akhir ayat.
Adanya tanda waqaf pada dasarnya memberitahukan pembaca untuk bisa berhenti. Namun karena tanda ini bermakna tidak boleh berhenti maka tidak perlu diberikan tanda waqaf. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Mushaf Madinah tidak menggunakannya.
Sedangkan Mushaf Indonesia yang konsisten mengatur tanda waqaf berdasarkan makna tetap menggunakan tanda ini sesuai peruntukannya, baik itu di tengah ayat maupun di akhir ayat yang masih memiliki keterkaitan.
Cara Membaca Tanda Waqaf Lam Alif ( لا )
Lalu bagaimana cara membaca jika menemukan tanda ini? Sesuai pedoman tashih, jika tanda ini terletak di tengah ayat maka tidak boleh berhenti karena masih adanya hubungan makna dengan kata sesudahnya.
Perhatikan QS Al-Baqarah ayat 11 yang terdapat tanda waqaf Lam Alif di bawah ini.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
Apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,” [tanda waqaf] mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.”
Dapat dilihat maknanya memiliki hubungan antara kata sebelum dan sesudah tanda waqaf Lam Alif sehingga tidak boleh berhenti di kata ardh. Ayat ini dalam Mushaf Madinah tidak diberi tanda apapun untuk menunjukkan tidak boleh berhenti.
Oleh karena itu, jika menemukan tanda waqaf lam alif maka bacaan dianggap washal atau terus tanpa berhenti. Sebaliknya jika menemukan tanda waqaf lam alif di akhir ayat maka boleh berhenti karena termasuk waqaf hasan.
Contoh tanda waqaf Lam Alif yang terletak di akhir ayat misalnya QS Al-Baqarah ayat 26-27
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ (26) الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ (27)
[Ayat 26] Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik, [tanda waqaf] [Ayat 27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
Dari terjemahan di atas terlihat bahwa awal ayat 27 sangat berkaitan maknanya dengan akhir ayat 26 yang keduanya berhubungan menjelaskan bagaimana sifat-sifat orang yang fasik. Jika terdapat tanda waqaf Lam Alif seperti ini maka boleh berhenti dan langsung memulai pada kata berikutnya.
Tambahan Tanda Waqaf Lam Alif
Dalam kitab al-Waqf wa al-Ibtida karya Yasin Jasim membagi tanda Lam Alif di tengah ayat menjadi 2 yaitu boleh berhenti lalu memulai kata setelahnya dan tidak boleh berhenti lalu tidak boleh juga memulai kata setelahnya.
Pertama, ada tanda waqaf Lam Alif yang boleh berhenti dan boleh ibtida pada kata sesudahnya. Dengan kata lain, tanda waqaf ini berubah menjadi waqaf jaiz. Misalnya tanda waqaf Lam Alif setelah kata al-Kufr yang terdapat dalam QS At-Taubah ayat 12
وَاِنْ نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ فَقَاتِلُوْٓا اَىِٕمَّةَ الْكُفْرِۙ اِنَّهُمْ لَآ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ
Jika mereka melanggar sumpah sesudah perjanjian mereka dan menistakan agamamu, perangilah para pemimpin kekufuran itu [tanda waqaf Lam Alif] karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang sumpahnya supaya mereka berhenti (dari kekufuran dan penganiayaan).
Al-Ammani menyebutkan bahwa ini termasuk waqaf hasan. Ia berpendapat kebolehan ibtida sesudahnya karena terdapat kata inna berharakat kasrah hamzahnya yang menunjukkan awal pembicaraan.
Kedua, ada tanda waqaf Lam Alif yang tidak boleh berhenti dan juga tidak boleh langsung ibtida pada kata sesudahnya. Ini terjadi karena masih sangat berkaitan maknanya. Misalnya tanda waqaf Lam Alif pada QS Al-An'am ayat 56.
قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ قُلْ لَّآ اَتَّبِعُ اَهْوَاۤءَكُمْۙ قَدْ ضَلَلْتُ اِذًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. [tanda waqaf Lam Alif] Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”
Tanda waqaf pada ayat di atas menunjukkan larangan berhenti agar tidak terjadi makna yang ambigu. Jika berhenti, maka seolah-olah Nabi mengatakan bahwa nabi tidak mengikuti mereka itu termasuk hal yang buruk.
Demikian artikel berjudul "Fungsi Tanda Waqaf Lam Alif ( لا )". Anda dapat membaca artikel tentang tanda waqaf lainnya dengan cara KLIK DI SINI. Anda juga dapat memberikan saran atau masukan dengan menulisnya di kolom komentar. Terima kasih.
