2 Juli 2026

Ringkasan Kitab Taysir ar-Rahman fi Tajwid al-Quran (bag-3)

Artikel ini merupakan kelanjutan dari ringkasan kitab Taysir ar-Rahman fi Tajwid al-Quran karya Saad Abdul Hamid. Untuk membaca artikel sebelumnya atau ringkasan kitab-kitab tajwid lainnya bisa Anda lihat dengan cara KLIK DI SINI.

.

Bab 7 : Waqaf

Bab tujuh ini tidak hanya berisi pembahasan waqaf saja tetapi juga membicarakan tentang Ha kinayah, hukum iltiqa sakinayn, dan hamzah washal dan qatha. Pembahasan waqaf di kitab ini merupakan pembahasan tingkat lanjut sehingga diperlukan bimbingan guru al-Quran secara langsung.

Waqaf adakalanya terjadi pada kata yang diakhiri huruf shahih dan huruf mu'tal. Jika ingin waqaf pada kata yang diakhiri huruf sahih maka ada 5 cara yaitu waqaf dengan sukun, waqaf dengan roum, waqaf dengan isymam, waqaf dengan hadzf, dan waqaf dengan ibdal.

Masing-masing diuraikan secara terperinci tentang ragam variasi waqaf. Dibahas juga bagaimana cara waqaf pada kata berakhiran mad Wajib Muttashil jika sebelumnya tidak ada mad wajib muttashil atau mad Jaiz Munfashil.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ

Perhatikan harakat huruf hamzah terakhir yang terdapat pada kata an-Nisa yang berharakat kasrah. Terdapat bermacam-macam variasi tergantung harakatnya. Andaikan harakatnya fathah, maka cara waqafnya ada 3 macam yaitu dibaca sukun dan panjang 4 harakat, 5 harakat, atau 6 harakat.

Jika berharakat kasrah sebagaimana contoh ayat, maka waqafnya terdapat 5 macam yaitu dibaca sukun serta panjang baik 4 harakat, 5 harakat, atau 6 harakat, dan juga dibaca roum panjang dengan 4 atau 6 harakat sehingga total ada 5 variasi cara waqaf.

Jika berharakat dhammah maka ada 8 cara baca waqaf yang terbagi menjadi 3 macam. Pertama dibaca sukun murni dengan 3 macam panjang yaitu 4, 5, 6 harakat. Kedua dibaca isymam dengan 3 panjang yaitu 4, 5, 6 harakat. Ketiga dibaca roum dengan 2 panjang yaitu 4 dan 5 harakat.

Untuk pembahasan lainnya akan diuraikan pada artikel khusus yang membahas tata cara waqaf dalam al-Quran atau cari tema konten tentang waqaf dan Ibtida di dalam situs ini atau Anda bisa langsung KLIK DI SINI untuk melihatnya.

Selain membahas waqaf, juga dibahas Ha Kinayah. Ia adalah ha dhamir. Hukum asal ha dhamir adalah berharakat dhammah. Ia bisa berubah menjadi kasrah jika sebelumnya terdapat harakat kasrah atau terdapat ya sukun.

Ada juga pembahasan iltiqa as-Sakinayn. Bertemunya dua sukun terbagi menjadi dua macam yaitu adakalanya dalam satu kata dan ada yang berbeda kata. Yang berada dalam satu kata misalnya sukun yang muncul sebab waqaf. Ada juga pembahasan hamzah washal dan qatha.

Bab 8 : Hadzf dan Itsbat

Bab dua terakhir yaitu bab 8 dan 9 sudah memasuki pembahasan ilmu Rasm Usmani. Di bab 8 penulis menjelaskan tentang Hadzf dan Itsbat. Hadzf adalah huruf yang dibuang, sedangkan itsbat adalah huruf yang ditetapkan atau ditambah.

Pertama ia membahas tiga huruf mad. Ia memberikan tabel mana saja letak huruf mad yang dibuang maupun tetap ada tertulis sesuai kaidah Rasm Usmani. Pembahasan ini juga sudah kami jelaskan dalam konten bertemakan Rasm Usmani

Misalnya huruf wawu terbagi menjadi dua yaitu istbat (tertulis) dan hadzf (tidak tertulis). Wawu yang itsbat terbagi menjadi 2 yaitu wawu tertulis yang terbaca baik washal maupun waqaf dan wawu tertulis yang tidak terbaca saat washal.

Sedangkan wawu hadzf terbagi menjadi 2 juga yaitu wawu tidak tertulis yang dibuang baik washal dan waqaf sebab jazm atau yang semisal. Kedua wawu tidak tertulis yang dibuang saat waqaf tetapi terbaca saat washal karena ia adalah ha dhamir yang bersambung.

Selain hadzf dan itsbat, ia juga membahas macam-macam waqaf ibtida, saktah, dan qatha'. Ada tambahan khusus terkait saktah dimana ia menyebutkan bahwa ada 7 ha saktah yang dibaca sukun baik waqaf maupun washal menurut Hafsh.

Bab 9 : Maqthu Mawshul

Bab terakhir ini membahas dua hal yaitu Maqthu Mawshul dan Huruf Ta. Kedua pembahasan ini masuk dalam Rasm Usmani. Maqthu adalah kata yang terpisah dengan sesudahnya sesuai rasm Usmani. Sebaliknya Mawshul adalah kata yang tersambung sesuai Rasm usmani.

Manfaat mengetahui maqthu dan mawshul adalah agar pembaca al-Quran dapat berhenti atau waqaf sesuai rasm usmani. Jika kata itu maqthu maka bisa diwaqaf, sedangkan jika kata itu mawshul maka tidak bisa waqaf.

Pembahasan maqthu dan mawshul sudah dijelaskan secara khusus dalam konten rasm Usmani dapat Anda cek di situs ini. Salah satu contoh maqthu mawshul adalah kata an dan ma. Adakalanya digabung (mawshul) dan adakalanya dipisah (maqthu). Perhatikan contoh di bawah ini

سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ 

Sedangkan pembahasan ta yang dimaksud adalah ha ta'nis. Ha ta'nis dalam al-Quran ada dua macam yaitu tertulis ha dan tertulis ta. Yang tertulis ha biasa disebut sebagai ta marbuthah. Sedangkan yang tertulis ta disebut sebagai ta maftuhah atau mabsuthah.

Pembahasan ini juga masuk dalam kaidah Rasm Usmani. Adapun manfaat mempelajari ragam ta ini adalah agar pembaca tidak salah membaca saat waqaf karena bunyi ta marbuthah dan ta maftuhah berbeda saat keduanya dalam keadaan waqaf.

Comments

KOMENTARMU ADALAH DOAMU!
-
-
NB : Admin tdk dpt balas komentar karna error. Silahkan chat via ikon FB Messenger di pojok kanan bawah atau email ke yatlunahuhaq[at]gmail[dot]com untuk fast respon
EmoticonEmoticon