7 Juni 2026

Lima Posisi Hamzah Washal Dibuang

Setelah mengetahui pengertian hamzah washal dan cara mudah membaca washal, selanjutnya tahukah Anda bahwa ada beberapa kondisi atau keadaan di mana hamzah washal harus dibuang atau tidak ditulis? Setidaknya ada 5 posisi hamzah washal dibuang.

Artikel ini menjelaskan lima posisi yang mengharuskan hamzah washal dibuang dengan memberikan uraian dan contoh-contoh ayatnya. Artikel ini merujuk pada kitab Samir at-Thalibin fi Rasm wa Dhabth Kitab al-Mubin.

Selain itu, perlu diketahui bahwa pembahasan ini juga termasuk dalam kategori rasm Usmani sehingga Anda dapat menemukan artikel ini di tema itu. Karena alif dan salah satu bentuk hamzah memiliki satu bentuk yang sama.

Lalu bagaimana penulisan hamzah washal dalam kaidah Rasm Usmani? Kedua ulama besar Rasm Usmani mengatakan bahwa  hamzah washal selalu ditulis dengan alif, baik ia dimasuki suatu instrumen atau tidak.

Yang dimaksud dengan instrumen adalah adawat atau kata lain. Perhatikan kata ghayb antara dua ayat di bawah ini yang sama-sama masih menunjukkan hamzah washal. Ayat atas tanpa instrumen. Ayat kedua ditambah instrumen berupa huruf ba.

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ

Terlihat jelas pada dua ayat di atas bahwa hamzah washal selalu tertulis atau ada rasm nya. Namun ada 5 (lima) kondisi atau posisi yang menyebabkan hamzah washal tidak ditulis atau dibuang secara rasm. Apa saja kondisi itu?

Pertama, hamzah washal nya lam ta'rif atau yang semisal dan sebelumnya terdapat huruf lam ibtida' atau lam jarr. Sebagaimana umumnya, hamzah washal lam ta'rif selalu ada. Namun saat disambung sebelumnya dengan lam jenis tersebut, maka dibuang. 

Perhatikan kata al-muttaqin pada dua ayat berikut ini. Ayat pertama menunjukkan hamzah washal yang masih tertulis. Ayat kedua menunjukkan hamzah washal yang tidak tertulis atau dibuang karena adanya lam huruf jarr (huruf li).

إِن تَرَكَ خَيْرًا ٱلْوَصِيَّةُ لِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلْمُتَّقِينَ

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Ini berlaku bukan hanya pada kata al-muttaqin saja, tetapi semua lam ta'rif yang memenuhi syarat yang disebutkan. Baik itu sebelumnya ada lam huruf jarr (yang berbunyi li) maupun terdapat lam huruf ibtida (yang berbunyi la).

Kedua, hamzah washal yang terletak pada kata kerja (fi'il) dan sebelumnya ada hamzah istifham (kata tanya). Ini berlaku untuk semua jenis kata kerja, baik itu kata kerja lampau (fiil madhi) maupun kata kerja sekarang (fiil mudhari).

Perhatikan kata istakbarta pada dua ayat di bawah ini. Ayat pertama menunjukkan hamzah washal yang masih tertulis. Ayat kedua menunjukkan hamzah washal yang tidak tertulis atau dibuang karena sebelumnya terdapat hamzah istifham.

وَٱسْتَكْبَرْتَ وَكُنتَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ

Dapat dilihat hamzah washal di ayat pertama masih tetap ada meskipun sebelumnya ada huruf wawu. Berbeda dengan ayat kedua. Hamzah istifham memiliki arti "apakah". Adapun contoh kata lain sejenis misalnya kata aththala'a, aftaraa, dan lain-lain

Ketiga, hamzah washal lafal ism yang digabungkan dengan lafal Jalalah (kata "Allah"). Dengan kata lain, semua kata bismillah tidak ada hamzah washal di bagian ism. Adapun hamzah washal di lafal Allah masih tetap ada.

Perhatikan kata ism pada dua ayat di bawah ini. Ayat pertama menunjukkan hamzah washal yang masih tertulis. Ayat kedua menunjukkan hamzah washal yang tidak tertulis atau dibuang karena setelahnya digabungkan dengan lafal Jalalah.

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dapat dilihat bahwa ayat pertama masih utuh hamzah washalnya mesipun didahului huruf ba dan disambungkan ke kata rabbika. Berbeda dengan ayat kedua yang dibuang hamzah washalnya karena disambung dengan lafal Jalalah.

Keempat, hamzah washal yang terdapat dalam kata kerja perintah (fiil amr)-nya lafal is'al dan sebelumnya terdapat huruf wawu atau fa. Arti dari kata is'al kurang lebih adalah mintalah atau bertanyalah.

Perhatikan kata is'al pada dua ayat di bawah ini yang sama-sama dibuang hamzah washalnya. Ayat pertama dibuang hamzah washalnya karena sebelumnya ada huruf wawu. Ayat kedua dibuang hamzah washalnya karena sebelumnya ada huruf fa.

وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا

فَسْـَٔلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِذْ جَآءَهُمْ

Seharusnya dalam kaidah penulisan Arab umum, hamzah washal dalam kata is'al selalu ada dan tertulis. Namun di dalam al-Quran jika ia berada dalam kondisi yang disebutkan maka hamzah washalnya dibuang. Semua kata is'al di al-Quran didahului fa atau wa.

Kelima, hamzah washal yang terletak antara dua huruf. Huruf pertama adalah fa atau wawu. Huruf kedua adalah hamzah yang merupakan fa' fiil. Fa fiil adalah huruf pertama dari struktur asli suatu kata. Kata bahasa arab memiliki 3 struktur huruf yang disebut fa fiil, lam fiil, dan ain fiil.

Perhatikan kata i'tuu pada dua ayat di bawah ini. Ayat pertama menunjukkan hamzah washal yang masih tertulis. Ayat kedua menunjukkan hamzah washal yang tidak tertulis atau dibuang karena sebelumnya ada huruf fa dan setelahnya ada hamzah.

فَأَجْمِعُوا۟ كَيْدَكُمْ ثُمَّ ٱئْتُوا۟ صَفًّا

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ

Jika masih bingung, ada contoh lain. Perhatikan kata i'dzan pada dua ayat di bawah ini. Ayat pertama menunjukkan hamzah washal masih tertulis. Ayat kedua menunjukkan hamzah washal yang tidak tertulis atau dibuang karena sebelumnya ada huruf fa dan setelahnya ada hamzah.

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ

فَإِذَا ٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَن لِّمَن شِئْتَ مِنْهُمْ

Demikian artikel berjudul "Lima Posisi Hamzah Washal Dibuang". Untuk membaca artikel lain seputar hamzah washal atau tajwid, silakan KLIK DI SINI. Anda dapat memberikan pertanyaan atau saran dengan menulis di komentar.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon