12 Mei 2026

Kasrah Tasydid di Atas atau di Bawah Huruf?

Salah satu pertanyaan yang sering disampaikan mengenai tanda baca (dhabth) al-Quran adalah letak harakat kasrah saat ia bertasydid. Apakah tanda kasrah diletakkan di atas huruf atau di bawah huruf? Ada juga yang bertanya bagaimana tanda tasydid apakah diletakkan juga di atas atau di bawah?

Artikel ini merupakan kelanjutan dari penjelasan terkait asal usul tanda tasydid yang dapat Anda baca dengan cara KLIK DI SINI. Fokus artikel ini menjawab pertanyaan terkait di mana seharusnya letak tanda kasrah saat bertasydid.

Mengutip pada kitab as-Sabil ila Dhabth Kitab at-Tanzil ditemukan pembahasan terkait hal ini. Terutama di bagian perbedaan para Ulama mengenai bentuk tanda tasydid dan letak penulisannya seharusnya di mana.

Kelompok Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi dan para pengikutnya serta ulama di wilayah timur berpendapat bahwa tanda tasydid berbentuk kepala huruf “syin” (ش) yang tidak diberi titik, dan diletakkan di atas huruf yang diberi tasydid sebagaimana yang diketahui.

Pendapat ini juga dipilih oleh Abu Dawud bagi mereka yang menggunakan tanda harakat yang diambil dari huruf mad, karena penciptanya sama. Namun, tidak cukup hanya meletakkan tanda tasydid di atas huruf yang ditasydid, tetapi harus disertai dengan harakat yang sesuai, baik fathah, dhammah, maupun kasrah.

Posisi antara harakat, huruf, dan tasydid

Menurut pendapat yang lebih kuat, yaitu harakat fathah dan dhammah diletakkan di atas huruf. Bagaimana posisi tasydid dan harakat? Maka Abu Amr ad-Dani dan yang sependapat dengannya berpendapat bahwa kedua harakat tersebut diletakkan di atas tasydid.

Alasannya, karena fathah dan dhammah bertemu dengan tasydid pada satu tempat yang sama pada huruf, dan harakat hanya menunjukkan bunyi vokal, sedangkan tasydid menunjukkan penekanan sekaligus bunyi, maka tasydid lebih berhak untuk lebih dekat dengan huruf karena kelebihannya.

Adapun kasrah, demikian juga dhammah menurut pendapat yang meletakkannya di depan huruf, tidak bertemu pada satu tempat yang sama. Maka dhammah diletakkan di depan huruf berdekatan dengan tasydid, dan kasrah diletakkan di bawah huruf, seperti di bawah ini: 

مُصَدِّقًا.

Dengan kata lain, pendapat yang lebih kuat adalah meletakkan harakat kasrah di bawah huruf. Sedangkan pendapat yang meletakkan kasrah di atas huruf dan di bawah tasydid adalah pendapat yang lemah seperti di bawah ini: 

مُصَدﱢقًا .

Sedangkan para Ulama lain yang berpendapat tasydid bentuk lain yaitu huruf dal adalah para ahli titik (penulisan tanda) dari Madinah, yang kemudian diikuti oleh para ahli di Andalusia. Mereka berpendapat bahwa tanda tasydid berbentuk huruf “dal” yang memiliki dua “sayap”. 

Tanda ini diletakkan di atas huruf jika huruf tersebut berharakat fathah (seperti angka 7 Arab), di atas huruf dan dibalik ke bawah jika berharakat dhammah (seperti angka 8 arab), dan diletakkan di bawah huruf jika berharakat kasrah (seperti angka 8 arab).

Menurut mazhab ini, asal tanda tersebut diambil dari huruf “dal” dalam kata “شدّ” (syadda). Mereka menganggapnya lebih kuat dibandingkan bentuk “syin”, karena dengan pengulangan huruf “dal” sudah mencakup dua pertiga dari kata tersebut, dan bagian yang lebih banyak dapat mewakili keseluruhan.

Kesimpulannya, pendapat yang utama adalah meletakkan harakat kasrah di bawah huruf. Ada juga yang meletakkannya di atas huruf tetapi ini pendapat lemah. Jika Anda memiliki referensi atau pendapat lain silakan tulis di komentar.

Demikian artikel berjudul "Kasrah Tasydid di Atas atau di Bawah Huruf?". Untuk membaca artikel terkait dhabth atau tanda baca, silakan KLIK DI SINI. Jika ada pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon