2 Agustus 2026

Cara Baca Kaf Ha Ya Ain Shad

Salah satu pembahasan menarik di dalam ilmu Tajwid adalah Fawatih as-Suwar. Fawatih as-Suwar artinya pembuka surah al-Quran yang memiliki bentuk bermacam-macam. Salah satunya yang menjadi pembahasan khusus dalam tajwid adalah huruf muqatha'ah.

Oleh karena itu, fawatihus suwar dalam ilmu tajwid adalah huruf-huruf yang menjadi pembuka surah dan terbagi terpotong-terpotong atau muqatha'ah. Tidak semua awalan surah dalam al-Quran dibuka dengan huruf muqatha'ah.

Artikel ini membahas letak posisi Kaf Ha Ya Ain Shad dan cara membacanya disertai dengan Audio dari imam murottal. Jika ingin mempelajari dengan seksama, Anda dapat belajar langsung kepada guru al-Quran yang berada di lingkungan Anda.

Letak dan Posisi Kaf Ha Ya Ain Shad

Huruf fawatihus suwar berupa Kaf Ha Ya Ain Shad (كٓهٰيٰعٓصٓ) dapat ditemukan dalam satu tempat saja yaitu QS Maryam ayat 1. Berbeda dengan fawatihus suwar lain yang dapat ditemukan di beberapa tempat dalam al-Quran, fawatihus suwar ini termasuk dalam yang disebut hanya sekali.

Perhatikan QS Maryam (surah ke 19) ayat 1-2 di bawah ini

كٓهيعٓصٓ () ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ

Cara Membaca Kaf Ha Ya Ain Shad

Lalu bagaimana cara membaca Kaf Ha Ya Ain Shad? Kaf Ha Ya Ain Shad merupakan fawatihus suwar yang terdiri dari 5 huruf. Namun demikian terdapat hal-hal yang harus diperhatikan agar menjadi bacaan yang sempurna.

Sebelum membahas secara detail, Anda dapat putar audio yang membaca Kaf Ha Ya Ain Shad (كٓهٰيٰعٓصٓ) di bawah ini yang dilantunkan oleh Imam Mahmud Khalil al-Hussary.

Untuk lebih mempermudah membaca Kaf Ha Ya Ain Shad (كٓهٰيٰعٓصٓ), maka akan diubah menjadi nama huruf yang berbahasa Arab sebagaimana di bawah ini.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Pertama, saat membaca huruf Kaf yang terdapat tanda bendera atau layar maka dibaca panjang 3 alif atau 6 harakat karena ia termasuk Mad Lazim Harfi. Lalu karena setelahnya tidak ada huruf yang menyebabkan Idgham atau dengung maka disebut Mad Lazim Harfi Mukhaffaf.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Kedua, saat membaca huruf Ha maka dibaca panjang sebanyak 1 alif atau 2 harakat. Dapat dilihat teks di atas bahwa terdapat Alif yang didahului huruf berharakat fathah sehingga berlaku bacaan Mad Thabi'i. Dalam kasus ini, ia disebut Mad Thabi'i Harfi.

Jika dilihat pada teks sebelumnya (كٓهٰيٰعٓصٓ), terdapat tanda alif kecil di atas huruf Ha karena ini terdapat dalam Mushaf Indonesia. Sedangkan di dalam Mushaf Madinah tidak diberi tanda apa pun namun cara bacanya tetap sama.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Ketiga, saat membaca huruf Ya maka dibaca panjang sebanyak 1 alif atau 2 harakat. Dapat dilihat teks di atas bahwa terdapat Alif yang didahului huruf berharakat fathah sehingga berlaku bacaan Mad Thabi'i. Sama dengan huruf sebelumnya.

Jika dilihat pada teks sebelumnya (كٓهٰيٰعٓصٓ), terdapat tanda alif kecil di atas huruf Ya karena ini terdapat dalam Mushaf Indonesia. Sedangkan di dalam Mushaf Madinah tidak diberi tanda apa pun namun cara bacanya tetap sama.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Keempat, saat membaca huruf Ain yang terdapat tanda bendera atau layar maka dibaca panjang 3 alif atau 6 harakat karena ia termasuk Mad Lazim Harfi. Lalu karena setelahnya terdapat  huruf yang menyebabkan dengung maka disebut Mad Lazim Harfi Mutsaqqal.

Dalam pembagian cara baca panjang Mad Lazim Harfi khusus huruf Ain terdapat dua variasi bacaan yaitu tawassuth (panjang pertengahan atau 2 alif) dan isyba' (panjang penuh atau 3 alif). Namun yang didahulukan adalah 3 alif atau 6 harakat.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Kelima, saat perpindahan antara huruf Ain ke huruf Shad terdapat dengung yang disebabkan bertemunya bunyi nun sukun dengan shad atau Ikhfa. Oleh karena itu, pembaca menampakkan bunyi dengung samar sebelum mulai membaca huruf Shad

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Keenam, saat membaca huruf Shad yang terdapat tanda bendera atau layar maka dibaca panjang 3 alif atau 6 harakat karena ia termasuk Mad Lazim Harfi. Lalu karena setelahnya tidak ada huruf yang menyebabkan Idgham atau dengung maka disebut Mad Lazim Harfi Mukhaffaf.

كَآفْ هَا يَا ﻋَﻴٓﻦْ صَآدْ

Ketujuh, saat mengakhiri bacaan huruf Shad maka harus diperhatikan ada bunyi dal sukun di akhir. Dengan kata lain, pembaca harus menampakkan bunyi qalqalah Kubra atau pantulan saat menyelesaikan bacaan tersebut. Ingat cukup dipantulkan saja tidak perlu dipanjangkan pantulannya

Demikian artikel berjudul "Cara Baca Kaf Ha Ya Ain Shad". Anda dapat membaca artikel bertemakan Tajwid secara lengkap dengan cara KLIK DI SINI. Anda mau bertanya atau mengajukan saran juga bisa dengan menulis di komentar. Terima kasih.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon