Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2)

Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) -

Salah satu kitab Tajwid ringkas yang dapat dengan mudah dipelajari adalah kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini memiliki 88 halaman dan merupakan salah satu karya dari Dr. Muhammad Salim Muhaysin.

Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran di publish pada tahun 2002 M atau 1423 H oleh Dar Muhaysin li at-Thaba'ah wa an-Nashr wa at-Tawzigh di Kairo, Mesir. Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran ini cukup mudah dibaca dan ringan dipelajari.


Dalam kitab nya, penulis tidak menemukan daftar isi Kitab yang terkadang diletakkan di bagian depan atau belakang Kitab. Berikut daftar Isi kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran yang penulis kumpulkan sesuai urutan dalam isi nya :

  1. Muqaddimah Ilmu Tajwid
  2. Isti'adzah
  3. Basmalah
  4. Nun sukun dan Tanwin
  5. Hukum Nun dan Mim bertasydid
  6. Hukum-hukum Mim sukun
  7. Hukum Lam AL
  8. Hukum Lam Fi'il
  9. Hukum Lam Hal dan Bal
  10. Mad dan Qashr
  11. Mad Lazim
  12. Mad Aridh Lissukun
  13. Bab Waqaf dan Ibtida
  14. Makharijul Huruf
  15. Laqab-laqab Huruf
  16. Sifat Huruf
  17. Pembagian Sifat Huruf
  18. Tafkhim dan Tarqiq
  19. Maqthu dan Mawshul
  20. Ha Ta'nis yang ditulis Ta
  21. Hamzah Washal
  22. Hadzf dan Itsbat

Dari 22 judul pembahasan di atas, penulis akan menampilkan uraian-uraian tertentu dan akan dibagi dalam 2 bagian atau artikel. Di ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2) ini akan memaparkan sebagian dari daftar isi yang ada.

Para pembaca juga dapat melihat ringkasan kitab-kitab tajwid lainnya atau dapat juga melihat daftar kitab-kitab tajwid yang juga menjadi bahan bacaan penulis, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

8. Maqthu dan Mawshul

Yang dimaksud dengan Maqthu adalah kata yang terpisah dari kata selanjutnya dalam segi rasm ustmani. Para ulama telah membahas masalah ini dan menjelaskan kata-kata yang termasuk maqhtu dan mawshul. 

Faedah mengetahui hal ini adalah agar pembaca mengetahui cara waqaf. Pembaca bisa waqaf pada kata maqthu jika perlukan, sedangkan di kata mawshul tidak diperbolehkan waqaf. Misalnya kata mawshul berupa alla yang merupakan gabungan dari an dan la. Total ada 10 alla mawshul

9. Ha Ta'nis yang ditulis ta

Ketahuilah bahwa ha ta'nis apabila berada pada fi'il atau kata kerja, maka ditulis dengan ta maftuhah atau terbuka. Sedangkan jika ia berada pada isim atau kata benda, maka ditulis dengan ta' marbuthah dan jika waqaf maka terbaca ha sukun. Oleh karena itu ia disebut ha ta'nis.

Namun diantara sekian banyak ha ta'nis yang berada pada isim atau kata benda, terdapat pengecualian pada 16 kata. Pada 16 kata yang dimaksud, penulisan ha ta'nis tidak lagi berupa ta' marbuthah melainkan ditulis ta maftuhah sehingga ketika waqaf pun terbaca ta sukun.


10. Hamzah Washal

Ketahuilah bahwasanya tidak mungkin membaca pada kata yang diawali sukun, sebagaimana tidak mungkin membaca waqaf sukun dengan harakat sempurna. Oleh karena itu, sebuah kata perlu diawali dengan harakat. Seandainya ada kata yang diawali sukun maka perlu dihadirkan alif yang kemudian disebut hamzah washal.

Hamzah washal adalah hamzah yang terbaca saat di awal namun tidak terbaca saat berada di tengah-tengah. Hamzah washal bisa berada di kata isim, fi'il, maupun huruf. Berikut cara membaca hamzah washal dalam kitab ini

  1. Jika hamzah washal berada pada isim ma'ruf berupa al maka hamzah washal dibaca fathah
  2. Jika hamzah washal berada pada isin nakirah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Dan ini hanya terdapat pada 7 kata dalam al-Quran
  3. Jika hamzah washal berada pada fi'il amr atau kata kerja perintah, maka perlu diperhatikan huruf ketiganya. Jika huruf ketiga berharakat fathah atau kasrah, maka hamzah washal dibaca kasrah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah, maka hamzah washal dibaca dhammah. Jika huruf ketiga berharakat dhammah aridhah, maka hamzah washal dibaca kasrah.
  4. Jika hamzah washal berada pada fiil madhi atau kata kerja lampau maka hamzah washal berharakat kasrah.

Perhatian! Jika hamzah washal berada di antara hamzah istifham dan lam ta'rif maka hamzah washal diganti dengan alif dan dibaca panjang 6 harakat karena bertemunya dua sukun. Atau bisa juga dibaca tashil antara alif dan hamzah.

Demikian artikel berjudul Ringkasan Kitab ar-Raid Fi Tajwid al-Quran (Bag-2). Ringkasan-ringkasan berikutnya akan dipaparkan di artikel Bagian kedua. Anda juga dapat membaca ringkasan kitab-kitab lainnya, dengan cara mengunjungi Daftar Kitab-Kitab Tajwid atau klik di sini.

Penulis di beberapa situs pribadi. Situs ini memuat tulisan-tulisan tentang tajwid dan tilawah al-Quran. Semoga bermanfaat

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon